Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
PENDEKATAN


~ Setelah perkenalan itu, membuat kita semua untuk saling mengenal meski masih ada rasa canggung diantara kita. Karena sikap dingin dan jutek seorang Nico, membuat keempat anak perempuan ini senggan untuk mengajaknya bermain.


"Nicoo main yuk" ucap Darma memanggil Nico dari depan rumahnya.


"Eh Darma, yuk main apa?" ucap Nico sambil bersiap keluar rumah.


"Kita main yuk kerumah Meli, biasanya mereka lagi main barbie/ masak - masakkan gitu" ucap Darma sambil mengajak Nico


"Yakin nih kita main kesana?"tanya Nico dengan keraguan karena pergi bermain kerumah perempuan.


"Santai aja Nic, kita tuh suka main bareng di rumah Meli."ucap Darma meyakinkan Nico


*******


Karna Anton sedang ujian, sehingga dia tidak bisa ikut main bersama saat itu. Setibanya di rumah Meli, Darma dan Nico pun memberi salam kepada ibu Meli dan bergegas ke lantai 2. Karena Darma paham betul dimana biasanya teman - temanya bermain.


"Pas sekali mereka sedang main masak - masakan" ucap Darma sambil meledek Nico


"Aku pesan 2 porsi nasi goreng dengan es teh manis di cafemu." ucap Darma mengarah kepada Meli selaku pemilik cafe.


"Oo baik tuan, mohon tunggu" ucap Meli dengan ekspresi kaget dan malu karena melihat Nico dari dekat.


"Ehemm... ehemm" ucap Wulan yang melihat wajah merahnya Meli.


"Kenapa Lan?" tanya Jesi dengan penasaran.


"Coba lihat wajah Meli sekarang, Jes" bisik Wulan kepada Jesi. Dan Jesi pun menyadari tingkah aneh dari adiknya ini.


~ Dengan penuh canda dan tawa karena ulah Darma, membuat kita tertawa lepas dan saling lebih dekat.


********


"Perempuan itu berbeda, sifatnya yang sangat ramah dan senyum manisnya membuatku senang melihatnya" ucap Nico dengan pikiran polosnya


~ Hari - haripun berlalu, kita semua sering menghabiskan waktu libur dengan main bersama. Namun karena Anton, Jesi dan Wulan lebih tua ketimbang 4 temannya yang lain, membuat mereka untuk lebih mempersiapkan ujiannya. Sedangkan Darma, dia hanya bermain ke sini saat liburan saja karena rumahnya berada di luar kota dan rumahnya yang disini adalah rumah saudaranya. Dan Angel pun juga banyak mengikuti jadwal les setiap harinya, karena jadwal les yang begitu padat membuat dia jarang untuk bermain bersama. Namun, Nico tidak mau membuat Meli kesepian sehingga ia rajin untuk selalu datang kerumah Meli.


"Haii tante, Meli ada tan?" sapa Nico kepada ibunya Meli.


"Ooh ada Kok, masuk aja Nico" ucap ibunya Meli.


"Melii, aku bawain motor balapku nih buat kamu." ucap Nico dengan memberikan mainan itu kepada Meli


"Wahh, gimana cara mainnya Nic?" tanya Meli dengan ekspresi penasaran. Sudah tidak heran lagi, setiap harinya Nico datang ke rumah sambil memberikan mainannya kesukaannya kepada Meli.


"Caranya seperti ini, coba lihat baik - baik." ucap Nico sambil meragakan cara memainkan motor balap itu.


"Wah keren yaa, Makasih Nico udah datang setiap hari buat nemenin aku" ucap Meli dengan tatapan terharu.


~ Nico pun membalas Meli dengan senyuman manisnya. Perempuan yang hanya bisa membuat sifat jutek dan cueknya luluh adalah


Meli seorang. Nico sangat menyayangi Meli dengan tulus dan polosnya, karena mengingat umur mereka yang masih berumur 5 tahun.


*******


Biasanya pada sore hari, Meli datang kerumah Nico untuk mengajaknya bermain. Setibanya dirumah Nico, mereka memutuskan untuk bermain kantor - kantoran.


" Aku bawain kamu makan siang lho, dimakan yaa." ucap Meli layaknya seorang istri yang membawakan bekal untuk Nico selaku direktur kantor itu.


"Makasih Melll" ucap Nico sambil memberikan senyuman manis kepada Meli.


~ Nico pun berlaga selayaknya suami yang bekerja sebagai direktur kantor dan Meli yang berlaga selayaknya istri Nico. Mereka tampak serasi dan bahagia karena mereka saling menyayangi.