
Setibanya di rumah, seperti biasa Meli selalu menyempatkan dirinya untuk membantu pekerjaan orang tuanya di rumah. Meli adalah seorang anak yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Namun, Meli selalu bersyukur kepada Tuhan karena setiap masalahnya selalu bisa dia tangani dan lewati dan juga Meli sangat beruntung bisa bersekolah di SMK yang terkenal sangat favorit didaerahnya, hal ini bisa terjadi karena pada saat itu Meli dan Rin mengikuti pendaftaran beasiswa di SMK Jaya Unggul tersebut.
*******
"Akhirnya beres" ucap Meli dengan wajah gembiranya karena selesai berberes rumah. Melipun menyempatkan dirinya untuk belajar dan mengerjakan tugas. Meli menyadari betul bahwa dia tidak boleh mendapat nilai merah di raportnya, karena itu bisa membuat beasiswanya dicabut oleh pihak sekolah. Oleh sebab itu, Meli selalu mengasah kemampuannya di berbagai mata pelajaran.
"kring.. kring.." dering handphone Meli terbunyi karena pesan yang dikirim oleh Rin.
"Meliii, ini materi pelajaran fisika dan biologi yang udah aku rangkum tadii." ucap Rin dalam pesan teks tersebut. Hal ini sudah biasa dilakukan oleh mereka berdua, mereka sering bertukar pendapat dan saling membantu saat belajar.
"Ehh tau aja Rin, makasih banyak yaa." ucap Meli membalas pesan teks dari Rin.
~ Setelah 3 jam lamanya, akhirnya Melipun menyelesaikan belajarnya dan beristirahat sambil tiduran di atas kasurnya.
"Mau istirahat dulu ah" ucap Meli mendengarkan musik sambil memainkan handphonenya di atas kasur. Tanpa sadar pikirannya pun terganti dengan keinginannya yang ingin mencari nama seseorang. Ya nama itu adalah Nico, selama ini Meli sudah puas selalu mencari nama Nico di berbagai media sosial yang dia miliki. Namun, hal itu sama sekali tidak membantu dan memberikan sedikit informasi mengenai keberadaan Nico.
"Sepertinya kali ini juga tidak berhasil, harus dimana lagi aku mencari keberadaanmu." pikir Meli dalam hati.
Tanpa Meli sadari, diapun tertidur karena merasa sangat lelah hari ini....
********
Pagipun tiba, Meli terbangun dengan suara alarm dari handphonenya. Melipun segera bersiap - siap berangkat ke sekolah.
Setibanya di sekolah....
"Haii, kok sendirian?" sapa Andre sambil menghampiri Meli.
"Ooh, hai ko. Iya nih lagi sendiri aja." ucap Meli sambil menatap ko Andre.
"Ya udah sama aku aja, kita sehidup semati." ledek Ko Andre sambil tertawa ngakak yang memang menyukai Meli dari SMP, karena mereka sudah saling mengenal sejak SMP.
"Iya..iyaaa. Candaa dehh." ucap ko Andre yang mencairkan suasana tegang kala itu.
"Duhh, Meli lupa. Meli duluan ya ko, soalnya kemarin waktu pulang sekolah Bu Siska manggil Meli besok pagi ke kantornya." ucap Meli dengan terburu - buru dan langsung meninggalkan ko Andre.
"Iyaa, tiatiii." ucap Andre sambil memikirkan wajah Meli yang sangat lucu dan cantik.
~ Setibanya di kantor, Melipun menghampiri meja bu Siska.
"Pagi bu Siska, ada yang bisa dibantu bu?" ucap Meli dengan sopan santunnya. Sudah tidak heran lagi, banyak sekali guru - guru yang menyukai Meli karena kesopanannya.
"Oiya nakk, ibu mau kasih catatan sejarah. Tolong kamu kasih juga ke teman - teman, Soalnyabnanti ibu tidak bisa mengajar karena harus mengadakan rapat dengan para orang tua.
"Baik buu, akan saya sampaikan ke teman - teman." ucap Meli sambil meninggalkan kantor guru.
******
Kegiatan pembelajaranpun berlangsung, Melipun juga sudah memberikan catatan yang diberikan bu Siska kepada teman - temannya. Tepat pukul 10.00 Wib, bel istirahatpun berbunyi.. Stev yang sudah sedari tadi berada di lapangan basket...
"Mell, kita ke lapangan basket yukk, sekalian ngeliat Stev." ucap Rin sambil mengajak Meli dengan bersemangat. Karena Rin tau betul tempat kedua Stev di sekolah adalah lapangan basket.
"Hmm, ada apa nihh. Tumben amat Rin ngajak ke lapangan basket." Pikir Meli dalam hati.
"Yukk" ucap Meli sambil menyetujui ajakan Rin yang nampak tidak sabar.
Setibanya di lapangan basket... Melipun menyadari tingkah aneh dari sahabatnya dan segera melihat pandangan Rin.
"Goo, tim Rei pasti bisa, go" ucap grup perempuan yang menyemangati tim Rei. Rei adalah laki - laki tampan yang sangat handal bermain basket, dia adalah siswa jurusan teknik. Tak heran banyak kaum perempuan yang mendekati Rei dan berterus terang mengutarakan isi hatinya kepada Rei. Namun karena sikap dinginnya, membuat banyak kaum wanita yang semakin tertarik untuk lebih mendekatinya.