Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
NYAMAN


Meli sudah memiliki rencana, sehabis lulus SMK dia akan bekerja selama 1/ 2 tahun, kemudian dia akan melanjutkan kuliah dengan uangnya sendiri. Namun, tanpa Meli sangka bahwa rencananya dengan Rin tidak jauh berbeda.


******


Keesokan harinya, Melipun terbangun dan segera menuju ke kamar mandi. Setelah itu, Meli segera menuju dapur untuk sarapan..


"Mell, kok bangun pagi hari ini? Kan udah ga sekolah." tanya ibu Meli yang merasa bingung karena melihat Meli sudah mandi dan rapi.


"Iya ma, udah kebiasa bangun pagi." Ucap Meli.


"Ya udah, makan dulu. Itu ada udang saus tiram kesukaan kamu." ucap ibu Meli sambil membuka tudung saji.


"Makasih maa. Emang mama paling the best deh." ucap Meli sambil mencium pipi sang ibu.


"Mama ga dagang hari ini?" tanya Meli sambil menyantap makanan kesukaannya.


"Iya, mama lagi ga dagang hari ini." ucap Ibu Meli.


"Oo yaudah, mama istirahat aja hari ini. Ga boleh kecapean ya ma." ucap Meli yang sangat peduli dengan kedua orang tuanya.


"Iyaa.." ucap ibu Meli dengan tersenyum hangat.


~ Setelah menyantap makanan, Melipun segera menuju ke kamarnya dan tampak berpikir..


"Hmm. Karena ijazah baru bisa diambil minggu depan, otomatis aku ga bisa nih ngelamar kerja. Tapi, sambil cari - cari juga deh siapa tau ada yang nerima." gumam Meli yang tampak serius berpikir.


"Ring...Ringg." bunyi telepon masuk dari Stev. Sontak membuat Meli segera mengangkatnya..


"Haloo, kenapa Stev?" tanya Meli dengan terkejut.


"Haii, Mell.. Hari ini lu sibuk ga?" tanya Stev.


"Hmm.. Ga sih, napa?" tanya Meli dengan penasaran.


"Ya udah nanti jam 2 siang gua jemput ya, temenin gua." ucap Stev dengan manja.


"Hah?! Ga lah gua males." ucap Meli dengan ketus.


"Ihh, temenin ya.. ya? gua beliin coklat matcha yang merek terbaru itu dah." Rayu Stev dengan segala cara.


~ Tidak kerasa jam sudah menunjukkan pukul 13.30 Wib. Meli tersadar dan segera bersiap - siap...


"Aduhh, gegara sibuk nyari loker nih jadi lupa mau siap - siap." ucap Meli. Dengan make up naturalnya serta dress putih di bawah lutut yang dikenakannya, membuat penampilan Meli sangat serasi dan terlihat perfect. Segera Meli bergegas ke ruang tamu..


"Waduhh, mau kemana Mell?" tanya ibu Meli yang merasa sangat bingung.


"Biasa maa, tuu anak kesayangan mama si Stev." ucap Meli sambil memakai flatshoesnya. Ibu Meli menyayangi Stev dan Rin seperti anaknya sendiri, terkadang membuat Meli iri sendiri melihatnya.


"Oohh, ya udah ga usah buru - buru pulang." ucap ibu Meli yang merasa tenang karena Meli pergi dengan Stev.


"Iya ma..." ucap Meli dengan wajah datarnya.


~ Tidak lama kemudian, Stevpun sampai di depan rumah Meli dengan mengendarai sebuah mobil hitam keluaran terbaru. Setibanya di rumah Meli, Stevpun disambut hangat oleh ibu Stev..


"Haii tann, Melinya ada kan tan?" sapa Stev sambil bertanya.


"Iya ada kok nak." ucap ibu Meli dengan tersenyum.


"Maa, aku pegi dulu yaa." ucap Meli sambil menghampiri ibunya dari dalam.


"Tan, Stev ajak pergi Meli yaa." ucap Stev sambil meminta izin kepada ibu Meli.


"Iyaa, kalian hati - hati yaa." ucap ibu Meli dengan tersenyum bahagia melihat kedekatan Meli dan juga Stev.


"Andai menantuku seperti Stev, sudah bahagia dan nyaman rasanya." ucap ibu Meli berbisik dalam hati.


*******


Selama diperjalanan....


"Stev, kita mau pergi kemana sih?" tanya Meli dengan penasaran.


"Hmm.. Kemana aja lah, asal bisa buat tenang." ucap Stev dengan tatapan sendunya.


"Kenapa? ada masalah apa? sini cerita." ucap Meli yang berubah menjadi sangat perhatian karena melihat tatapan Stev yang begitu sendu.


"Gapapaa.. Nanti aja gua ceritanya." ucap Stev sambil mengalihkan pembicaraan. Saat ini, yang hanya Stev butuhkan adalah seseorang yang berada di sisinya. Tak lain, seseorang itu adalah Meli yang selalu membuat Stev nyaman dan merasa tenang.