
Meli dan Rinpun sudah tidak heran lagi dengan suasana lapangan basket setiap harinya. Meskipun Steven juga termasuk pemain yang handal dan terkenal di sekolah, tidak membuat Meli dan Rin untuk sering datang ke lapangan basket. Namun, Meli yang sedari tadi sudah menyadari tingkah laku aneh sahabatnya ini....
*******
" Udah fix nih, Rin dateng kesini bukan untuk ngeliatin Stev. Tapi buat ngeliatin si Rei, ada apaa sih." pikir Meli dalam hati.
"Heii, kangen ya sama gua." teriak Stev sambil berlari menghampiri Meli dan Rin.
"Iyaa nii kangen cama tamuuu" ledek Meli dengan wajah lucunya yang membuat banyak kaum lelaki menatap Stev dengan tatapan sinis.
"Bisa aja dehh... Btw, Rin napa nih?" tanya Stev dengan ekspresi bingung karena melihat tingkah Rin dengan tatapan fokusnya.
"Ga tau nih, Rin ngajakkin gua kesini buat ngeliatin lu. Tapi gua rasa bukan karena lu, Stev." ucap Meli dengan rasa penasarannya, sehingga membuat Stev langsung menyadari mengapa sikap Rin seperti itu.
"Rinnn..." panggil Stev dan Meli secara bersamaan, sontak hal itu membuat Rin sadar dan merespon kedua sahabatnya.
"Aduhh, sorry gaess." Ucap Rin dengan ekspresi terkejut karena ulah dua sahabatnya ini.
"Kamu mikirin apa sih Rin dari tadi?" tanya Meli dengan tatapan seriusnya.
"Ahh ga kokk... gapapaa." ucap Rin sambil berbohong.
Bel selesai istirahatpun berbunyi.. Meli, Rin dan Stevpun segera menuju kelas, karena pembelajaranpun akan segera berlangsung...
2 jampun sudah berlaluu....
"Kring.. kring.." handphone Rin dan Melipun berbunyi karena pesan yang dikirim oleh Stev. Sudah tidak heran lagii, mereka bertiga memiliki grup di media sosialnya.
"Ntar pulang main kuyy." ucap Stev sambil mengajak kedua sahabatnya.
"Main kemana?" tanya Rin dengan bersemangat.
"Biasa ke rumah gua" ucap Stev dengan wajah datarnya sambil membalas pesan teksnya. Jangan salah paham ya gaess, Stev adalah seorang putra dari keluarga Lim Group yang sangat terkenal karena mempunyai hubungan kerja sama yang baik dengan berbagai perusahaan di dalam negri maupun di luar negri. Karena kehangatan dan kasih sayang dari kedua orang tua Stev, membuat Meli dan Rinpun senang untuk bermain di rumah Stev yang seperti istana.
"Yaudah izin dulu ke ortu kalian, jangan lupa^^." ucap Stev dengan ekspresi senangnya.
*******
Bel pulang sekolahpun berbunyi.... Meli dan Rin yang sudah izin kepada orangtuanya pun segera berberes dan menghampiri Stev.
"Stevv..." panggil Meli dan Rin yang sudah menunggu di depan kelas Stev.
"Kuyy..." ucap Stev dengan bersemangat dan mengajak kedua sahabatnya itu.
~ Mereka bertigapun segera menaiki mobil Stev, dengan penuh canda dan tawa mereka selama diperjalanan tanpa sadar mereka sudah sampai di depan rumah Stev.
"Wah ga kerasa ya kita udah sampe, gegara becanda mulu nih." ucap Rin dengan penuh semangat.
"Iya nihh udah sampe aja." ucap Meli dengan senyum bahagianya.
~ Kedatangan Meli dan Rinpun disambut hangat oleh ibu Stev. Hal itulah yang membuat Rin dan Meli senang bermain di rumah Stev...
"Aduhh, anak - anak gadis mamii." ucap Ibu Stev sambil menyambut Meli dan Rin.. Stev adalah anak tunggal sehingga membuat dia menjadi seseorang yang sangat pendiam. Semenjak kedatangan Meli dan Rin memberikan kebahagiaan dan ketenangan pada Stev, karena itulah ibu Stev sangat menyayangi Meli dan Rin seperti anak kandungnya.
"Mamii...." panggil Meli dan Rin secara bersamaan, sambil memeluk ibu Stev.
"Dramapun dimulai" ucap Stev melihat tingkah 3 perempuan di depannya sambil tersenyum bahagia.
"Ayuu masukk, mamii udah buatin masakan enak lhoo khusus buat kalian." ucap ibu Stev sambil menyiapkan makanan untuk ketiga anaknya.
"Gimana kabar mami sama papii?" tanya Meli dengan senyuman manisnya.
"Syukur keadaan mami sama papi sehat - sehat aja nak.." ucap ibu Stev sambil memberikan senyuman hangatnya.
Seketika kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti suasana makan bersama mereka. Senyum bahagia Stevpun terpancar karena merasa nyaman dengan apa yang dia miliki sekarang.