What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 36


Misya memandangi pantulan dirinya di cermin, hari ini adalah hari pertunangan nya dengan Mingyu.


ia menyentuh rambut nya, jepitan berbentuk bunga berenda sederhana mengapit anak rambut nya, memanjang dari samping hingga hampir ke tengah kepalanya, jepitan tersebut pemberian ibu Mingyu, bahkan ia sendiri yang memasangkan di rambut Misya.


Misya menghidupkan ponsel nya yang sebelum nya ia mode silentkan, melihat pukul berapa sekarang,


16.30 KST


acara akan dimulai setengah jam lagi, jadi ia masih bisa bersantai setidak nya menetralkan jantung nya dan juga menunggu kedatangan Wery, tadi siang Misya kembali mengirim pesan pada Wery sekedar mengingatkan wanita pelupa tersebut.


"Misya-ah, kenapa masih di sini? kajja temui pihak keluarga Mingyu, " suara lembut eomma nya membuat Misya membalik kan badan nya


"nee eomma," sahut gadis itu, ia berjalan pelan menghampiri ibunya.


mereka berdua berjalan keluar dari kamar.


***************


"nee Hanah-ya, kau tahu aku sedang bersiap siap sekarang" Ujar seorang gadis yang sedang sibuk dengan wajah nya, ia mengoles kan lipstik berwarna pink gelap ke bibir nya, membuat bibir nya terlihat manis seperti buah cerry matang.


"tadi Jaehyun juga mengajak ku ke acara pertunangan adik sepupu nya." ujar Hanah, ia tampak nya sedang berjalan terdengar dari. ketukan heels nya.


"wah, jadi kau juga akan keluar ya," Wery mengantungkan tas kecil berwarna abu-abu di bahu kirinya.


"nee, ku dengar Sajangnim juga ke sana, karena adik sepupu Jaehyun itu calon direktur kantor cabang NEW IN di China, alasan ia mempercepat pertunangan nya karena jabatan tersebut" jelas Hanah, Wery mengunci pintu kontrakan nya.


"wah, begitu ya, hm aku cukup penasaran" sahut Wery,


"nee, lain kali saja kau ingin bertemu, dan sampai kan salam ku pada Misya, aku tutup nee" Ucap Hanah, terdengar suara seorang laki laki, mungkin Jaehyun.


"nee" tepat setelah Wery berujar, sambungan langsung di matikan, Wery memasuk kan ponsel nya ke dalam tas.


Wery setengah berlari menuju halte, ia takut tidak ada bus di sore ini, saat hari libur seperti nya bus terakhir cepat beroperasi, dan jika terlambat beberapa menit dari jam operasi mereka maka kita harus menunggu bus malam.


bus nya berhenti di depan halte, dengan sedikit lega Wery menaiki bus tersebut, setidak nya ia tidak terlambat. bus hari ini lumayan ringan penumpang, terlihat banyak kursi kosong di sekeliling Wery, hanya ada beberapa kursi yang terisi.


di pojok ada seorang wanita berponi dan memakai kacamata sibuk dengan ponsel nya, di depan Wery 2 orang lelaki yang duduk berdampingan namun tak saling menegur satu sama lain, selebihnya hanya kursi kosong yang terlihat.


Wery mengalihkan pandangan nya keluar bus, melihat betapa ramai dan padatnya kota Seoul, untung saja di Daegu belum seramai dan sepadat ini, namun tetap saja membuat salah satu kota metropolitan di Korea Selatan itu bising tak kentara.


*****************


flashback.


"Sun-ah, tidak lama lagi aku akan lulus, aku akan merayakan kelulusan ku bersama mu" ucap Namjoon bersemangat, sedangkan Min Sun hanya diam, pandangan nya sibuk mengamati para nelayan yang menjemur hasil melaut tak jauh dari tempat mereka berdua.


berbagai macam jenis ikan berada dalam keranjang yang lumayan besar, bau amis menyerbu penciuman Min sun akibat angin membuat gadis itu mengerut kan hidungnya.


"Sun-ah, kau melamun lagi" tegur Namjoon, ia mengibas ngibas kan tangannya tepat di depan wajah Min sun, membuat gadis itu berkedip beberapa kali.


"nee?" tanya Min Sun, ia menatap balik ke arah Namjoon.


"ani, naneun gwaenchanha" Min Sun mengeleng cepat dan memalingkan wajah nya ke arah lain, ia tak sanggup menanggung ini sendiri, ia butuh seseorang tapi tak mungkin bila orang itu adalah Namjoon.


tangan Namjoon tergerak dan menarik rahang Min Sun agar menghadap ke arah nya, ia menatap ke dalam mata gadis itu, berharap menemukan jawaban nya di sana,


"apa kau benar benar baik baik saja?" tanya Namjoon,bola matanya bergerak menjelajah wajah Min Sun


Min Sun mengangguk lemah, ia merasa ada sesuatu menggumpal di pelupuk matanya,


berkedip sedikit saja, bulir bening mengalir dari matanya.


'jangan sekarang!!' Min sun berteriak dalam hati,


Min Sun memalingkan wajah nya menghindari tatapan Namjoon, ia tak ingin membuat Namjoon khawatir.


*****************


"agassi, sudah sampai, ini adalah halte terakhir" tepukan di pundak nya membuat Wery tersentak, ia menoleh kan wajah nya pada pria paruh baya di hadapan nya.


"ah, nee, kamsahamnida Ahjussi" Wery membungkukkan badan sedikit dan keluar dari dalam bus tersebut, ini adalah halte terakhir, seperti nya kelewatan.


Wery memeriksa pesan dari Misya, gadis itu mengirim kan alamat rumahnya, Wery mengedarkan pandangan ke sekeliling, sepertinya ia tidak kelewatan, memang di sini.


saat Wery hendak melangkahkan kakinya, sebuah mobil silver berhenti di tepi jalan tak jauh dari tempatnya berdiri, orang di dalam mobil tersebut menurunkan kaca jendela mobil.


"Nona Park" sapa orang tersebut,ia memunculkan kepala nya dari balik jendela mobil.


"Min Daepyonim" Wery segera menunduk melihat siapa yang menyapa nya barusan, klien Namjoon yang mengajak ia dan Namjoon makan malam saat di Daegu.


"anda mau kemana Nona Park?" tanya pria tersebut, ia keluar dari mobil dan menghampiri Wery.


"saya ingin menghadiri acara pertunangan teman saya, Daepyonim. maaf jika saya lancang, anda juga hendak kemana Daepyonim?" tanya Wery sopan,


Pria ini memasukan kedua tangan ke dalam saku celananya, menambah kadar ketampanan makhluk satu ini,dan jangankan lupakan jas yang melekat pada tubuhnya.


"jangan terlalu formal pada ku, panggil saja Yoongi, sedikit risih jika ada awalan daepyonim" Yoongi terkekeh di akhir kalimat nya.


"Nee, Dae-...Yoongi-ssi, dan anda panggil saya Wery saja" sahut Wery,


"hm, aku juga hendak ke sebuah acara pertunangan, jangan jangan kita ke sebuah acara yang sama, dimana alamat nya? " tanya Yoongi,


Wery menyebut alamat yang Misya kirimkan.


"sepertinya ini alamat yang sama, kalau begitu pergi bersama saja, tidak baik seorang wanita berjalan sendiri" ujar Yoongi, Wery tampak berpikir sejenak dan mengangguk menyetujui ajakan Yoongi.


#MIN YOONGI