
Hari - hari berlalu begitu cepat, tidak kerasa besok adalah hari graduation...
"Tingg... tingg... bunyi handphone Meli karena ada panggilan masuk. Meli yang melihatnya pun segera mengangkat teleponnya.
"Haii mell, lagii apaa?" tanya Rin.
"Haii Rin, ini habis kelar ngepel. Kamu lagi apa, Rin?" tanya Meli yang merasa kaget karena Rin tiba - tiba meneleponnya.
"Habis kerja tadi, ini lagi tiduran." ucap Rin. Rin adalah anak yang pekerja keras, Rin melakukan pekerjaan yang bisa dia kerjakan di rumah sehingga tidak memakan banyak waktu dan tenaga.
"Oohh gituu, tumben kamu nelpon Rin?" tanya Meli dengan penasaran.
"Iyaa Mell, aku lagi bingung nihh." ucap Rin.
"Bingung kenapa Rinn?" tanya Meli.
"Kata kamu, aku bagusan pake gaun warna hitam atau putih ya?" tanya Rin dengan ekspresi bingungnya.
"Hmm, kalo aku rasa sih kamu lebih cocok gaun warna hitam Rin.. Soalnya kamu putihh sih, jadi keliatan elegan gitu kalo warna hitam." ucap Meli yang memberikan pendapatnya.
"Ok dehh, nanti aku kirimin fotonya.. Btw, kamu udah siapin buat besok?" tanya Rin
"Udahh dongg, udah beres." ucap Meli dengan bersemangat.
"Wahh, aku ga sabar ngeliat kamuu nihh." ucap Rin dengan bangganya karena dia tau bahwa sahabatnya ini cantik dan juga cocok dengan apa saja yang dipakainya.
"Hehehe, besok kita harus selfii pokoknyaa." ucap Meli.
"Iya dongg haruss." ucap Rin dengan bersemangat.
~ Setelah membahas persiapan untuk besok, merekapun bercerita satu sama lain dengan asik dan serunya...
******
Keesokkan harinya, Meli dan Rinpun berdandan bersama di rumah Meli. Karena Meli sangat menyukai make up, masalah berdandan bukanlah hal sulit untuknya..
"Wah emang perfect bangett make up muu, Mell. Maaciii cayangkuu." ucap Rin sambil
mengagumi kemampuan sahabatnya.
"Iyaa cayangg macama. Udah beres semua nih kita." ucap Meli dengan senyuman manisnya.
~ Stev dan Reipun memutuskan untuk menjemput Meli dan Rin dengan 1 mobil yang dibawa oleh Stev. Setibanya di rumah Meli, Stev dan Reipun menyapa ayah Meli yang sedang berdiri di halaman rumahnya..
"Kenalin saya Rei om." sahut Rei memperkenalkan dirinya.
"Ooh iya pagii, ayu masuk dulu." ucap ayah Rin sambil mengajak Stev dan Rei.
Setibanya di ruang tamu...
"Stev udah lama ga main kesini? udah ada pacar ya?" tanya ayah Meli sambil meledek Stev.
"Stev belum punya pacar, om. Stev jarang main kesini soalnya Stev harus ngurusin cabang kantor papa yang di Tangerang." ucap Stev memberikan penjelasan. Saat SMP, Stev dan Rin sering bermain di rumah Meli sehingga orang tua Meli mengenali Rin dan juga Stev.
"Wahh hebat kamu, Stev. Kalo Rei udah punya pacar nih pasti." ucap ayah Meli sambil meledek Rei.
"Hehehe om tau aja nih." ucap Rei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Dia mah pacaran sama Rin, om." sahut Stev sambil mengerjai Rei.
"Lu ya bener - bener, sahabat macem apa lu." ucap Rei yang nampak kesal dan malu.
"Hahahaha, kalian ini ya." ucap ayah Rin sambil tertawa ngakak sehingga membuat ibu Meli menghampirinya..
"Ehh pagi tann." ucap Stev sambil memberikan senyum manisnya.
"Pagi tann, kenalin saya Rei." ucap Rei sambil memperkenalkan diri.
"Ooiyaa pagi nakk, yaampunn nak kalian berdua ini ganteng banget sih." ucap Ibu Meli yang tampak keheranan dengan wajah tampan Stev dan Rei.
"Hehehe, bisa aja nih tante." ucap Stev dan Rei sambil senyum tersipu malu..
"Kalian udah sarapan?" tanya ibu Meli dengan perhatian.
"Udah kok tann tadii." ucap Stev dan Rei secara bersamaan.
"Ooh ya udah deh. Meli sama Rin masih siap - siap kayanya. Biar tante panggilin dulu yaa." ucap Ibu Meli dengan bersemangat.
Tidak lama kemudian, Meli dan Rinpun menghampiri Stev dan juga Rei yang sedang menunggu di ruang tamu. Namunn.....
"Gilee.. Ga salah liat nih gua, Rei." ucap Stev sambil menepuk bahu Rei.
"Nih beneran mereka wehh, kek bidadari busett." sahut Rei menatap Rin dan Meli dari atas hingga bawah.