
"Sama - sama, makan yang banyak. Gua duluan ya." ucap Indra dengan senyum hangatnya sambil meninggalkan Meli dan juga Rin.
"Rinn, aku ga salah liat kan?" tanya Meli yang masih berdiri kaku melihat kepergian Indra.
"Ga Mell.. Akhirnya Indra bisa sweet juga ya, selama ini kan dia ngejailin kamu terus." ucap Rin terpukau dengan sikap manis Indra kepada Meli.
"Iyaa Rin, benerr." sahut Meli yang masih tidak menyangka.
"Rin, udah makan belum?" tanya Rei dengan perhatian.
"Iya ini baru mau makan, Rei." ucap Rin dengan senyum manisnya.
"Weitss, bucket bunga dari siapa tuh?" tanya Stev dengan penasaran.
"Dari Indra, Stev." ucap Meli
"Sweet banget lho tadii si Indra.. Tinggal bilang Will you marry me, pasti romantis banget deh." ucap Rin sambil berhayal.
"Reii, mending lu ajak Rin makan dulu gih sana. Kayanya nih anak agak gesrek gegara belum makan." ucap Meli sambil tertawa meledek Rin.
"Uuhhh bebeb nihh." ucap Rin sambil cemberut dan segera Rei mengajakknya untuk mengambil makanan.
"Mell, sampe saat ini lu masih belum bisa buka hati?" tanya Stev dengan serius.
"Gua ga tau Stev. Cuman lu sama Rin yang tau tentang Nico. Setiap gua coba buka hati buat orang lain, ujung - ujungnya juga ga pernah berhasil. Lu inget kan waktu itu sama ko Riko?" ucap Meli meyampaikan apa yang selama ini dia rasakan.
*Flashback On*
Tepat 5 tahun yang lalu, saat itu Meli baru kelas VII. Saat itu, ko Riko tidak sengaja melihat Meli di perpustakaan untuk pertama kalinya. Keesokan harinya, karena ko Riko adalah ketua kelas di kelasnya, sehingga dia harus membantu gurunya untuk mengumpulkan tugas teman - temannya ke kantor guru.
"Brukkk" seketika buku - buku yang dibawa oleh Rikopun terjatuh.
"Aduhh, maaf yaa." ucap Meli sambil membantu Riko membereskan buku yang berserekkan.
"I..ya gapapa." ucap Riko yang nampak terkejut karena sesosok perempuan yang berhasil menarik perhatiannya ada di depannya.
"Iyaa, kenalin gua Riko." ucap Riko sambil memberikan salaman kepada Meli.
"Meli" ucap Meli sambil memberikan senyuman manisnya.
Semenjak pertemuan itu, membuat Riko jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Meli. Sudah 2× Riko mencoba untuk menyatakan perasaannya namun ditolak oleh Meli. Tetapi itu tidak membuat Riko patah semangat, dia mencoba menyatakan perasaannya kembali kepada Meli. Dengan berbagai pertimbangan saat itu dan suasana yang mendesak, membuat Meli menerima pernyataan cinta Riko. Meli berpikir bahwa lambat laun dia akan mencintai Riko secara perlahan. Namun, Meli tetap tidak bisa mencintai bahkan menyukai Riko sama sekali sehingga hubungan merekapun kandas selama 1 minggu saja.
*Flashback Off*
"Iya sihh, masalah cinta emang ga bisa dipaksa." ucap Stev yang memahami perasaan Meli.
"Iyaa, Stev.. Makasih udah jadi sahabat terbaik gua." ucap Meli dengan tatapan terharunya.
"Iyee ahh, kaya sama siapa aja deh. Kalo lu butuh apapun kabarin gua, ok." ucap Stev sambil mengedipkan matanya.
~ Merekapun segera menikmati hindangan makan siang yang beraneka ragam sambil menikmati penampilan dari berbagai grup band.
*******
Kegiatan graduatepun sudah berjalan dengan lancar. Kini pukul 17.00 Wib Melipun sudah berada di rumahnya, segera dia membersihkan dirinya dan juga berberes. Setelah itu, Melipun menuju ke kamarnya dan segera memainkan handphonenya. Melipun merasa lega karena Rin dan Rei sudah sampai di rumahnya dengan selamat, segera Meli mengirim pesan kepada Stev.
"Stev, udah sampe belum?" tanya Meli.
30 menit kemudian...
"Udahh kokk, kenapa Mell?" tanya Stev sambil mengeringkan rambutnya dan duduk di sofa.
"Gapapaa, cuman nanya aja.. Oiya btw, makasih banyak ya Stev ^^." ucap Meli sambil berbohong.
"Gua harap lu masih sama kaya sekarang ini, Mel. Meli yang perhatian, tulus dan juga ramah. Gua bakal jagain lu, Mel." ucap Stev berbisik dalam hati.
"Wkwkw, iyee sama - sama Mel. Istirahat gih." ucap Stev sambil tersenyum.
~ 2 jam berlalu, kini Meli tertidur nyenyak karena merasa lelah dengan aktivitasnya yang padat hari ini.