What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 11


Setelah mengantar Hanah kembali ke apartemen nya, Jaehyun menuju rumah paman nya di sudut kota Seoul, suara deru mobil membelah jalanan Seoul saat menjelang malam.


tadi ia sudah menghubungi orang yang ia percaya kan di kantor cabang china dan meminta mereka mengurus semua kekacauan yang terjadi, sedang ia di sini mencari direktur pengganti yang dapat di percaya mengurus di China.


mobil nya memasuki garasi mobil Keluarga Kim. ia keluar dari mobil sambil membuka dua kancing jas nya dan sedikit melonggar kan dasi yang seakan mencekik leher nya sepanjang hari.


Jaehyun melangkah kan kaki nya cepat menuju ruang tamu besar milik keluarga itu.


"ada apa hyung?" seorang laki laki menuruni tangga dan menuju ke arah Jaehyun.


"ah, kebetulan sekali kau yang datang" Jaehyun tersenyum melihat siapa yang datang.


"ya, kenapa tidak bilang dulu jika mau ke sini?" tanya pemuda itu


"ah, aku ada yang ingin di bicara kan dengan mu Mingyu"Pria bernama Mingyu tersebut mengangguk.


"kalau begitu, kita ke ruang belakang saja Hyung, " Mingyu mengajak Jaehyun ke ruangan favorit nya di rumah besar tersebut.


"kemana paman dan bibi" Jaehyun duduk laku menggulung lengan kemeja nya sesiku.


"eomma dan appa sedang ke Busan bersama Yeonjun, jadi aku hanya sendiri di rumah" Mingyu menyandar kan punggung nya ke sandaran sofa


"ah begitu rupa nya, apa kau masih berkerja di perusahaan ayah mu?" tanya Jaehyun.


"nee, memang nya kenapa? sebenar nya aku tidak mau, dan membiar kan Yeonjun yang menerus kan nya," sahut Mingyu


"sebenar nya perusahaan kami sedang memerlu kan seorang direktur untuk kantor cabang di China, jika kau bersedia aku ingin kau menjadi direktur di sana" jelas Jaehyun


"wah, itu terdengar menyenang kan, hm, tapi apakah Namjoon hyung menyetujui nya?" tanya Mingyu


"Namjoon sudah menyerah kan semua nya pada ku, jadi ia akan menerima nya apapun itu" kata Jaehyun,


"seperti nya menarik, baik lah, beritahu saja kapan aku harus ke sana" smirk muncul di wajah Mingyu.


****************


Wery berbaring di kamar lusuh nya, luar seperti nya akan turun hujan, Wery mengoles kan krim di wajah nya.


drtt...drrtt...drtt...


Hp nya berdering pendek, menanda kan sebuah pesan masuk, setelah selesai mengoles kan krim pada wajah nya, Wery mengambil Hp di atas nakas dan memeriksa pesan tersebut.


08********


[hai, selamat malam eonnie]


Wery mengerut kan kening nya. siapa ini? biasa nya ia akan langsung menyimpan nomor baru saat mereka bertukar nomor ponsel.


Anda


[siapa ini]


08********


[apa eonnie tak ingat aku?]


Wery semakin bingung. aku? tak ingat dia? kapan bertemu?


Anda


[maaf, seperti nya anda salah nomor]


08********


[ani, bukan kah eonnie sendiri yang memberi kan nomor mu pada ku]


Anda


[yak, Kim Misya, kau kah ini?]


08******


[apakah eonnie benar benar melupa kan ku?]


Anda


[ani, eonnie hari ini banyak sekali perkerjaan menumpuk, jadi eonnie sedikit tidak ingat saja]


08*******


[yak eonnie, jika sedikit tidak ingat tidak seperti eonnie tadi]


Anda


[nee, eonnie minta maaf nee, bagaimana kabar mu?]


08*******


[baik baik saja eonnie, hanya seputar pergi ke sekolah, belajar dan pulang]


Anda


[ya siklus harian yang menyebal kan bukan, apa calon suami mu tidak mengajak mu jalan jalan sekedar menrefresh otak mu itu?]


08*******


[dia seperti biasa, sibuk dengan pekerjaan nya]


Anda


[gadis yang malang, jika kau merasa bosan tidak apa, cerita lah pada eonnie]


08*******


[nee, apa eonnie ingin istirahat?]


Anda


[nee, eonnie sebenar nya ingin istirahat]


08********


[arra, aku juga akan istirahat, selamat malam eonnie]


Anda


[nee, selamat malam]


****************


06.30 KST


pagi pagi sekali Namjoon melaju kan mobil nya membelah jalanan kota Seoul yang sudah lumayan ramai.


Dia menghenti kan mobil nya di sebuah komplek perumahan yang cukup elit, dan masuk ke dalam sebuah rumah.


di ruang tamu ada seorang pria duduk, seakan memang sengaja menunggu kedatangan Namjoon.