
flashback
**aku berlari di belakang seorang gadis yang lebih tua dari ku, ia mengejar gadis itu di pesisir pantai pulau Jeju, Sedang si gadis berlari dengan senyum cerah nya.
"berhenti berlari Min Sun-ah" teriak ku
namun, gadis tersebut tak menghirau kan ku dan tetap berlari.
"yak, cepat kejar aku, kajja" Min Sun membalik kan badan nya dan berjalan mundur*.
"*aku lelah, aku tidak bisa mengejar mu, sejauh dan sekeras apapun seperti nya aku tetap saja tak akan bisa" aku menumpu kedua tangan ku pada lutut ku**.
Min sun semakin menjauh pelan, melihat hak itu aku berdiri tegak kembali mengejar nya*,
***tidak, aku tidak akan kehilangan nya, aku akan mengejar nya, memegang tangan nya kembali, berjalan bersama lagi*.
"MIN SUN-AH"
*tak ada jawaban
"MIN SUN-AH"
masih senyap**
"MIN SUN -AH*"
*****************
Wery terbangun dan terduduk di atas ranjang nya, dia melirik kiri kanan kamar nya, ia melirik jam weker yang membangun kan nya barusan.
jam kecil tak tahu diri
Wery merutuki jam tersebut, tapi sebenar nya ia yang bodoh, kenapa malah mengumpati benda mati, toh ia juga yang menyetel jam tersebut.
ia menekan tombol di atas jam weker dan membalik selimut nya, berjalan malas menuju kamar mandi.
Wery mandi beberapa menit, tidak sampai 15 menit ia adalah tipe perempuan yang tidak memerlukan waktu berpuluh puluh menit hanya untuk mandi, tapi jika ia sedang dalam mood berkhayal, berbicara bahasa inggris pada diri nya sendiri, maka 1 jam tak cukup.
[pengalaman author pribadi :)]
setelah selesai dengan urusan pakaian dan wajah nya Wery mengambil roti tawar di dalam toples dan mengoles nya dengan selai coklat, menumpuk nya menjadi satu bagian, dan langsung berakhir di mulut nya.
ia menutup pintu kontrakan nya dan berjalan menuju halte
Seperti biasa Wery menunggu bis umum di halte, biasa nya ia akan bertemu dengan Misya, jadi ia menjadi tak sabar.
*************
Namjoon meminum kopi panas nya di depan televisi, ia sebenar nya tak tahu dan tak bisa mengenali orang orang yang bicara di depan sana, namun ia hanya akan mendengar apa yang mereka bicara kan.
Sekarang sudah menunjuk kan pukul 09.00 KST, namun Namjoon masih bersantai di rumah mewah nya.
begitu lah, kita bisa membeda kan orang yang benar benar sibuk dan pura pura sibuk.
orang yang pura pura sibuk akan bangun pagi pagi sekali, dan berjalan tergesa gesa seakan akan tak ada kata 'bersantai' di hidup mereka, sedang kan orang yang benar benar sibuk akan menghabis kan waktu bersantai dan setelah itu akan melakukan pekerjaan mereka dengan waktu khusus, seperti yang Namjoon lakukan sekarang.
saat ini adalah waktu santai nya, dan nanti sore hingga malam adalah waktu sibuk nya, biasa nya ia akan begadang semalaman dan bangun siang setelah nya.
ting...
Ada sebuah suara dari dapur nya, dengan malas Namjoon berjalan menuju dapur nya, rupa nya pemanggang roti nya memperingat kan bahwa roti nya sudah matang, jika tidak di ambil maka nasib roti tersebut tidak terselamat kan dari ganas dan panas nya kekuatan mesin tersebut.
Namjoon meletak kan cangkir kopi nya di meja dan mengambil roti tersebut, namun..
"argh...shit, ini panas" gerutu Namjoon, alhasil tangan yang selalu membawa kesialan bagi benda benda rapuh itu menjatuh kan roti tersebut ke lantai, membuat sang roti berteriak kesakitan (bayangkan si roti bisa ngomong :v).
Namjoon menghela nafas pelan, dia benar benar muak dengan ini, setiap pagi selalu begini, memasak nasi goreng gosong, memasak soup keasinan, mengoreng telur tidak matang karena saking takut gosong, memanggang roti lah jatuh dari tangan indah nya seakan jijik pada pada nya, ujung ujung nya ia akan memesan makanan siap saji yang sudah jelas tak baik bagi kesehatan nya.
"seperti nya aku memerlukan seseorang yang menyiap kan sarapan ku" Monolog Namjoon dan berlalu menuju kamar nya.