
Hari ini adalah hari pertama Meli dan Rin berkuliah.. Hari dimana pengenalan lingkungan kampus, para dosen dan sesama mahasiswa.
"Rinn, dosen tadi cool yaa." ucap Meli sambil tertawa.
"Iyaa Mell, berkharisma gitu." sahut Rin dengan girang.
"Huuhh, ke kantin yuk Rin." ajak Meli
"Yukk." ucap Rin.
~ Setibanya di kantin.. Tampak seorang perempuan cantik menghampiri Meli dan juga Rin..
"Haii, boleh gabung?" tanya seorang perempuan tersebut.
"Haii, boleh." sahut Rin dengan ramah.
"Haii." sahut Meli.
"Kenalin, nama aku Clara." ucap Clara dengan senyum manisnya.
"Aku Rin, kalo aku Meli." sahut Rin dan Meli secara bersamaan.
"Salken yaa." ucap Clara dengan ramahnya.
"Iyaa." ucap Rin.
"Sendirian aja, Clar?" tanya Meli
"Iya nih Mell, aku belum punya temen disini." ucap Clara dengan tersenyum.
"Ooh, yaudah temenan sama kita aja." ucap Rin.
"Makasih yaa kalian." ucap Clara dengan tatapan terharu.
"Emang asal mana Clar?" tanya Meli dengan penasaran
"Aku dari kota C, Mell.. Disini aku tinggal sama tanteku." ucap Clara menjelaskan.
"Ooh gituu." ucap Meli
~ Mereka bertigapun menghabiskan waktu istirahatnya dengan suasana yang baru karna kedatangan Clara yang kini baru mereka kenali.. Tanpa kerasa, kini mereka sedang bersiap - siap untuk pulang karna sudah tidak ada kegiatan lagi di kampus..
"Tiatii yaa bebebbkuu." ucap Meli kepada Rin.
"Tiatii juga yaa Claraa." ucap Meli kepada Clara.
"Iyaaa, kamu juga yaa." ucap Clara sambil melambaikan tangannya kepada Meli.
"Hmm, yang dijemput sama bebebb." ledek Rin karna melihat Nico sudah berada di parkiran menjemput Meli..
"Yukk mau ikutt gaa." ucap Meli kepada Rin dan juga Clara.
"Gaa, Mell..Makasih yaa." ucap Clara dengan sopannya.
"Eitss NO, saya tidak mau jadi nyamuk." ucap Rin sambil tertawa ngakak..
"Wahahaha, cepetan ditungguin tuh." ucap Rin mengusir Meli secara halus.
"Iyaa baii gaess." ucap Meli sambil berlari kearah Nico yang sedari tadi setia menunggu kehadirannya.
"Yangg, udah lama jemputnya?" tanya Meli dengan sikap manjanya.
"Ga juga, baru tadii." ucap Nico sambil mengelus kepala Meli yang kini tampak imut.
"Ooh gituu." ucap Meli
"Udah makan yang?" tanya Nico dengan perhatian.
"Hmm, ngemil doang tadi di kantin." ucap Meli yang tampak berpikir.
"Yaudah makan yuk, udah sore lho ini." ucap Nico sambil melajukan mobilnya kesalah satu cafe.
"Kamu juga belum makan ya yang?" tanya Meli sambil menatap Nico.
"Belum." ucap Nico sambil tersenyum manis kepada Meli.
"Jangan terlalu sibuk ya yang kerjanya, sempetin waktu kamu buat istirahat juga." ucap Meli yang tampak khawatir akan kesehatan Nico.
"Iyaa yang." ucap Nico sambil mencubit hidung Meli.
~ Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit, akhirnya merekapun sampai di sebuah cafe mewah..
"Yang, kita ganti cafe aja yuk." ucap Meli sambil menggandeng lengan Nico.
"Napa yang? kamu ga suka ya tempatnya?" tanya Nico dengan bingungnya.
"Bukan.. Harganya pasti mahal, diliat dari luar aja nih cafe mewah banget yang." ucap Meli dengan tatapan kagumnya.
"Yaampun.. Tenang yang, aku masih sanggup kok." ledek Nico sambil tertawa.
"Aku padamuu yangg." ucap Meli sambil tersenyum.
~ Tampak seorang pelayan segera menyambut kedatangan Nico dan juga Meli.. Tanpa Meli sadari, ternyata Nico sudah memesan 1 ruangan khusus dengan pemandangan lampu - lampu kota pada malam hari dan balutan musik romantis.. Kini mereka sedang duduk berhadapan di sebuah meja panjang dengan sepasang lilin dan juga bunga disekitar meja.
"Suka tempatnya yang?" tanya Nico dengan mesranya.
"huuhh, mewah banget tapi yang." ucap Meli dengan tatapan kagumnya.
~ Merekapun segera menyantap berbagai hidangan makanan yang sudah dipesan.. Setelah menyantap berbagai hidangan makanan, secara tiba - tiba Nicopun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya..
"Yang.." panggil Nico yang membuat Meli terkejut.
"Iyaa yang?" tanya Meli sambil menatap Nico. Kini 2 pasang bola mata saling bertatapan satu sama lain dengan penuh kehangatan.
"I love you, yang." ucap Nico dengan tatapan penuh arti.
"Love you too, yang." ucap Meli yang tampak terharu dengan pengakuan Nico seperti ini.