What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 20


Hyunia memeluk Taehyung cukup lama.


"hubungi aku jika sudah tiba di Korea,dan sampai kan salam ku pada paman dan bibi" ujar Hyunia setelah melepas kan pelukan nya.


"nee, pasti, mau ku bawa kan apa nanti jika kembali ke Jepang?" Taehyung menyelipkan anak rambut Hyunia ke belakang teilnga gadis itu.


"hm, tidak ada, aku hanya ingin kau kembali ke sini dalam keadaan sama seperti kau pergi" kata Hyunia,


"hm, nee, ada lagi?" Taehyung mengulum senyum nya, Hyunia tahu jika Taehyung sedang mempermain kan nya.


"sehat sehat kembali ke sini, jaga mata, jaga hati, itu perintah sekaligus ancaman" Tegas Hyunia,


"apa pun itu, semua nya tidak akan pernah terjadi, aku akan kembali ke sini baik baik saja, dan perkataan mu yang terakhir itu sangat tidak mungkin" Timpal Taehyung,


Hyunia tersenyum mendengar penuturan Taehyung, ia kembali memeluk Taehyung,


"sudah lah aku harus pergi,nanti aku akan terlambat dan ketinngalan penerbangan ku" Taehyung mengelus pelan rambut Hyunia.


"baik lah, jaga diri mu, jangan makan makanan yang tidak sehat, " nasihat Hyunia,


"nee, aku berangkat, kau juga jaga diri di sini, aku tidak lama, aku usahakan besok malam aku pulang, aku mencintai mu" Taehyung mencium kening Hyunia, dan mengeret koper nya meninggal kan gadis itu di lobi bandara.


****************


Jaehyun melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Aku baru tahu wanita bernama Whein itu seperti apa" ujar Hanah,


"kenapa memang nya?" tanya Jaehyun.


"kami tadi sempat berbincang ringan saat aku ke ruangan Wery-ya, " sahut Hanah.


Jaehyun diam dan fokus menyetir, membiar kan mulut cerewet Hanah bicara yang entah mengapa Jaehyun menyukai itu.


"dia sangat cantik, bahkan aku saja sangat jauh dari nya. Dia tinggi, tubuh ramping wajah mulus, aku jadi penasaran dia memakai produk apa. semua yang ia kena kan seperti nya barang barang bermerek.


tapi kenapa ia malah di pecat Jae? apa Namjoon tak mengijin kan Whein bekerja dan fokus pada nya saja? hm, kasian ya Whein, Namjoon tak bisa mengenal wajah cantik nya itu" Hanah bicara dengan semangat nya seolah ia tadi meminum obat yang membuat ia bersemangat sekali,


ah, tidak dia kan memang selalu bersemangat jika bersama Jaehyun, Jaehyun are is her sunshine.


"kita tidak boleh menilai seseorang dengan hanya melihat kulit luar nya saja, memang nya kita tahu sebenar nya dia itu seperti apa?, berhenti membanding banding kan diri mu dengan orang lain, aku tidak suka" akhir nya Jaehyun membuka suara nya.


"ya, tapi kan aku hanya membahas nya saja karena tidak ada topik lain" lirih Hanah.


"ya sudah, kenapa tidak bilang saja tadi, aku kan bisa mencari topik yang bagus untuk di bahas selain itu" ujar Jaehyun.


"ya ya ya, silah kan tuan, topik apa yang hendak anda bicara kan" tanya Hanah, yang selebih nya mengejek Jaehyun.


"hm, kau mau konsep pernikahan kita seperti apa nanti nya?" tanya Jaehyun.


"M-mwo?!"


***************


"kenapa harus aku?" gerutu Wery, jika begini lama lama wajah nya akan di penuhi keriput dini.


tadi Namjoon menyuruh seseorang memanggil Wery dan memerintah kan gadis itu ke bandara menjemput sepupu nya.


"mana sih driver nya? ish" Wery kembali menggerutu.


tak lama kemudian seorang pria paruh baya berjalan ke arah nya, terlihat dari pakaian nya pria ini adalah driver nya.


"maaf, apa anda yang bernama Park Wery?" tanya bapak ini basa basi, padahal jelas jelas kartu nama nya.


"nee, Samchon, bisa kita langsung pergi saja, saya takut orang yang akan kita jemput terlalu lama menunggu.


"nee"