Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
TERJEBAK


Keesokkan harinya, Melipun segera bersiap dan bergegas menuju Jiang Group. Sesampainya di Jiang Group, Melipun langsung menuju ruangan Lorenzo dan menunggu di depan ruangan karna kemarin Richie memberitahu Meli seperti itu.


******


"Untung gua datangnya tepat waktu dari si cowo ngeselin itu." ucap Meli yang terburu - buru karna takut telat.


"Hmm, masuk keruangan saya." ucap Lorenzo yang tiba - tiba berada tepat di belakang Meli.


"Sabarr Mell, harus sabar ngadepin cowo kek gini. Liat aja, gua bakal ngasih lu pelajaran." bisik Meli dalam hati.


"Selamat pagi, pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Meli yang pura - pura terlihat manis di hadapan Lorenzo.


"Siapa yang nerima kamu sebagai asisten pribadi saya?" tanya Lorenzo dengan tatapan dinginnya.


"I..tu Richie, pak." ucap Meli dengan grogi.


"Keluar dari ruangan saya sekarang dan bereskan gudang di bawah!" ucap Lorenzo yang terlihat sangat marah dan mengusir Meli.


~ Melipun segera keluar dari ruangan Lorenzo dan segera menuju gudang bawah. Sesampainya di gudang, ia pun segera membereskan semua barang - barang yang terlihat sangat kotor dan berantakan..


"Mentang - mentang dia CEO, bisa seenak jidat ngatur - ngatur gua. Liat aja gua bakal kasih lu pelajaran." gerutu Meli sambil membereskan barang - barang di gudang.


Tidak kerasa haripun sudah sore dan beberapa karyawanpun sedang bersiap - siap pulang. Sedangkan Meli, kini ia sedang tertidur setelah membereskan gudang yang sangat besar seorang diri. Namun, Lorenzo baru teringat bahwa ia tadi menyuruh Meli untuk membersihkan gudang.


"Kok tuh orang ga balik - balik ya." ucap Lorenzo sambil melihat jam tangannya. Segera ia menuju gudang untuk mengecek pekerjaan Meli. Setibanya di gudang...


"Kemana tuh orang ya? nih gudang juga udah bersih dan rapi, tapi kenapa gua ga liat dia dari tadi ya." ucap Lorenzo berbisik dalam hati.


~ Lorenzopun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke gudang lebih dalam, karna gudang itu sangat luas. Pandangan Lorenzopun tertuju pada seorang perempuan yang sedang tertidur dipojokan, yang tak lain adalah Meli.


"Dasar, bukannya kerja malah asik tidur di sini." ucap Lorenzo segera membangunkan Meli.


"Woii bangun, lu pikir ini kamar lu? main seenaknya tidur di sini." ucap Lorenzo yang terdengar kasar.


"Maaf pak. Saya..." Melipun terbangun karna suara Lorenzo. Namun, tiba - tiba Melipun pingsan dipelukan Lorenzo.


"Ah sial, pasti pak Bimo udah ngunci semua ruangan." ucap Lorenzo sambil melihat jam tanganya dan kembali menempatkan Meli ke tempat yang aman.


"Ah, gua lupa bawa hp lagi." ucap Lorenzo yang nampak kesal karna hpnya tertinggal di atas mejanya.


Ringg..Ring..." bunyi handphone Meli karna telepon masuk dari ibunya.. Secepat mungkin Lorenzo mengambil handphone Meli. Namun, disaat Lorenzo mengangkat telepon tersebut, handphone Melipun mati karena lowbat.


"Ah sial, gua harus semalaman di gudang ini sama cewe kaya dia." gerutu Lorenzo yang terlihat sangat kesal.


~ Mereka berduapun terkunci semalaman di gudang itu.. Disaat Lorenzo hendak mengecek panas Meli, tiba - tiba Melipun segera memeluk Lorenzo dengan erat.


"Jangan pergii lagi, aku takut." ucap Meli dengan tidak sadar sambil menangis dengan mata tertutup.


"Iya gua ga pergi." ucap Lorenzo yang nampak terkejut dan bersikap pasrah karna tingkah Meli.


Akhirnya mereka berduapun tertidur sambil berpelukan dengan posisi duduk.


******


Melipun terbangun karena merasa ada seseorang yang memeluknya, seketika ia merasa kaget karna orang yang berada disebelahnya ialah Lorenzo.


"Lu gila ya. Udah ga sopan, kurang ajar lagi sama cewe." teriak Meli karena terkejut sambil melempar tangan Lorenzo dengan kasar.


"Apaan sih? lu ga inget kejadian semalem?" tanya Lorenzo yang nampak kesal dengan perlakuan Meli.


"Hehh, gua ga pernah ya nyamperin lu. Ngapain sekarang lu ada di sini?" tanya Meli yang terlihat sangat marah.


"Ceklekk..." seketika Richie dan beberapa satpampun menghampiri Lorenzo dan Meli kedalam gudang..


"Koko? Meli? kok kalian ada disini?." tanya Richie yang terlihat sangat bingung karena melihat Meli dan Lorenzo dalam gudang tersebut.


"Lu tanya aja sama koko lu, Rich." ucap Meli dengan tatapan kesalnya kepada Lorenzo.