
Namjoon memakai jaket hitam nya dan menyambar kunci motor kawasaki ninja H2r nya. hari ini ia pergi ke kantor nya mengendarai motor saja, menurut nya mengguna kan motor lebih cepat dan lebih mudah.
setelah memasang helm nya Namjoon melaju kan motor nya dengan kecepatan sedang di jalanan kota Seoul.
hari ini Taehyung terbang ke Seoul, jadi ia akan menyuruh Seseorang untuk menjemput adik sepupu nya ke bandara.
Namjoon memarkir kan motor nya di parkiran khusus, dan berjalan menuju lobi kantor.
hari ini outfit nya terbilang cukup santai, ia mengenakan baju kaus polos putih dan celana jeans warna biru gelap.
para karyawan menyapa berusaha menarik perhatian Namjoon, namun Namjoon bukan orang yang mudah tertarik pada sesuatu jadi para karyawan idiot itu hanya akan menghabis kan waktu mereka saja.
------
Wery berjalan agak terburu buru menuju lift, dia melihat seseorang berdiri di depan lift.
Wery mengerut kan kening nya, siapa orang yang berpakaian seperti itu di sini, santai sekali.
"chogi...Omo" Baru saja Wery hendak bertanya, orang tersebut langsung membalik kan badan nya dan menghadap ke Wery membuat Wery sedikit terkejut.
"Selamat pagi Sajangnim"Wery membungkuk kan badan nya sejenak dan berdiri tegak kembali.
"hm" Namjoon hanya membalas dengan deheman, yang membuat Wery ingin menampar wajah nya itu.
Wery berdiri di belakang Namjoon seraya menunggu lift yang terasa sangat lambat bergerak.
ting...
Ada beberapa karyawan keluar dari dalam lift dan membungkuk sopan kepada Namjoon, pria itu hanya berdehem bahkan nyaris tak menanggapi.
Wery dan Namjoon masuk ke dalam lift, Wery berdiri jauh di belakang Namjoon, ia benci suasana seperti ini, canggung yang tak berhingga.
"lantai berapa?" tanya Namjoon, ia memencet tombol ke lantai ruangan nya.
"eh? ehm, lantai 10 Sajangnim" sahut Wery.
"bukan kah itu lantai khusus karyawan bagian Hubungan internasional, eoh?" tanya Namjoon, ia menekan tombol 10.
"nee, Sajangnim, saya karyawan baru di bagian tersebut" ujar Wery.
"hm, jadi kau adalah karyawan baru yang ku suruh menghafal itu?" Tanya Namjoon lagi
'ya. itu aku tuan Kim menyebal kan, kenapa bertanya? itu bukan urusan mu, pergi sana jauh jauh, bila perlu berenang saja sama putri duyung primata di segi tiga bermuda, mati kedinginan di kutub utara, tenggelam saja di samudera pasifik bla bla bla...' gerutu Wery dalam hati, ia benar benar ingin sekali menenggelam kan wajah itu ke dalam air panas supaya otak Pria Kim ini kembali encer.
tapi...
"nee Sajangnim" Wery berujar pelan.
"hm, saya akan mengada kan rapat besok di Daegu, saya minta anda pergi bersama saya," Ujar Namjoon, ia berucap tanpa menoleh ke arah Wery.
"eng, maaf Sajangnim, kenapa saya? kenapa bukan Daepyonim?" tanya Wery.
"anda kira saya menyuruh mu menghafal apa guna nya? " sarkas Namjoon,
baik lah, Wery benar benar ingin sekali langsung membunuh pria Kim ini, membuang mayat nya ke kandang sapi.
"nee Sajangnim, tapi saya belum menghafal semua nya, saya kira pertemuan nya minggu depan." sahut Wery
"ya, itu sebagian nya, 5 lembar pertama adalah klien yang bertemu dengan kita besok, jadi saya harap kan anda menghafal semua nya sebelum jam 8 besok pagi" ucap Namjoon mmebuat Wery membuka mulut nya tak percaya.
5 lembar sebelum jam 8 besok pagi?
1 lembar saja ia menghafal semalam saja ia tak yakin mengingat nya pagi ini, apa lagi menghafal 5 lembar dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
"nee Sajangnim, saya usaha kan" sahut Wery,
lift berhenti di lantai 10, Wery membungkuk sejenak dan keluar dari lift dengan suasana hati remuk redam.
MATI SANA KAU KIM SIALAN, MATI SANA
Wery mengerutu tak jelas menuju ruangan nya.
*****************
Misya membuka buku buku pelajaran nya, ia harus belajar extra agar mendapat kan nilai yang memuas kan. saat sedang asik dengan buku pelajaran nya, ponsel nya berdering dengan sedikit malas ia mengeser layar kunci dan melihat sebuah panggilan video masuk.
video calling from Kim Migyu.
Misya mengeser ke tombol hijau dan menghubung kan dengan panggilan Mingyu.
Misya tersenyum simpul setelah seluruh layar nya menunjuk kan wajah seorang pria yang akan menjadi ayah dari anak anak nya kelak.
"sedang apa?" tanya Mingyu, pria itu seperti nya sedang berbaring, tapi entah di mana.
"aku sedang belajar, bagaimana hari mu?" tanya Misya, ia meletak kan ponsel nya bersandar pada tumpukan buku agar dapat menangkap wajah nya secara rinci.
"ya, seperti biasa, menanda tangani dan memeriksa berkas berkas yang menumpuk di meja kerja ku" sahut Mingyu.
"sangat melelah kan, bahkan lebih parah saat aku sedang ujian ya" Misya terkekeh di akhir kalimat nya dan menukis sesuatu.
"ya, sangat melelah kan, untung saja aku meminta bantuan pada Yeonjun agar menghandle sebagian" ujar Mingyu, ia masih fokus menatap layar ponsel nya, memperhati kan wajah serius Sang calon istri nya ketika belajar.
Mingyu dan Misya terbilang jarang berkomunikasi di banding kan pasangan lain nya, hubungan mereka dapat di kata kan sedikit unik, jika sedang bersama, mereka lebih banyak diam dan berselancar pada pikiran masing masing
mereka jarang jalan jalan ke tempat yang ramai, jika pasangan lain akan bertemu atau berjalan jalan pada akhir pekan ke tempat yang ramai, maka yang di lakukan Migyu dan Misya berbanding terbalik.
meskipun begitu, Misya tak pernah menuntut, ia akan mengatakan 'IYA' jika Migyu mengajak ia hanya untuk sekedar mencari udara segar ke taman atau pergi memancing karena Mingyu suka memancing,
Mingyu sangat menyukai keindahan alam, setiap ada waktu luang, ia akan mengajak Misya bersantai di tempat yang sejuk dan tenang tentu saja Misya menyukai itu.