
Meli dan Rin adalah 2 sahabat yang terkenal di sekolahnya. Selain karena kecerdasan dan kesopanan yang mereka miliki, Melipun juga mempunyai sifat yang ramah, baik dan berparas cantik membuat dia banyak
dikagumi oleh kaum lelaki. Sedangkan Rin, diapun juga memiliki sifat yang baik hati, berparas cantik dan pemikirannya yang sangat polos membuat banyak kaum lelaki yang tertarik dengannya.
*******
"Ringg.... ring... Bel sekolah pun berbunyi tapat pukul 07.00 Wib. Siswa - siswipun segera masuk kedalam kelas."
"Rinn, udah kerjain tugas matematika dari bu Ira belum?" tanya Meli
"Udah donggg" ucap Rin dengan bersemangat. Sudah tidak heran lagi, pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat disukainya.
Meli yang melihat puas dengan respon dari Rinpun sudah menduga apa yang akan dilihat dan didengarnya. Mereka pun melanjutkan beberapa pelajaran hingga bel istirahatpun berbunyi.....
"Mell, cobain deh sop buatankuu." ucap Rin dengan memberikan suapan.
"Wah enak bangett Rinn" ucap Meli sambil mencicipi masakan Rin. Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka untuk saling berbagi makanan.
"Nih, buat kamu. Perempuan cantik itu harus sering minum susu kacang." ucap Moris sambil memberikan susu kacang kepada Rin. Moris adalah salah satu teman sekelas Rin dan Meli, sudah bisa Meli pastikan bahwa lelaki ini tertarik pada sahabatnya.
"Oo...iya, Terima kasih. Ga usah repot - repot, Ris." ucap Rin dengan ekspresi terkejut karena kedatangan Moris secara tiba - tiba.
"Ehemm.. hemm" ucap Meli sambil menggoda mereka berdua.
"Dah lah gua cabut dulu" ucap Moris dengan gayanya yang sok keren itu.
"Idihh, sok keren amat tuh orang." ucap Meli dengan tatapan sinisnya. Sudah tidak heran lagi dengan sikap Moris, karena dia adalah ketua geng blasukan yang terkenal sangat nakal di sekolah ini.
"Rinn, aku punya firasat buruk kalo kamu beneran jadi sama dia. Bisa - bisa MADESU." canda Meli dengan tertawa terbahak - bahak.
"Astagaa.... ga lah ga bakal, Melll. Kamu tenang aja." ucap Rin sambil tertawa karena mendengar ucapan sahabatnya itu.
Tak lama kemudian, bel selesai istirahatpun berbunyi.. Namun, pak Warlampun belum memasuki kelas. Indrapun segera memulai aksi nakalnya dengan menjahili Meli.
"Ihh, balikin sini pulpen gua. Ngeselin banget sihh." ucap Meli dengan wajah kesalnya kepada Indra karena pulpen Meli sudah berada di genggaman Indra.
"Sini ambil kalo bisa" ucap Indra sambil meledek Meli, karena postur tubuh Indra yang besar dan tinggi membuat Meli susah mengambil pulpennya.
"Huhh, lagi - lagi Indra cari masalah. Indra balikin pulpen Meli." ucap Rin sambil memanggil Indra. Indra adalah salah satu teman sekelas Meli dan Rin. Menurut pengamatan Rin, sepertinya Indra tertarik dengan sahabatnya ini.
"Yaudah nih balikin, huhh." ucap Indra sambil mengeluh dengan mengembalikan pulpen Meli.
Kegiatan pembelajaranpun berlangsung, hingga bel pulang sekolahpun berbunyi. Siswa - siswi pun sudah pulang dan sampai di rumahnya. Sesampainya di rumah....
"Huhh, lelah sekali pelajaran hari ini." ucap Meli sambil meletakkan tasnya di atas meja belajar. Ya karena hari ini memuat beberapa pelajaran yang sangat rumit dan cukup menguras otaknya.
Tak lama kemudian, pikirannyapun tertuju dengan 1 kotak kecil di kamarnya sehingga dia segera menghampiri dan memandangi kotak itu.
" Sudah lama kenangan itu berlalu, tapi kenapa kamu tak kunjung datang bahkan kabar darimupun tidak bisa kumukan" pikir Meli dalam hati sambil memegang kotak kecilnya itu.
~ Meskipun kenangan Meli bersama Nico sudah berlalu 9 tahun lamanya. Namun, kenangan itu sama sekali tidak bisa dia lupakan sedikitpun. Tapi, kenangan itu sama sekali tidak membuat Meli untuk selalu bersedih melainkan membuat Meli menjadi perempuan yang ramah tersenyum, karena Meli sadar bahwa kenangannya bersama Nico tidak pantas untuk disedihkan berlarut - larut meski hal itu sering mengusik pikirannya.