Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
BINGUNG


"Gua bingung, Rich." ucap Nico dengan ekspresi bingung.


"Napa?" tanya Richie dengan santainya.


"Meli, gua ga tau selama ini dia ada di samping gua." ucap Nico dengan tatapan sendu.


"Akhirnya lu sadar sekarang ko." ucap Richie dengan ekspresi lega.


"Lu udah tau?" tanya Nico dengan terkejut.


Richiepun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum..


"Dari hari pertama dia kerja disini, gua udah cari tau semua informasi identitas dia." ucap Richie dengan senyum bangga.


"Lu emang bener - bener ya Rich." ucap Nico dengan wajah kesalnya.


"Gua cuman mau lu sadar sendiri ko, gua tau lu berdua selama ini pisah dah lama banget." ucap Richie sambil menjelaskan.


"Gua ga tau lagi harus gimana ngadepin Meli sekarang." ucap Nico dengan lesu.


"Meli udah baikan?" tanya Richie yang mengetahui bahwa Meli dirawat di rumah sakit karna insiden kecelakaan kemarin.


"Dah baikan, lu kapan jenguk dia?" tanya Nico


"Besok gua jenguk kakak ipar gua." ucap Richie sambil meledek Nico.


"Meli ga mau nerima kehadiran gua Rich." ucap Nico sambil menundukkan kepalanya.


"Lah napa?" tanya Richie dengan terkejut.


"Karna perlakuan gua selama ini ke dia, ya wajarlah dia benci sama gua." ucap Nico dengan rasa bersalah.


"Hmm... Saran gua kalo emang lu serius sama Meli, ungkapin ke dia buktiin kalo emang lu serius sama dia." ucap Richie dengan serius.


"Iya Rich, gua pasti usahain." ucap Nico dengan bersemangat.


******


Setelah kepergian Nico, saat ini Meli sedang termenung karna memikirkan sesuatu....


"Kenapa sih cinta itu rumit, mudah dirasa tapi susah untuk diungkapkan." ucap Meli sambil melihat pemandangan luar dari balik jendela.


"Ceklik..." bunyi pintu terbuka, tampaklah seorang pria yang mendekati Meli...


"Ihh apaan deh." ucap Meli dengan jutek sambil melepaskan pelukan Stev.


"Jangan judes gitu napa, ntar manisnya ilang lho." ucap Stev sambil meledek Meli.


"Kok sendiri, mana Rin?" tanya Meli dengan penasaran.


"Gua mau kita berduaan dulu." ucap Stev sambil mengedipkan matanya ke arah Meli.


"Lu sakit?" tanya Meli sambil memegang kening Stev yang tampak normal.


"Iya, sakitnya disini." ucap Stev yang segera menarik tangan Meli dari keningnya dan menempelkannya tepat di dada bidangnya sebelah kiri.


"Masih sakit?" tanya Meli dengan polosnya.. Stevpun menggelengkan kepalanya..


"Karna lu udah sadar dan ada di depan gua sekarang." ucap Stev dengan senyum hangatnya.


"Ihhh." ucap Meli sambil menjitak kening Stev.


"Ah sakit tau." ucap Stev sambil memegangi keningnya..


"Makanya cepet cari cewe, biar sahabat sendiri ga digodain terus." ucap Meli dengan wajah kesalnya.


"Salah sendiri lu juga JOMBLO." ucap Stev dengan tertawa ngakak.


"Ih nyebelin." ucap Meli dengan wajah cemberutnya.


"Cepet sembuh, biar kita bisa main bareng lagi. Baru juga gua tinggal berapa bulan, lu udah begini." ucap Stev dengan serius sambil mengelus kepala Meli.


"Iyaa bawell." ucap Meli dengan tersenyum.


"Btw, makasih yaa sahabatkuu tercayang.. Udah bela - belain pulang kesini demi dirikuu." ucap Meli sambil mencubit pipi Stev.


"Huhh.. Mulai lagi " ucap Stev dengan bersikap pasrah.


"Stev, laperr." ucap Meli dengan sikap manjanya. Sudah tidak heran lagi, karna kedekatannya dengan Stev membuat mereka seperti seorang kakak dengan adiknya..


"Makan makanan rumah sakit! ga boleh yang lain." ucap Stev dengan tegas karna menyadari betul bahwa Meli tidak menyukai bubur.


"Tapii ga suka bubur." ucap Meli dengan tatapan memohon sehingga membuat Stev luluh dengan sikap manjanya. Namun dengan segala cara, Stev mengganti bubur dengan nasi lembut dan berbagai makanan sehat yang telah disiapkan rumah sakit.


~ Stevpun merawat Meli dengan sangat tulus dan perhatian.. Ia bahkan tidak mengetahui perasaan apa yang ia simpan selama ini untuk Meli, yang ia tau hanyalah ia menyayangi Meli dan Rin dengan tulus. Ia bahkan tidak segan - segan untuk menyingkirkan orang - orang yang berusaha menyakiti Meli maupun Rin.. Namun, Stev merasa sedikit lega karna adanya Rei yang selalu menjaga Rin...