
~ Disaat keempat anak perempuan itu sedang bahagia karena banyak hal lucu yang membuat mereka tertawa. Tiba - tiba terhenti karena kedatangan Darma, ya Darma adalah teman laki - laki dari keempat anak perempuan ini.
"Heii, ada kabar baik nih yang mau kusampaikan." ucap Darma berbicara dengan gembira sambil terbata - bata karena lari dengan terburu - buru.
"Kenapa dar, kok kamu sambil ngos - ngosan begitu?" tanya Meli dengan ekskpresi penasaran.
"Itu Mel, di... di bawah" ucap Darma sambil mengatur nafasnya kembali normal karena saking bahagianya.
"Di bawah kenapa Dar? ada apa?" tanya Angel dengan tatapan seriusnya"
"Itu, di bawah ada seseorang yang akan menjadi teman baru kita. Ayu segera turun kebawah". ucap Darma dengan ekspresi bahagia dan terburu - buru.
~ Keempat anak perempuan ini bermain masak - masakan di lantai 2 rumah Meli dan Jesi. Karena itulah Darma terlihat sangat kelelahan saat memberi tahu keempat teman perempuannya ini.
"Baiklah, tunggu sebentar kita akan merapikan barang - barang ini." ucap Jesi dengan sautan dari ketiga teman - temannya. Karena hal ini sudah menjadi kebiasaan dari mereka untuk selalu merapikan barang - barang setelah mereka selesai bermain.
"Aku saja yang merapikan barang - barang ini, kalian bertiga turunlah terlebih dahulu kesian orang itu jika menunggu kita terlalu lama." ucap Meli dengan ekspresi meyakinkan ketiga temannya itu.
"Serius nih cici bisa?" tanya Angel dengan ekspresi lucunya.
"Iyaa, buruan gihh" ucap Meli yang menyuruh ketiga temannya itu untuk segera turun menyambut kedatangan teman barunya.
*******
Setibanya di lantai bawah, tepatnya di depan rumah. Wulan, Angel dan Jesi pun sangat kaget dan terpukau dengan seorang anak lelaki yang berdiri berada di sebelah Anton dan Darma. ya Anton adalah teman laki - laki dari keempat anak perempuan ini juga.
"Heii, kalian bertiga kenapa diam saja berdiri di situ." ucap Anton selaku orang yang paling tua diantara kita berenam.
~ Karena sapaan yang dilontarkan oleh Anton, membuat ketiga anak perempuan ini pun maju selangkah lebih dekat dengan ketiga anak lelaki ini.
"Kenalin nih, dia adalah tetangga baru kita. Dia baru saja pindah hari ini, untung saja aku dan kak Anton melihatnya. Jadi kubawa saja kesini untuk kenalin ke kalian." ucap Darma dengan menjelaskan secara detail
"Aku Nico" ucap Nico dengan tatapan cueknya. Ya Nico adalah seorang anak lelaki yang terkenal dingin dan jutek terhadap perempuan, sehingga membuat banyak perempuan tertarik dengan gayanya.
Yaampunn, lelaki ini cuek sekali. Bahkan menatapku saja tidak, sungguh dingin sekali sikapnya. Gumam Wulan dalam hati.
~ Jesi dan Angel yang melihat kejadian ini pun langsung berpikir untuk sekedar menyapanya saja karena mereka lebih memilih jalan aman untuk menghadapi Nico. Akhirnya setelah itu, Meli pun datang dan melihat teman - temannya.
"Haii, ada apa nih?" tanya Meli kepada teman - temannya karena bingung dengan suasana tegang siang itu.
"Mell, kenalan nih sama Nico" ucap Darma.
"Ohh iya, haii aku Meli" Sapa Meli dengan ramah dan senyum manisnya.
"Hai, aku Nico" ucap Nico yang melihat senyum manis Meli.
"Baiklah, Nico kamu adalah teman baru dalam grup kami. Besok kita main bareng ya" ucap Anton dengan senyum lebarnya.
"Iyaa, terima kasih" ucap Nico kepada Anton.
*******
Pada malam haripun, Wulan masih memikirkan pertemuannya dengan Nico. Timbul rasa penasarannya karena Nico bersikap berbeda kepada Meli.
"Kenapa disaat aku, Jesi dan Angel menyapanya, dia nampak sangat dingin dan jutek ya?berbeda saat dia dengan Meli" ucap Wulan sambil berpikir keras.
"Ah sudahlah, lebih baik kutidur saja dari pada memikirkan hal ini" ucap Wulan sambil mencoba untuk tidur.
~ Dikala waktu yang berbeda, Meli pun tidak bisa tidur karena terus memikirkan perkenalannya dengan Nico. Sungguh lelaki itu menarik perhatian Meli, ya meskipun Meli masih berusia 5 tahun dan tergolong ini hanyalah cinta anak - anak.
"Sungguh aku ngerasain hal beda deh dari Nico. Rasanya seperti aku menyukainya pada saat pertama kali melihatnya" pikir Meli dengan polosnya.