
"Heh, lu ngapain ada diruangan gua?" tanya Bella dengan kasar kepada Meli.
"Saya asisten pak Lorenzo, nona." ucap Meli sambil memperkenalkan dirinya.
"Udah biarin aja yang, dia tuh cuman asisten ga guna yang hanya bisa ngurusin masalah sepele." ucap Lorenzo sambil menghina Meli dihadapan Bella.
"Deg.. Seketika kata - kata itu sangat menusuk hati Meli dan membuat Meli segera keluar dari ruangan tersebut.. Melipun segera menuju sebuah taman, tanpa ia sadari tiba - tiba air matanyapun menetes dengan begitu cepat.
"Gua emang orang miskin, tapi bukan berarti lu bisa nginjek - nginjek harga diri gua." ucap Meli sambil menangis.
"Ring.. ringg." panggilan masuk dari Rin, segera ia menghapus air matanya..
"Mell, gimana kerjanyaa?" tanya Rin dengan perhatian.
"Enak kok Rinn, orang - orang di sini juga pada baik." ucap Meli sambil berbohong.
"Ooh bagus dehh, nanti jangan lupa makan siang yaa. Jaga kesehatan my bestie." ucap Rin.
"Iyaa bebb, kamu ugaa.. baii." ucap Meli sambil mengakhiri telepon Rin.
~ Tidak kerasa sudah 2 jam lamanya Meli berada di taman itu dan Bellapun sudah pulang.. Segera ia kembali ke ruangan Lorenzo untuk menanyakan tugasnya.
"Sabarr Mell sabarr.. Lu harus berjuang." bisik Meli dalam hati.
"Permisi pak, ada yang bisa dibantu?" tanya Meli dengan sopannya.
"Bereskan semua file - filenya ke dokumennya masing - masing. Saya ada meeting dengan clien." ucap Lorenzo sambil meninggalkan Meli.
Melipun membereskan semua file - file dengan teliti dan membersihkan meja Lorenzo dengan sangat rapi. Bahkan ia sudah mengganti minuman Lorenzo dengan teh manis. Sudah 2 jam lamanya, akhirnya Lorenzopun kembali ke ruangannya dan melihat sekitar mejanya..
"Rapi juga, untung bisa diandelin." bisik Lorenzo dalam hati.
~ Hari inipun berhasil Meli lewati meski banyak hal yang membuat ia tidak nyaman. Tidak kerasa haripun sudah sore, Meli segera bersiap - siap pulang karna Lorenzo sudah pulang terlebih dahulu.
*******
Setiap hari sabtu dan minggu, semua karyawan Jiang Group diliburkan. Keesokkan harinya, karna hari ini adalah hari sabtu maka Meli tidak bekerja di Jiang Group. Namun, ia harus siap sedia disaat Lorenzo memanggilnya karna Meli adalah asisten pribadi Lorenzo. Melipun memutuskan pergi ke cafe untuk bernyanyi..
Setibanya di cafe..
"Iya nih, mbaa. Aku udah dapet kerja sekarang, jadi jarang ke sinii." ucap Meli sambil tersenyum.
"Eh Mell, akhir - akhir ini pak Ale sering bawa cewe lho ke cafe ini. Kayanya sih pacarnya." ucap Salsa.
"Wuahh. Iya kah?" tanya Meli dengan penasaran.
"Iya Mell, sama cewe yang pernah pergi sama kamu ke cafe ini." sahut Chika.
"Hahh?! Seriusan?" tanya Meli dengan sangat terkejut mengetahui hubungan kakaknya dengan ko Ale.
"Iyaa serius Mel." ucap Chika dan Salsa secara bersamaan.
"Hmm.. Bagus dongg." ucap Meli sambil tertawa bahagia karna usahanya berhasil.
~ Melipun segera membawakan beberapa lagu yang membuat banyak orang tertarik mendengarnya.. Khususnya dengan kaum lelaki, banyak yang meminta tanda tangan bahkan foto bareng dengan Meli. Hal itu karna Meli termasuk dalam kriteria idaman
para lelaki. Tidak kerasa sudah 3 jam lamanya, Meli bernyanyi diselingin dengan istirahat..
"Emang the best penampilan lu, Mel." ucap seorang lekaki yang tak lain adalah Ale.
"Ko Alee, udah lama ga ketemu ih." ucap Meli sambil menyentuh Ale dengan telunjuknya.
"Iya, lu yang sombong lagian." ucap Ale dengan wajah cemberut.
"Maaff koo, gua lupa cerita sama luu. Gua keterima kerja akhir - akhir ini." ucap Meli yang nampak bersalah.
"Iyaa iyaaa, gua ngertii kok." ucap Ale dengan tersenyum hangat.
"Maacii koko iparr, gua pulang duluan yaa." ucap Meli yang segera meninggalkan Ale dan menuju ke parkiran.
Disaat ia hendak mengambil sepedanya, tidak sengaja iapun melihat seorang perempuan yang ia kenali..
"Itu kan... Bella, iya bener itu Bella. Tapi kok bukan sama Lorenzo ya?" ucap Meli yang terlihat sangat bingung karna melihat Bella menggandeng lengan lelaki lain dengan sangat manja.
"Ahh, ngapain gua pikirin sih.. Itukan urusannya si cowo ngeselin itu, bukan urusan gua." ucap Meli segera mengambil sepedanya dan hendak melaju pulang.