Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
SEBUAH BUCKET BUNGA


"Lah, terus kalian kemana tadi?" tanya Rin dengan penasaran.


"Biasa Rinn.. Noh fansnya Stev, gilee berebut buat ngedeketin Stev." ucap Meli dengan tatapan kesalnya.


"Ya gimana, jangan salahin gua yang terlahir ganteng." ucap Stev dengan pedenya.


"Idihh, ga banget." sahut Meli dan Rin secara bersamaan.


"Eh btw, foto bareng dulu kuyy." ajak Meli dengan bersemangat.


"Kuy" sahut Rin, Rei dan juga Stev. Mereka berempatpun segera berfoto sebanyak mungkin, dan segera mengunggah beberapa foto di akun media sosialnya.


~ Tidak lama acarapun dimulai, siswa - siswi diminta untuk duduk sesuai dengan posisi yang sudah ditentukan. Seperti biasa, siswa - siswi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan setelah itu dilanjutkan dengan berdoa.


"Selamat pagi anak - anak, selamat datang di acara graduate tingkatan XII SMK Jaya Unggul." sapa bu Susi selaku kepala sekolah dengan meriah.


Berbagai kegiatanpun akan dilaksanakan, seperti penampilan dance dari ade kelas, pembagian medali dan sertifikat, kegiatan foto bersama, penampilan dari band terkenal di sekolah, dan masih banyak hal menarik lainnya.


"Wahh, keren banget sih yang itu. Bodynya lentur bangett." ucap Meli dengan takjub melihat penampilan salah satu member dari group A.


"Iya benerr, keren bangett." sahut Rin dengan tatapan terpukau. Karena posisi duduk sesuai dengan absen membuat posisi duduk Rin dan Melipun bersampingan.


"Stev demen nih ngeliat yang beginian." ledek Meli sambil tertawa membayangkan tingkah Stev.


"Iya sih, gimanapun juga dia kan cowo." ucap Rin sambil berpikir.


*****


Dilain sisi, posisi duduk Stev dan Reipun juga bersampingan sehingga membuat mereka tampak akur dan juga rusuh.


"Keren juga ya dancenya, kompak bett." ucap Rei yang melihat dengan serius.


"Seksi sih gayanya, tapi gua ga suka." ucap Stev dengan ekspresi yang tidak tertarik.


"Hahaha, Lu sebenernya suka tipe cewe yang kek gimana sih?" tanya Rei dengan penasaran.


"Gutt, gua suka yang kek gini." ucap Rei menyetujui pendapat Stev.


~ Penampilan dance dari group A pun sudah selesai. Kini waktunya pembagian medali kepada semua murid dan foto bersama sesuai dengan kelas masing - masing bersama wali kelas dan juga kepala sekolah. Setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman pembagian sertifikat akuntansi bagi murid yang lulus mengikuti ujian tingkatan akuntansi.


"Selamat siang anak - anak, ibu selaku ketua jurusan akutansi akan memberikan sertifikat kepada murid - murid jurusan akuntansi atas penilaian yang telah mereka capai." ucap ibu Mitha sambil membacakan nama murid - murid yang dinyatakan lulus ujian tingkatan akuntansi.


"Jenny Candra, Silvia Meli, Robert Andi, Jericho Halim, Putri Lia, Rin Alexandra, Salsa Lee, Chika Lestari, William Hadison, dan Indra Gunawan. Inilah 10 murid yang lulus ujian tingkatan akuntansi dengan nilai terbaik tahun ini.. Selamat nak." ucap ibu Mitha sambil memberikan sertifikat dan berfoto bersama.


"Sahabat gua emang paling the best dah." ucap Stev dengan bangga.


"Yoaii, mereka paling the best." sahut Rei.


~ Waktupun sudah menunjukkan tepat pukul 12.00, siswa - siswipun diminta untuk segera menuju hallroom 2 untuk beristirahat. Berbagai makanan dan minumanpun sudah disediakan, bahkan terdapat panggung band yang siap menghibur para murid.


"Wah Rinn, ini hotel bener - bener bagus banget." ucap Meli yang masih terheran memandangi sekitar hotel yang nampak mewah itu.


"Iya Mell.. Kita bagaikan tuan putri di sini." ucap Rin membuat Meli tertawa.


Setibanya di hallroom 2, Meli dan Rinpun segera menuju meja minuman.. Berbagai warna minuman tersebut berhasil membuat mereka tertarik dan segera meminumnya.


"Seger banget Rinn, rasa melon lagi punyaku." ucap Meli sehabis meminum minuman berwarna hijau yang tak kala itu adalah rasa melon.


"Iyaa seger banget.. Punyaku rasa anggur nih." ucap Rin sehabis meminum minuman berwarna ungu yang tak kala itu adalah rasa anggur.


"Mell, nih buat lu." ucap Indra yang menghampiri Meli sambil membawa sebuah bucket bunga secara tiba - tiba sehingga membuat Meli terkejut.


"Hahh?! buat gua?" tanya Meli dengan ekspresi terkejutnya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iyaa, buat sapa lagi elahh." ucap Indra dengan wajah juteknya sambil memberikannya kepada Meli.


"Unchh, co cweet banget sih Indraa." ucap Rin merasa terharu dengan sikap Indra.


"Ma..kasih, dra." ucap Meli dengan terbata - bata.