Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
SALAH PAHAM


Karena hampir setiap hari Nico dan Meli bermain bersama, tanpa mereka sadari bahwa mereka saling menyukai satu sama lain. Bahkan rasa itu terlihat tidak sepantaran selayaknya pada anak - anak seumuran mereka biasanya.


*******


Pada hari itu, begitu kagetnya Meli mendengar ucapan Jesi kakak perempuannya. Saat itu tanpa dia sadari perkataan kakaknya itu, membuat dia merasa sangat sedih.


"Dee, kamu tuh hanya dianggap teman biasa sama Nico" ucap Jesi dengan tatapan serius dan tertiba - tiba.


Mendengar hal itu, tidak tau kenapa bahwa itulah kenyataannya. Ya memang kami hanya sebatas layaknya seorang teman. Gumam Meli dalam hati.


"Iya cii, aku tau itu. Tidak mungkin seorang Nico menyukaiku." ucap Meli meyakinkan pernyataan kakaknya.


~ Meli yang tampak sedih karena pernyataan kakaknya itu membuat dia berpikir untuk menjauh dari Nico. Sebenarnya dia tidak tau mengapa kakaknya tiba - tiba berkata seperti itu, namun Meli berpikir kakaknya berkata seperti itu untuk kebaikannya.


*******


Siang hari ini, Nico tidak datang kerumah Meli karena Nico sedang mengerjakan tugas sekolahnya dan tidak memberikan kabar kepada Meli. Namun, timbul pemikiran dalam pikiran Meli bahwa apa yang diucapkan kakaknya benar.


Pada sore haripun, Nico segera datang ke rumah Meli. Namun Nico terkejut saat melihat Meli tidak ada di rumah. Saat itu, Meli lebih memilih untuk bersembunyi di dalam kamar mandi agar Nico tidak bisa menemuinya.


"Dengan begini aku bisa menghindar dari Nico, Nico tidak akan bisa menemukanku" gumam Meli dalam hati.


~ Brakk... suara pintu kamar mandi terbuka, karena pintunya tidak terkunci. Maka memudahkan Nico untuk membukanya.


"Melii, kenapa kamu disini sih?" tanya Nico dengan tatapan kosongnya. Meli yang terlihat sangat terkejut dan melihat wajah Nico dengan bingung, hanya bisa menjawab....


"Aku..... Aku cuman di kamar mandi saja" ucap Meli dengan berbohong. Nico yang menyadari sikap Meli seperti tidak biasanya, melihat keraguan atas sikap Meli.


"Jangan dekat - dekat aku lagi Nico. Aku tau, kamu ga suka sama aku" ucap Meli dengan sangat polos sambil meneteskan air matanya.


~Melihat hal itu, membuat Nico untuk segera menggenggam tangan Meli dan menariknya keluar dari kamar mandi. Dengan segera Nico berkata....


"Aku menyukaimu Mel, jangan berpikir yang tidak - tidak" ucap Nico yang meyakinkan Meli untuk percaya kepadanya. Karna hal itu memang benar, Nico berkata jujur tentang apa yang dia rasakan kepada Meli.


"Aku juga, aku menyukaimu" ucap Meli karna terkagum medengar ucapan Nico dengan serius.


~ Meski umur mereka masih tergolong sangat muda. Namun siapa yang bisa menyangka bahwa inilah cinta, cinta tidak memandang pada umur. Cinta memang bisa diuji, namun cinta tidak bisa dibohongi. Jesi yang melihat kejadian itupun merasa terharu, karena pandangannya selama ini terhadap nico adalah salah.


Sepertinya ini yang terbaik untuk mereka berdua. lagi pula umur mereka masih muda sekali, mungkin ini hanyalah cinta anak - anak yang gampang sekali melontarkan kata " Aku menyukaimu". pikir Jesi dalam hati.


*******


Keesokan harinya, kedekatan antara Meli dan Nico pun semakin dekat. Orang tua Nico dan Meli pun sudah saling kenal, karena letak rumah mereka yang begitu dekat.


Aku tidak menyangka, bahwa anak lelaki yang terkenal jutek dan cuek itu berhasil menjadi sahabat yang sangat dekat denganku. Bahkan menjadi seseorang yang amat ku suka saat ini, ya Nico adalah cinta pertamaku. Ucap Meli dalam hati. Tiba - tiba Jesi pun mendatangi Meli.


"Maaf de, kejadian waktu itu sungguh bukan maksudku menyakitimu." ucap Jesi dengan tatapan serius.


"Iya tidak apa - apa cii. Tetapi dengan perkataanmu itu sungguh membantuku untuk membuatku sadar." ucap Meli dengan senyuman manisnya.


"Saat itu ku hanya bercanda de, dengan berkata - kata seperti itu kepadamu. Namun ku tidak sadar jika hal itu dianggap serius olehmu." ucap Jesi dengan rasa bersalahnya.


"Iya tidak apa ci, lagi pula aku dengan Nico sudah berbaikan" ucap Meli dengan kepolosannya.