Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
SI MESUM DENGAN SI MAK LAMPIR


Keesokkan harinya. Setibanya di cafe, Melipun dikagetkan dengan suara seseorang yang memanggilnya...


"Melii, ikut saya keruangan." ucap seorang lelaki yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Meli.


"Baik pak." ucap Meli yang nampak bingung dan mengikuti lelaki tersebut.


"Yaampunn nih orang ternyata CEO cafe ini tohh, gua pikir siapa dah." bisik Meli dalam hati.


"Ada apa pak?" tanya Meli yang sudah memasuki ruangan itu.


"Jadi gini, saya mau bilang terimakasih ke kamu. Karena semenjak kedatangan kamu disini, omset penjualan semakin menaik dan banyak pembeli yang tertarik sama penampilan kamu." ucap CEO cafe tersebut dengan bangga kepada Meli.


"Iya pak, sama - sama." ucap Meli sambil tersenyum malu.


"Panggil aja saya ko Ale. Lagian umur saya dan kamu ga jauh berbeda." ucap CEO yang bernama Ale.


"Baik pakk, eh ko Ale.." ucap Meli


"Saya minta no. Rekening kamu ya, gaji kamu akan saya transfer aja." ucap Ale dengan serius.


"Ga usah koo. Saya cuman mau nyanyi aja kok disini karna saya banyak waktu free di rumah." ucap Meli dengan serius, ia merasa ia bernyanyi di cafe ini karena itu adalah hobinya.


"Saya hargain keputusan kamuu.. Tapi tolong jangan tolak hadiah dari saya ya." ucap Ale dengan senyumnya.


~ Melipun memberikan no. rekeningnya kepada Ale karna ia merasa dipaksa oleh Ale. Saat ini, jadwal Alepun tidak terlalu padat sehingga ia sering kali mengunjungi cafenya saat waktu luang.. Ale dan Melipun terlihat sudah nampak akrab dan asik bersama karena bertemu setiap harinya dan sering kali duet saat bernyanyi bahkan bercanda satu sama lain..


"Koo, suara lu bagus bett dahh." ucap Meli sambil meledek Ale setelah mereka berdua selesai duet.


"Hahaha, bisa aje luu." ucap Ale sambil tertawa.


"Ih beneran gua mah." ucap Meli dengan tatapan seriusnya.


"Makasih dahh. Btw, pulang kuyy dah malem." ucap Ale sambil mengajak Meli pulang karena cafe baru saja tutup. Meli sudah terbiasa diantar pulang oleh Ale setiap harinya karna ia dipaksa oleh Ale.


******


Hari ini adalah hari minggu, semua anggota keluargapun berkumpul di rumahh... Meli dan keluarganyapun menghabiskan waktu bersama dengan penuh tawa dan canda.. Melipun tidak bernyanyi di cafe pada hari minggu dan senin. Namun karena terbiasa ke cafe itu, Melipun mengajak Jesi kali ini untuk pergi bersama.


"Cii, ikut gua yuk ke cafe tempat gua biasa nyanyi." ucap Meli sambil mengajak Jesi.


"Yukk, boleh juga." ucap Jesi sambil bersiap - siap.


"Eh Mell, kok tumben dateng hari minggu?" tanya Chika dengan ekspresi bingung.


"Iya, lagi mau keluar aja bareng cici. Btw, ko Ale mana Mbaa?" tanya Meli dengan ramahnya.


"Ada di dalem Mell, paling bentar lagi keluar. Kamu mau mesen apa nihh?" tanya Chika


"Biasa mba, menu spesial 2 porsi yaa." ucap Meli sambil menghampiri Jesi yang sudah duduk di meja makan.


"Siapp boss." ucap Chika.


"Dorr." ucap Ale yang mengagetkan Meli dari belakang. Sontak membuat Jesi melihat tingkah Ale.


"Si mesum?!" ucap Jesi dengan wajah kesalnya.


"Mak lampirr?!" sahut Ale yang melihat Jesi dengan sangat kaget.


"Lah kalian udah saling kenal? sampe - sampe punya nama panggilan gitu." ucap Meli yang melihat Jesi dan juga Ale.


"Idih amit - amit buatin nama panggilan buat dia." ucap Jesi dengan wajah judesnya.


"Dih gua juga ogah. Dia siapa lu Mel?" tanya Ale dengan penasaran.


"Namanya Jesi, dia cici gua, ko." ucap Meli sambil memperkenalkan Jesi.


"Dihh serius luh?" ucap Ale yang terlihat tidak percaya.


"Ya iyalah, mang ga mirip apa-_-." ucap Meli sambil mendekatkan mukanya ke Jesi.


"Apaan maksud lu, hahh?! De lu kenal sama dia?" tanya Jesi sambil menatap Ale dengan sinis.


"Iya cii, ko Ale ini CEO cafe ini." ucap Meli sambil memperkenalkan Ale.


"Lu harus hati - hati dekk, dia tuh cowo mesum!" ucap Jesi sambil melotot kepada Ale.


"Oii, lu salah paham. Lu ga mau dengerin penjelasan gua sih waktu itu, main pergi aja." ucap Ale yang nampak kesal.


"Emang kenapa sih kalian berdua?" tanya Meli yang nampak bingung karena melihat Jesi dan Ale seperti Tom and Jerry.


"Jadi gini Mel ceritanya...." ucap Ale berusaha menjelaskan.