Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
KEHANGATAN KELUARGA


Hari sudah nampak sore....


*******


"Mell, nanti malem bukan gua yang jaga yaa." ucap Stev dengan lembut.


"Iyaa gapapa Stevv, gua bisa sendiri kok." ucap Meli dengan bersemangat.


"Good girl." ucap Stev sambil mengelus kepala Meli.


"Sekarang udah sore, Stev harus pulang ok? Stev harus mandi, istirahat ga boleh kecapean." ucap Meli dengan perhatian.


"Iyaa iyaa, nanti." ucap Stev sambil tertawa.


"Huhh... nyebelin." ucap Meli


"Ceklikk.." tiba - tiba bunyi pintu terbuka...


"Duhh Melii, anak mama." ucap Ibu Meli yang segera memeluk Meli sambil menangis.


"Mamaa." ucap Meli yang segera membalas pelukan sang ibu dengan hangat.


"Akhirnya kamu sadar dee." ucap ibu Meli sambil mengecup kening Meli.


"Papa, cici." panggil Meli dengan gembira karna keluarganya berkumpul.


"Stev, makasih ya nak udah ngerawat Meli." ucap ayah Meli sambil menepuk bahu Stev.


"Iya omm, udah kewajiban Stev buat jagain Meli." ucap Stev dengan dewasa..


"Stev pulang dulu ya nak, kamu harus istirahat. Tugas jadi CEO itu berat, kamu harus merefresh dulu pikiranmu." ucap ayah Meli dengan tegas dan juga perhatian.


"Iyaa om, Stev pamit pulang dulu ya." ucap Stev dengan sopan kepada ayah Meli.


"Tann, cii.. Stev pulang dulu yaa." ucap Stev dengan ramah.


"Iyaa anakkuu. Hati - hati yaa nak." ucap ibu Meli segera memeluk Stev dengan hangat.


"Okii tanskii." ucap Stev sambil membalas pelukan ibu Meli dan melambaikan tangannya kepada Meli dan juga Jesi.


~ Setelah kepergian Stev, keluarga kecil inipun kembali hangat dengan berbagai canda dan tawa... Jesi dan kedua orangtuanyapun sepakat untuk menginap di ruangan Meli dan menemaninya..


******


Keesokkan harinya, seperti biasa Jesi dan sang ayahpun segera bergegas untuk pergi bekerja.. Kini tinggalah Meli dengan ibunya..


"Gimana mama ga kurus de, mama ngeliat kamu setiap hari ga makan dan terbaring lemah gitu aja. Mama ga nafsu makan sama sekali." ucap sang ibu sambil meneteskan air matanya.


"Unchh, mama memang ibu paling the best pokoknya di dunia ini dan di hati Meli." ucap Meli sambil mencium dan memeluk sang ibu dengan manjanya..


"Ceklikk..." tiba - tiba bunyi pintupun terbuka.. Nampaklah seorang perempuan dengan seorang lelaki dari balik pintu....


"Morning my babyy." ucap Rin dengan sangat bersemangat sambil memeluk Meli yang kini tampak bingung melihat tingkah sahabatnya..


"Astogehhh, babiikuuuu." ucap Meli dengan tertawa ngakak..


"Ihh nyebelinkan tan si Meli." ucap Rin dengan wajah kesalnya sehingga membuat ibu Meli ikut tertawa ngakak melihat kedekatan Meli dan Rin..


"Reii, ga mau peluk juga nih?" tanya Meli sambil meledek Rei yang hanya berdiri sedari tadi.


"Lu tau sendiri Mell, nih macan di sebelah gua." ucap Rei tanpa berpikir panjang sehingga membuat Meli dan ibunya kembali tertawa..


"Aduhh, kelakuan anak muda sekarang.. Ada - ada aja dehh." ucap ibu Meli dengan tawa bahagianya..


"Tann, udah ok belum nih?" tanya Rin sambil berbisik dengan ibu Meli.


"Mantulll Rinn, untung kamu pake cara ampuh yang diajarin tante." ucap ibu Meli dengan senyum bangga.


"Ih cara ampuh apaan deh" ucap Meli yang terlihat penasaran.


"Ada dehh, rahasia kita berdua ya tann." ucap Rin sambil mengedipkan matanya kearah ibu Meli.


"Iyaa betull Rin.. Jomblo dilarang tau." ucap ibu Meli sambil tertawa sehingga membuat Rin dan Rei ikut tertawa mendengar ucapan ibu Meli.


"Ishh, liat aja nanti Meli bawa pacar Meli." ucap Meli dengan sombongnya.


~ Setelah asik mengobrol berempat, kini ibu Meli bersiap untuk pulang karna diminta oleh Meli dan juga Rin untuk beristirahat di rumah..


"Tann, pulangnya naik apa?" tanya Rei dengan perhatian.


"Paling tante naik taksi nak." ucap ibu Meli dengan tersenyum.


"Biar Rei aja tan yang nganterin.. Udah agak siang pasti susah dapet taksi tan." ucap Rei sambil membawa barang bawaan ibu Meli..


"Duhh Reii, kamu udah dapet restu nak dari tante buat sama Rin." ucap ibu Meli sambil menepuk bahu Rei..


"Ah tante, bisa banget dehh." ucap Rin dengan tersenyum bahagia.