What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
Bag 28


flashback


"jangan pergi tanpa mengabari apapun pada ku, aku kira kau akan meninggal kan ku" ujar ku pada Min Sun


"nee, mian aku dua hari kemarin mengunjungi halmeoni yang biasa mengantar buah ke panti, dia sakit jadi aku mengurus nya selama ia belum sembuh" jawab Min sun


"nee, jangan begitu lagi, lalu bagaimana kabar Halmeoni itu?" tanya ku


"dia, sudah sehat sekarang, dan ah ya aku membawakan buah untuk mu, ini" Min sun menyodor kan kantong buah pada ku.


"wah, buah apa ini?" tanya ku seraya membuka kantong pemberian nya.


"ini buah stroberi terbaik di perkebunan nya,buah nya enak tak seperti buah stroberi pada umumnya" ujar Min sun


"aku akan meminta eomma membuat kan jus untuk ku nanti nya, gomawo Sun-ah" balas ku.


"nee,"


kam berdua diam dan sibuk dengan pikiran masing masing.


"Jika suatu saat nanti kita berpisah, kau harus bisa belajar tanpa ku" Min sun beujar tiba tiba


"kenapa kau mengata kan hal seperti itu Sun-ah, bukan kah kau sudah berjanji tidak akan meninggal kan ku?" tanya ku heran,


"kita tidak tahu takdir yang Tuhan berikan pada kita itu seperti apa, jika Tuhan nanti nya memberi kesempatan untuk kita bisa memilih, maka bukan kah kita berdua sudah memilih bersama? tapi kita tak tahu rencana Tuhan bagaimana, namun percaya saja apapun itu, Tuhan tak pernah membiar kan ciptaan nya menderita karena rencana nya" jelas Min sun,


aku menggeleng kan kepala ku,


"itu tak kan ku biar kan Sun-ah, kajima, jebal, kajima..."


*************


Namjoon terbangun, mimpi yang sama.


ia meraih ponsel nya di nakas.


"Jin hyung, apa aku menganggu tidur mu?" Tanya Namjoon, ia melihat jam tangan nya.


23.30 KST.


"ani, sebenar nya dulu iya, tapi sekarang jika kau menghubungi ku jam segini aku sudah kebal" sahut Jin


"mian hyung, " Namjoon menyandar kan punggung nya pada sandaran kasur.


"hm" balas Namjoon, ia tak tahu harus mengata kan apa selain itu.


"aku sudah mengata kan pada mu jika kau masih memikir kan gadis itu maka penyakit mu akan semakin sulit di sembuh kan" ujar Jin.


"berhenti mencari wanita itu, apa kau yakin ia masih hidup? kalian berpisah selama belasan tahun Namjoon-ah, apa kau tahu yang terjadi pada wanita itu selama ini? kau hanya akan semakin memperburuk keadaan diri mu"


"tapi aku tidak bisa hyung, kau tahu betapa aku sangat mencintai gadis ini" sahut Namjoon sendu.


"apa kau yakin ia juga sama mencintai mu? sebaik nya pikir kan lagi matang matang Namjoon-ah, aku merasa kasian pada mu" Namjoon terdiam mendengar penuturan Jin, pria ini banyak benar nya juga.


"nee hyung" jawab Namjoon, ia menengadah kan wajah nya menatap langit langit kamar.


"ara, kau istirahat lah, obat yang ku beri kan pada harus kau minum, ya sudah aku mati kan sambungan nya" Jin menutup sambungan telepon nya.


Namjoon meletak kan kembali ponsel nya di nakas ia berjalan pelan menuju dapur, saat ia melewati ruang tengah ia menghenti kan langkah nya, ia tertegun sejenak melihat wanita yang tertidur tenang di atas sofa.


ia berjalan mendekati wanita itu perlahan.


Namjoon menatap lekat wajah di depan nya, namun pandangan nya buram dan tak bisa mengenali dengan jelas.


"Sun-ah" Namjoon bergumam pelan,


ia ingat siapa orang yang sering tertidur tenang dan rapi begini,


ia ingat posisi tidur siapa yang gemar sekali begini.


tapi apa benar wanita ini adalah Min Sun nya? hanya ada satu cara yang membukti kan apakah benar wanita ini adalah Min Sun, yaitu tanda lahir di tengah tengah punggung nya,


Namjoon tak mungkin membuka baju wanita ini hanya untuk membukti kan bahwa ia adalah Min Sun. posisi tidur saja belum cukup sebagai bukti jika ini adalah Min Sun.


Namjoon menggeleng cepat dan menjauh kan badan nya dari wajah wanita ini. ia terlalu banyak memikir kan Min Sun dan berasumsi bahwa wanita ini adalah Min Sun nya, Namjoon berjalan menjauh menuju dapur dam meminum obat nya.


sisa malam nya ia habis kan memikir kan Min Sun dan Park Wery, mulai sekarang ia harus lebih memperhati kan gerak gerik gadis itu.


jika di lihat lihat, Park Wery memang nyaris seperti Min Sun, tinggi badan Park Wery hampir sama saat terakhir kali Namjoon bertemu dengan Min Sun.


tapi itu sudah sangat lama, apakah benar ia adalah Min sun? jika memang benar kenapa Park Wery tak mengenali nya atau gadis itu sengaja tak mengenali nya karena alasan tertentu?


Namjoon menghela nafas berat, ia mencoba memejam kan mata nya namun bayangan Min Sun terlintas jelas di depan nya.


"sampai kapan semua nya begini?" monolog Namjoon.