
Misya mengemas tas sekolah nya setelah selesai ia langsung menuju ruang makan, di sana orang tua nya sudah menunggu, dan Migyu juga sarapan bersama.
hari ini Mingyu yang mengantar Misya ke sekolah, mengingat 2 hari lagi ia selesai ujian sedang kan Mingyu tak baru bisa mengantar nya hari ini.
Misya duduk di sebelah Mingyu.
"selamat pagi semua" sapa Misya, ia menoleh ke arah Mingyu sejenak.
"nee," jawab eomma dan appa nya,
"good morning chagiya" bisik Mingyu, ia mengenggam tangan Misya sebentar sebelum ia mengambil sendok di samping piring nya.
Misya tertegun untuk sejenak, dan buru buru menetral kan perasaan nya.
"jadi, setelah ini kalian akan ke China setelah Misya selesai ujian?" tanya appa Misya
"nee, abeoji, aku akan membawa Misya ke China, " sahut Mingyu di sela sela kunyahan nya.
Misya hanya diam dan fokus pada makanan nya tak berniat menanggapi, biar saja itu menjadi urusan Mingyu secara gentle.
"tapi kau juga tahu, kalian berdua belum terikat secara resmi. kalian belum melakukan ikatan yang seharus nya" kali ini eomma Misya meninpali
"nee, jadi kami tak bisa membiar kan kalian pergi dulu sebelum ada nya pengikatan" kata Appa nya.
Misya menoleh ke arah Mingyu, ia tahu kemana atah pembicaraan kedua orang tua nya,
"nee, abeoji, kami akan melangsung kan pertunangan akhir pekan ini" ucap Mingyu tegas, tak ada nada ragu dalam suara nya.
pertunangan?
Misya mengigit kulit bibir dalam nya, secepat itu kah ia akan terikat dengan orang lain,
"baik lah, semua nya kami serah kan pada mu" ujar appa Misya tersenyum puas mendengar jawaban manly dari Mingyu.
*************
Wery menunggu di halte bus ia tak terlalu bersemangat, tadi ia mendapat pesan dari Misya bahwa Misya tak bisa berangkat bersama nya karena calon suami nya yang mengantar nya ke sekolah.
Wery menghela nafas berat, ia segera naik ke dalam bus saat bus berhenti. ia menempel kan kartu penumpang dan duduk di tempat biasa.
sedari tadi mulut nya berkomat kamit seperti orang gila.
seorang ibu ibu yang membawa anak nya yang masih berumur sekitar 6 tahun duduk di sebelah nya, anak kecil tersebut memandang Wery dengan tatapan aneh ala anak anak kecil.
"eomma, eomma, lihat Noona ini merapal kan mantra eomma" anak kecil tersebut bicara dengan cukup keras seraya menunjuk Wery.
'mwo?! anak itu bilang apa?'
"ehehe, maaf kan anak saya,dia memang sedikit paranoid jika melihat hal hal aneh" ucap ibu itu tersenyum canggung.
'm-mwo?! aneh? apa ia terlihat aneh?'
Wery memandang sekiling nya, tampak orang orang ada yang terkekeh pelan, ada yang mengulum senyum nya.
'ya, seperti nya aku memang aneh'
Wery berdehem pelan.
'kalian tidak tahu apa, aku begini karena atasan sialan itu, mereka belum pernah merasa di posisi nya saat ini, betapa kejam nya nya Sajangnim sombong nan dingin menyuruh ku menghafal 5 lembar sekaligus dalam satu malam, membuat ku kurang tidur, melewat kan sarapan ku, bahkan mandi saja hampir hampir tidak basah karena bangun telat'
ingin sekali ia menangis dan mengamuk di dalam bus ini, memberitahu semua orang bahwa ia sakit hati, memiliki Seorang CEO tak berhati, dingin bagai puncak gunung Fujiyama, datar bagai lembah terendah di Antartika Timur, berwajah tampan jelmaan dewa Zeus, tinggi kembaran Robert Wadlow, manusia raksasa sepanjang sejarah dunia. berharap kisah nya seindah drama favorit nya, pria tsundere yang berhati selembut kapas, Tapi itu hanya ada di drama.
"ah, gwaencanha, aku sedang berdoa" Wery tersenyum di paksa kan.
'haish jawaban apa itu barusan? berdoa?'
Wery terkekeh canggung kala orang orang kembali melihat jenaka ke arah nya.
"eonnie, ternyata kau orang taat ya," kata seorang siswi SMA
"nee, bahkan di dalam bus saja kau tak melupa kan Tuhan" timpal yang lain nya
"wah, di jaman sekarang orang orang bahkan hampir hampir tidak menganggap bahwa Tuhan itu ada, tapi Nona ini sungguh luar biasa" yang lain nya juga ikut menimpali
"wah, eonnie daebak" ucap Gadis SMA tadi
"nee, nah nak, Noona ini tidak merapal mantra, tapi berdoa, lain kali kau juga harus sering sering berdoa nee" nasihat ibu ibu tadi pada anak nya yang mulut nya tak bisa diam tadi.
sekarang orang orang mulai membicara kan tentang Tuhan di dalam bus tersebut, mereka bercerita pengalaman saat Natal tahun lalu, seorang muslim bercerita bahwa lebaran tahun ini ia akan pergi ke Arab Saudi, seorang yang beragama Budha bercerita ia ingin sekali mengujungi kuil bersejarah di Thailand, menghapus segala dosa dosa nya berdoa sepanjang hari di sana dan orang Hindu yang ingin ke Taj mahal di india.
lengkap sudah, semua agama berkumpul di bus ini :)
Wery hanya diam dan tersenyum kaku, setidak nya sekarang orang orang di sini sedikit bisa dekat dengan Tuhan mereka, walau pun mereka tak tahu bahwa Wery saja tidak paham yang mereka bicara kan.
******************
apakah menurut kalian ada unsur lelucon nya disini, jika ada comen ya :v