
Makan siang bersamapun sudah selesai.. Stevpun mengajak Meli dan Rin untuk menuju ke kolam renang. Setibanya di kolam renang....
"Oii Rinn, lu kenapa tadi?" tanya Stev memulai pembicaraan dengan serius.
"Apaan deh lu, emang gua kenapa?" tanya Rin dengan ekspresi kesalnya.
"Rinn, cerita sini sama kita.. Pasti kita dengerin kokk." ucap Meli dengan nada lembutnya.
"Huhh, jadi ginii..." ucap Rin sambil menghela nafas.
*Flashback on*
3 hari yang lalu, Rin tidak sengaja bertemu dengan Rei di pinggir lapangan basket. Karena Rin terburu - buru memasuki kelas, Rinpun tidak menyadari situasi di sisinya. Jika Rei tidak menolongnya menghindari pantulan bola saat itu, sudah dipastikan saat itu Rin bisa pingsan bahkan geger otak.
"Brukkk.." bunyi yang begitu keras karena Rei berusaha menangkap pantulan bola yang hampir menyentuh kepala Rin.
"Duhh sorry, lu gapapakan?" tanya Rei dengan panik sambil memperhatikan Rin.
"Bahh... Cantik banget nih cewe, kaya bidadari jatuh di siang bolong euyy" ucap Rei berbisik dalam hati.
"Oohh.. ii...yaa gapapaa kok." ucap Rin sambil terbata - bata karena terkejut dengan apa yang tadi hampir menimpanya.
"Astagaa, mimpi apa gua semalem bisa ketemu sama pangeran tak berkuda kek ginii." ucap Rin berbisik dalam hati.
"Woii, Reii.. Buruann cuii." ucap salah satu teman Rei dalam tim basket itu.
"Gua duluan yaa, lain kali tiatii." ucap Rei sambil memberikan senyum manisnya.
~ Seketika wajah Rinpun memerah karena melihat senyuman manis dari Rei.. Menurut Rin, tidak ada lelaki yang berhasil membuatnya seperti ini selain sikap Rei kepadanya.
*Flashback off*
"Ooo jadi gitu ceritanya." ucap Meli yang terlihat sangat puas mendegarkan penjelasan sahabatnya itu.
"Ih tapii janji jangan bilang siapa - siapa yaa." ucap Rin dengan wajah memohon kepada 2 sahabatnya.
"Iyee.. iyee santuyy.. Btw, Rei sekelas sama gua loh." ucap Stev sambil meledek Rin.
"Wahh mantull, ada peluang nihh." ledek Meli sambil mengedipkan matanya kepada Stev.
"Yoaii, tenang aja Rinn.. Setau gua dia belum punya doi." ucap Stev sambil tertawa.
"Huhh..." ucap Rin dengan wajah kesalnya karena 2 sahabatnya ini meledeknya terus.
"Gapapa Rinnn.. Selagi masih ada peluang, kejarr teruss." ucap Meli sambil menyemangati sahabatnya itu.
"Iyaa dehh iyaa, nanti dicoba." ucap Rin dengan menyetujui saran dari 2 sahabatnya itu.
"Eh btw, gimana kabar tentang Nico? udah dapet kabarnya?" tanya Stev dengan penasaran.
"Hmm, ya gitulah Stev.. Sampe saat ini, belum ada kabar dari Nico. Dia dimana, kabarnya gimana, lagi ngapain... *Hiks..*hiks" ucap Meli sambil meneteskan air matanya yang tidak tahan karena situasi.
"Yang sabar ya Mell, kalo jodoh pasti ga akan kemana kokk." ucap Rin sambil menenangkan sahabatnya.
"Hmm, selama ini gua juga belum dapet kabar tentang Nico." ucap Stev sambil berfikir.
"Iya gaess makasih banyak yaa udah selalu support gua." ucap Meli dengan wajah terharunya.
"Kring.. kring.. Mell udah sore lhoo, kamu kapan pulang? mama udah masakin rendang kesukaanmuu." bunyi pesan teks dari ibunya Meli.
"Gaess, gua izin pulang duluan ya.. Mama gua udah ngirim pesan nihh." ucap Meli yang nampak terburu - buru.
"Kalo gituu gua juga pulang dehh, udah sore juga soalnyaa." ucap Rin
"Yaudah gua anterin balikk." ucap Stev dengan senyum manisnyaa.
"Duhh sayang lu jomblo Stev" ucap Rin sambil tertawa ngakak.
"Yeee, lu juga sama." ucap Stev sambil meledek Rin dan membuat Melipun ikut tertawa.
"Rinn, yukk izin pulang ke mami sama papii." ajak Meli dengan bersemangat membuat Rinpun segera mengikutinya.
~ Setibanya di ruang tamu, Meli dan Rinpun segera menghampiri kedua orang tua Stev..
"Mamiii, Papii.... Melii izin pulang dulu yaa." ucap Meli dengan senyum manisnya.
"Rin juga mii, pii.. Udah soree soalnyaa." ucap Rin dengan wajah polosnya..
Melihat sifat lucu dari kedua anak gadisnya ini, membuat kedua orang tua Stevpun tersenyum...
"Iyaaa sayangg, besok - besok main lagi yaa." ucap ibu Stev sambil mengelus rambut Meli dan juga Rin.
"Hati - hati yaa, anak gadis papii." ucap ayah Stev sambil tersenyum bahagia.
"Terima kasih banyak mami and papii tercintaaa." ucap Rin dan Meli secara bersamaan.
******
Stevpun segera mengantarkan Meli dan Rin kerumahnya masing - masing. Kebahagiaan merekapun terpancar layaknya seorang kakak dengan adik - adiknya...