
"Hai" sahut Rei dengan singkat.
"Hai Richiee" sahut Rin dengan bersemangat.
"Mell, malem ini biar gua aja yang jagain lu yaa." ucap Richie dengan bersemangat.
"Ga" sahut Nico dengan cepat.
"Richh, kasih kesempatan Meli sama Nico." bisik Rin ditelinga Richie.
"Hmm.. Mel gua ga jadi deh, sorry ya.. Soalnya banyak tugas sekolah yang mesti gua kerjain, biar ko Nico aja yang jagain lu ya." ucap Richie sambil berbohong.
"Ooh ya udah gapapa, Rich." ucap Meli dengan tersenyum.
~ Jampun sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB.. Rin, Rei dan Richiepun sudah meninggalkan ruangan Meli.. Kini hanya tersisa Meli dan juga Nico sehingga membuat suasana ruangan itu hening dan sunyi tiba - tiba.
"Mell".. "Nico".. panggil mereka secara bersamaan.
"Kamu duluan" ucap Nico sambil menatap Meli.
"Aku tau kamu banyak kerjaan, mending kamu urusin perusahaan dari pada ngurusin aku disini." ucap Meli sambil menatap kearah lain.
"Ga, aku mau disini." ucap Nico dengan dinginnya.
"Hmm.. Kenapa tadi manggil?" tanya Meli mengalihkan pembicaraan.
"I miss you, baby" ucap Nico dengan jujurnya sambil mendekat kearah Meli sehingga membuat Meli terdiam menatap tingkah Nico.
"Ada yang salah?" tanya Nico dengan bingung.. Dengan segera Melipun menggelengkan kepalanya..
"Tolong jangan gini, Nic. Lebih baik sikap kamu kaya dulu aja." ucap Meli secara terang - terangan sehingga membuat Nico terkejut mendengarnya.
"Kamu kenapa sih Mel, aku harus gimana buktiin ke kamu?" tanya Nico dengan pasrahnya.
"Aku ga mau sama cowo yang jalin hubungan sama dua cewe sekaligus." ucap Meli yang selama ini ingin ia katakan namun tetap ia tahan.
"Ooh, Bella maksud kamu?" tanya Nico dengan segera.
"Iya siapa lagi atau ada yang lain lagi?" tanya Meli dengan tatapan seriusnya.
"Aku udah putusin Bella." ucap Nico sambil memberikan penjelasan. Ya, saat itu setelah Meli memberitahu Nico, ia segera melacak keberadaan Bella dan melihat sendiri bahwa Bella berselingkuh dengan lelaki lain.
"Kenapa dulu pacaran sama dia?" tanya Meli dengan penasaran.
"Dulu aku ga pernah tau keberadaan kamu dimana, aku udah cariin kamu kesana kemari.. Sampe aku dewasa, aku ga pernah deket sama cewe manapun.. Saat itu, cuman Bella temen cewe yang aku punya." ucap Nico dengan penjelasan panjangnya.
Segera Meli memeluk Nico dengan erat sambil meneteskan air mata karna terharu dengan penjelasan Nico.
"Maafin aku sayang." ucap Nico sambil mengelap air mata yang membahasi pipi seorang gadis yang ia sayangi.
*******
Hari berlalu begitu cepat, kini Meli dan Rin sudah mulai mempersiapkan diri untuk berkuliah..
"Morning my baby" sapa Meli sambil tersenyum membawa secangkir teh hangat untuk Nico.
"Thank you, baby." ucap Nico sambil mengecup kening Meli.
"Hmm, yang sebentar lagi mau kuliah." ledek Nico dengan tersenyum.
"Iya dong, emang kamu aja yang udah S1." ucap Meli sambil meledek Nico. Sejak SMA, Nico memanfaatkan waktu luangnya untuk berkuliah sehingga membuat ia kini sudah mempunyai gelar S1.
"Nanti siang mau makan apa, yang?" tanya Nico dengan perhatian.
"Hmm, makan sushi yukk. mau gaa?" tanya Meli dengan bersemangat.
"Iya udah nanti kita makan itu." ucap Nico sambil mengelus kepala Meli.
*******
Setibanya di cafe sushi mantul, Meli dan Nicopun segera memesan beberapa macam sushi..
"Enak yang?" tanya Nico sambil tersenyum senang karna melihat Meli yang nampak bersemangat melahap sushi itu.
"Enak yang, cobain deh." ucap Meli sambil menyuapi sesendok sushi kepada Nico.
"Cobain punya kamu, yangg." ucap Meli meminta kepada Nico. Dengan segera Nico menyuapi sesendok sushi kepada Meli..
"Hmm, enak juga agak asin." ucap Meli setelah mencicipi sushi milik Nico.
~ Merekapun menghabiskan makanannya dengan penuh canda dan tawa sehingga membuat beberapa orang disekitarnya tampak iri dengan keharmonisan hubungan 2 pasangan bucin ini. Setelah kejadian saat itu, Nico memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Meli dan kini merekapun sudah lama berpacaran.