
acara pertunangan Misya dan Mingyu berlangsung dengan lancar tanpa hambatan, kini di jari manis kedua nya tampak benda kecil melingkar menandakan bahwa keduanya sudah terikat satu sama lain.
para tamu pun silih berganti memberi selamat pada mereka berdua, mulai dari teman Mingyu dan Misya, rekan kerja Ayah Mingyu maupun Misya,
Misya heran, padahal ini baru acara pertunangan kenapa orang orang ini begitu antusias nya memberi selamat seakan mereka berdua sudah menikah saja.
Jaehyun dan Hanah menghampiri Mingyu dan Misya seraya mengucapkan selamat,
nah kan, ingin sekali Misya berkata keras keras ini masih pertunangan.
"ini ya calon istri, ani tunangan mu, sangat cantik jika dibanding kan dengan mu" gurau Jaehyun, ia mengulur kan tangan nya pada Misya,
"Kim Misya imnida" Misya mengenalkan diri seraya menyambut jabatan Jaehyun,
"omo? Kim Misya?" Hanah menutup mulutnya yang berbentuk O,
"nee, ada apa eonnie?" tanya Misya, ia sedikit heran mengapa Hanah begitu kaget ketika ia mengenalkan dirinya.
"omo, berarti Wery-ya kesini," Kini pandangan Hanah mengarah ke Jaehyun, sedangkan Mingyu hanya menjadi pendengar.
"Wery eonnie? eonnie mengenal nya?" Misya juga kaget ketika mendengar nama Wery di sebut oleh Hanah.
"nee, aku sahabat nya sejak SMA, Choi Hanah" Hanah membungkukkan badan nya sedikit.
"daebak, senang sekali rasanya berkenalan dengan mu Eonnie, bisakah kita bertukar nomor ponsel?" Misya mengeluarkan benda pipih dan menyodorkan nya pada Hanah,
mungkin bukan hanya Mingyu yang jadi pendengar, tapi Jaehyun juga seperti nya
lihat lah, Misya dan Hanah sudah bercerita banyak hal, seperti yang sudah saling kenal lama padahal baru beberapa menit lalu.
"eonnie, kemana Wery eonnie, apa ia tak datang?" tanya Misya, ia heran mengapa Wery belum menampakkan batang hidungnya, padahal acara sudah dimulai 30 menit yang lalu.
"molla. tapi tadi ia bilang ia kesini, mungkin ia masih dijalan" ujar Hanah, sama seperti Misya, Hanah juga heran kenapa Wery belum tiba, kalau tidak salah mereka berangkat pada jam yang sama.
-
-
-
-
-
"sepertinya kita terlambat" ujar Wery, ia menutup kembali pintu mobil dan berdiri sedikit di belakang Yoongi.
"ya, acaranya sudah sejak 30 menit yang lalu" sahut Yoongi, ia melihat jam tangan mahal nya sejenak
"kajja" Yoongi mengamit lengan Wery membuat empunya terkejut bukan kepalang.
"Dae...Yoongi-ssi, jangan begini, apa kau tidak malu jika dilihat rekan kerja mu" protes Wery, ia berusaha melepaskan pegangan Yoongi dari lengan nya.
Yoongi menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya membuat Wery hampir membentur dada laki laki tersebut.
"kenapa memangnya? tidak ada salah juga, apa kau sudah menikah?" Perkataan Yoongi sontak membuat Wery menggeleng cepat, jangankan menikah, kekasih saja ia tak punya
"kalau begitu tidak masalah, selagi aku tak membawa istri orang tidak apa" kali ini Yoongi tak memegang lengan Wery-yang terkesan menyeret-ia memindah kan tangan Wery mengandeng lengan nya,
"apa tidak berlebihan?" gumam Wery, ia merasa sedikit risih dengan posisi seperti ini.
"kau tidak suka?" bukannya menjawab, Yoongi malah bertanya balik, Wery menggeleng pelan membuat senyum lebar di bibir Yoongi.
"kalau begitu ayo, sudah berapa menit kita menghabiskan waktu disini" Yoongi mengajak Wery masuk ke dalam rumah yang tak terlalu mewah, namun kesan modern nya melekat kental.
-
-
-
-
-
"eonnie, itu Wery eonnie kan, siapa pria putih bersama nya itu?" Misya sedikit menunjuk dua manusia yang berjalan ke arah mereka berempat, mendengar ucapan Misya, Hanah mengikuti arah yang ditunjukkan Misya.
"nee, tapi siapa pria itu?" Lirih Hanah, ia menyenggol lengan Jaehyun,meminta pira itu menjawab pertanyaan ia dan Misya.
belum sempat Hanah melontarkan lebih banyak pertanyaan, mereka berdua sudah tiba di hadapan nya.
