
"STEV..." panggil Meli dengan tatapan berkaca - kaca sehingga membuat langkahan Stev terhenti.
"Meli." ucap Stev sambil berbalik dan melihat Meli. Segera Stev menghampiri Meli dan memeluknya..
"Bodoh, pergi ga mau bilang - bilang." ucap Meli sambil menangis dan menjitak kening Stev.
"Maaf Melii." ucap Stev sambil menatap dan menghapus air mata Meli.
"Jaga kesehatan selama di sana, belajar yang rajin. Doa terbaik selalu beserta lu." ucap Meli yang segera menghapus air matanya dan menyuruh Stev segera masuk bandara.
"Lu harus jaga diri ya, jangan sedih melulu." ucap Stev sambil mengelus pala Meli dengan lembut. Melipun mengangguk dan memeluk Stev sebagai seorang sahabat meski sesekali ia menghapus air matanya.
~ Setelah mengatar kepergian Stev di bandara. Melipun memutuskan untuk segera pulang dan beristirahat. Setelah mengatar Meli pulang.....
"Meli keliatan sedih banget yaa." ucap Rei yang masih memikirkan sikap Meli.
"Iya, Meli tuh yang paling cengeng di antara kita bertiga. Apalagi kalo orang yang dia sayang pergi tiba - tiba.." ucap Rin dengan wajah sedihnya sambil menghela nafas.
"Mudah - mudahan Meli gapapaa deh." ucap Rei dengan tulus.
"Iyaa Amin." sahut Rin dengan bersemangat.
~ Setelah mengantar Meli pulang, Rei dan Rinpun segera pulang ke rumahnya masing - masing...
******
Keesokkan harinya, Melipun terbangun dan segera melihat handphonenya. Iapun melihat notif dari Stev..
"Lu udah sampe rumah? Jangan nangis lagi yaa.. Jangan sedih juga selama gua ga ada." ucap Stev yang seketika membuat Meli berkaca - kaca.
"sbb Stev.. Iyaa siapa juga yang nangis." ucap Meli sambil berbohong.
~ Karna ijazah Meli sudah ada, ia pun memutuskan untuk melamar di berbagai perusahaan. Baik secara online maupun secara langsung..
"Ternyata cari kerja tuh ga gampang ya, butuh perjuangan." bisik Meli dalam hati.
Namun seperti biasanya, ia tetap bernyanyi di cafe pada sore hari. Pada hari itu, disaat Meli sedang bergegas untuk pulang. Iapun melihat sebuah motor yang melaju dengan cepat dan hampir menabrak seorang lelaki yang sedang menyebrang...
"Brukk.." Melipun segera menyelamatkan lelaki itu dan untungnya mereka berdua selamat meski terjatuh di pinggir jalan raya.
"Aduhh.." ucap Meli yang merintih kesakitan.
"Lu gapapaa?" tanya lelaki tersebut sambil mengecek kondisi Meli.
"Iyaa.. gua gapapa, cuman lecet doang." ucap Meli dengan tersenyum.
"Gaa, lu harus ikut gua cek ke RS." ucap lelaki tersebut sambil menggendong Meli ala bridal kedalam mobilnya.
~ Lelaki itupun segera membawa Meli ke RS untuk segera mengobati luka Meli...
"Makasih ya, lagian gua juga gapapa kok." ucap Meli sambil tersenyum.
"Justru gua yang bilang makasih, coba tadi kalo ga ada lu. Mungkin sekarang gua yang ada di sini." ucap lelaki itu dengan rasa bersalahnya.
"Yaelahh, santai ajaa.. Lain kali tiati kalo nyebrang." ucap Meli sambil menenangkan lelaki itu.
"Btw, kenalin gua Richie." ucap Richie sambil mengulurkan tangannya.
"Ooh gua Meli." ucap Meli sambil membalas uluran tangan Richie.
"Oo ok... Dah malem, gua anterin lu pulang ya." ucap Richie sambil mengajak Meli.
"Gapapa gua pulang sendiri ajaa." ucap Meli menolak tawaran Richie.
"Ga bagus cewe keluar malem - malem sendirian, ntar diculik. Dah gua anterin aja, dijamin aman." ucap Richie sambil tersenyum.
"Iya udah deh." ucap Meli yang nampak pasrah.
~ Selama di perjalanan, suasana tegang dan heningpun menyelimuti mereka. Seketika Richiepun mulai bertanya...
"Lu tadi kok ada disitu dan ngeliat gua sih?" tanya Richie dengan penasaran.
"Gua habis dari cafe, waktu gua mau ambil sepeda eh gua liat ada motor ngebut banget hampir nabrak lu. Yaudah deh gua langsung narik tangan lu, karena saat itu posisi lu sama gua ga jauh - jauh banget." ucap Meli menjelaskan secara detail.
"Ooh gitu, btw habis nge date sama doi di cafe?" tanya Richie sambil meledek Meli.
"Ga lahh, gua nyanyi di sana." ucap Meli sambil tertawa.
"Ooh kirain. Berarti suaranya bagus ini mah." ucap Richie sambil memuji Meli.
"Biasa aja sih, cuman karna suka nyanyi aja." ucap Meli dengan polosnya.
"Oohh gitu. Btw, ini belok mana?" tanya Richie.
"Belok kiri, terus lurus lagii. Rumah gua ada disebelah kanan." ucap Meli sambil mengarahkan jalan.
"Nahh disinii.. Itu rumah gua." ucap Meli sambil menunjuk rumahnya.
"Dah buruan masuk, makasih ya sekali lagi." ucap Richie.
"Iya makasih juga ya, hati - hati." ucap Meli yang segera masuk kerumah, Richiepun segera melajukan mobilnya.