What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 17


Hanah berjalan cepat menyusuri lorong tersebut, tujuan nya adalah ruangan Wery, tanpa mengetuk terlebih dahulu ia langsung menyerembet masuk.


namun, ia kaget melihat yang ada di ruangan tersebut bukan sahabat nya, melain wanita cantik bak artis duduk manis di sana.


wanita tersebut tersenyum cukup manis, Hanah akui dia memang cantik.


"apa anda perlu bantuan Hanah-ssi?" Tanya wanita tersebut sambil membaca kartu nama di sebelah kanan dada Hanah.


"ah, ani, aku ingin bertemu dengan Park Wery, apa dia ada?" tanya Hanah.


"kebetulan sekali, Wery-ya sedang keluar sebentar membeli sesuatu, ku pikir sebentar lagi ia akan tiba" sahut wanita itu sopan.


'Wery-ya? sedekat apa Wery-nya dengan wanita ini?' batin Hanah.


"ah, nee, begitu rupa nya" gumam Hanah.


"aku belum mengenal kan diri, mm, aku Jung Whein, mantan karyawan bagian Hubungan Internasional" ujar Whein, ia sedikit menunduk.


'oh, jadi ini yang sering di bicara kan oleh Wery' pikir Hanah.


"aku Choi Hanah, senang bertemu dengan mu, Whein-ssi" Hanah membalas membungkuk kan badan nya dan tersenyum simpul.


"nee, nado, silah kan duduk, Hanah-ssi, ku rasa lebih baik kita mengobrol saja sambil menunggu kedatangan Wery" ujar Whein.


***********


Wery memilih beberapa varian rasa es krim, ia tiba tiba saja ingin sekali makan es krim di sini, ia sedang kedatangan tamu jadi banyak mau nya.


setelah membayar Wery duduk di salah satu kursi di depan toko tersebut, cuaca hari ini cukup nyaman, tidak terlalu panas dan tidak dingin juga.


Wery duduk bersandar sambil menikmati rasa es krim yang melebur seketika saat menyentuh lidah nya.


tapi tiba tiba ia mendengar suara seorang anak kecil menangis tak jauh dari tempat nya sekarang.


ia menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari suara anak kecil tersebut, namun ia tak menemu kan atau melihat anak kecil yang menangis.


"Sun-ah, kenapa menangis?"


tak ada jawaban, hanya isak tangis yang terdengar.


Wery tersentak.


"sun-ah, jawab eomma"


masih tak ada jawaban, Wery menajam kan pendengaran nya, memejam kan mata nya berusaha agar fokus.


"Sun-ah, ayo pulang, eomma akan mengantar mu"


Wery lantas berdiri, dan celingak celinguk mencari suara tersebut, namun hasil nya nihil.


dia yakin dengan apa yang ia dengar, ia tak mungkin salah dengar, ia mengenal suara itu, tapi di mana orang itu?


apa itu hanya sebuah kebetulan? jika iya, kebetulan macam apa ini?


Wery terus mencari, dan mengabai kan beberapa orang yang tersikut oleh nya, ia menyusuri tepi jalan yang lumayan ramai.


setelah lebih dari lima belas menit ia mencari, Wery menyerah, ia terduduk lemas di sisi jalan, memperhati kan orang orang yang berlalu lalang.


ia tiba tiba saja merindu kan eomma nya, ia rindu suara nasihat eomma nya, gurauan eomma nya, kekesalan eomma nya, dan kata kata yang lumayan kasar dari eomma nya.


"eomma, bogosipeoyeo" lirih gadis ini.


apa benar yang ia dengar barusan? sebagian dari nya mengata kan bahwa itu hanya kebetulan, namun ia juga merasa bahwa itu adalah hal yang menyimpan sesuatu yang besar.


apa ia harus memberitahu eomma nya tentang ini? ah, tidak, ia tidak akan melibat kan eomma nya sekarang,


ia hanya perlu berpikir positif dan melupa kan kejadian yang baru saja terjad, bisa saja itu adalah sebuah kebetulan.


Wery berdiri dan berjalan menuju kantor nya, jam istirahat nya akan berakhir sepuluh menit lagi.