"selamat atas pertunangan mu," Yoongi menjabat tangan Mingyu serta melempar senyum kecil,
"Misya? Hanah? Daepyonim? bagaimana bisa,..." Wery menunjuk orang orang itu satu persatu" Omo..., jadi, dia suami mu?" Wery melepas gandengan nya dari lengan Yoongi dan menutup mulut dengan kedua tangan nya,
"dia, direktur kantor cabang di China? jadi...daebak,kenapa kau tak memberitahu eonnie, aish, " Wery menurun kan tangan nya dan bersedekap dada,
"eonnie, kau bicara apa? bukan kah saat di bus tempo hari aku hendak memberitahu eonnie, kau malah menjadi sok tahu? jadi biar ku jelaskan, dia Kim Mingyu, pria yang ku ceritakan saat pertama kali bertemu eonnie, dan ya dia akan bertugas ke China" jelas Misya,
"omo, dia atasan ku, selamat Daepyonim" Wery menjabat sopan tunangan Misya,
"nee,tidak usah terlalu formal begitu" sahut Mingyu,
"ah, ani, memang sudah seharusnya,heheh" Wery berujar seraya mengibaskan tangan nya diudara,
disini, Hanah, Jaehyun dan Yoongi hanya menjadi pendengar yang baik, sama sekali tak teranggap.
"tapi Misya-ah, bagaimana bisa kau mengenal Hanah, dia sahab-"
"dia sudah tahu Wery-ya, kami berdua tadi membicarakan mu" potong Hanah,
"Omo, kenapa kalian membicarakan ku?" Wery menatap bergantian mereka berdua, namun ketika Hanah ingin melanjutkan suaranya, dua orang lainnya datang menghampiri mereka.
"Whein-ssi?" ucap Hanah dan Wery hampir bersamaan, Si gadis tersenyum manis ketika tahu siapa yang menyapa nya,
"Wery-ah, Hanah-ya, apa kabar?" Wanita berambut pendek tersebut memberi cipika cipiki pada Wery, Hanah dan juga Misya
"sebaiknya kita mencari tempat mengobrol yang tenang bagaimana eonnie eonnie?" tawar Misya,
"kurasa itu ide bagus,Misya. tempat yang sangat jauh dari sini ya" sahut Wery cepat, ia merasa hawa mencekam seketika kala Namjoon menatapnya tajam, ah bukan padanya, melainkan pada tangannya yang mengandeng pria Min ini.
"nee, kajja" mereka berempat sedikit menjauh dari kumpulan para lelaki tampan disana.
"ah, ya kalian belum menjawab pertanyaan ku" tegur Whein,ketika mereka sudah cukup jauh dan berada pada zona nyaman mereka
"baik, bagaimana dengan mu?" tanya Hanah balik,
"aku sangat baik, bagaimana dengan mu Wery-ah?" tanya Whein, ia terlihat memudarkan senyumnya kala tak sengaja menangkap basah Wery sedang melirik ke arah Namjoon.
"ah, aku, aku baik baik saja, " jawab Wery, ia terlihat tidak nyaman berada di sini.
"Whein-ssi, kau kesini bersama Sajangnim?"tanya Hanah, jangan salahkan jika pertanyaannya sedikit sensitif,
"nee, kami bahkan cukup dekat sekarang" Whein menyelipkan rambutnya kebelakang telinga, membuat gerakan seperti anak ABG yang sedang malu malu jika bertemu gebetan.
"jinjja? woah, hebat sekali kau bisa menaklukkan hati Sajangnim" ujar Hanah lagi, ia menatap kagum pada Whein. sedangkan di sisi lain, Wery memandang Whein dengan tatapan sulit diartikan.
'dia tidak akan mampu menaklukan hati Namjoon-ah' batin Wery
-
-
-
-
"bagaimana kemajuan kerja sama kalian tuan Min?" tanya Namjoon, tentu saja hanya basa basi yang sangat pasaran.
"ah, maksud anda dengan siapa tuan Kim? terlalu banyak perusahaan berkerja sama dan berinvestasi di perusahaan saya, jadi saya sedikit tidak mengingatnya" sahut Yoongi, ia sebenarnya berniat menyindir Namjoon, karena yang ia tahu Namjoon dulu tak berniat berkerja sama dengan perusahaannya sebab dulu perusahaannya sangat berbeda jauh dengan perusahaan Namjoon, namun sekarang perusahaan mereka berdua bersaing dan cukup terkenal di Korea Selatan.
"begitukah? kalau begitu saya tidak jadi bertanya" Jawab Namjoon malas, ia mengambil gelas minuman dan meneguk sedikit isinya.
Jaehyun dan Mingyu sibuk berbicara sendiri dan memang sengaja tak ingin mengganggu dua pengusaha muda tersebut.
"maafkan saya tuan Kim, saya harus segera pergi, karena harus mengantar kekasih saya dan juga masih banyak urusan," Yoongi menaikkan sebelah alisnya dan melirik presensi Wery yang sedang bersenda ria.
"sangat disayang kan tuan Min, padahal anda membawa karyawan saya" senyum Namjoon berganti menjadi senyum yang mengerikan,
"ia hanya sebatas karyawan bukan berarti ia mengabdikan hidupnya pada anda tuan Kim" Yoongi segera berlalu meninggalkan Namjoon, ia menghampiri Wery dan berbincang sebentar hingga akhirnya gadis itu menatap Namjoon sekilas dan mengangguk.
Namjoon menatap datar kepergian kedua makhluk tersebut.