
Karna kedatangan seorang kakak kelasnya, membuat Meli dan Rinpun tercengang melihatnya. Suasanapun menjadi hening dan tegang....
********
"Haii" sapa Andre dengan bersemangat. Andre adalah kakak kelas yang sangat terkenal di sekolah karena ketampanan dan kecerdasannya sehingga membuat dia dikagumi oleh banyak kaum perempuan. Selain itu, Andre adalah anak dari pewaris utama keluarga Adijaya yang merupakan perusahaan terkenal dan sangat berpengaruh pada keuangan negara.
"Ooo..ha..haii" ucap Meli dengan kalimat terbata - bata karena terkejut melihat kedatangan Andre dan merasa banyak pandangan yang mengarah pada dia seorang.
"Hai juga ko" ucap Rin untuk memecahkan suasana tegang pada saat itu. Rin yang sudah tau apa yang akan terjadipun, sudah tidak heran dengan tingkah laku Andre. Ko(sebutan untuk kakak laki - laki).
"Nih, buat kamu. Dimakan ya" ucap Andre memberikan coklat kepada Meli sambil memberikan senyuman manis.
"Makasih...ko" ucap Meli dengan wajah merahnya karena melihat senyuman manis Andre.
"Hmm..hmm.. Jadi nyamuk deh gua disini" ucap Rin sambil meledek Andre dan sahabatnya itu. Rinpun tidak heran dengan sikap Andre kepada Meli, karena menyadari benar bahwa Andre tertarik dengan sahabatnya.
"Ga lah Rin.. Jadi pengapit kita aja" ledek Andre dengan senyuman mautnya.
"Uhukk...hukk" Meli yang tersedak karena mendegar ucapan Andre seperti itu.
"Yaampunn Mel, pelan - pelan minumnya" ucap Rin sambil mengelus punggung belakang Meli.
"Pelan - pelan minumnya, aku pergi dulu ya" ucap Andre mengelus kepala Meli sambil memberikan senyuman mautnya.
"I...yaa,ko" ucap Meli dengan wajah merahnya karena malu dengan perbuatan Andre.
Setelah kepergian Andre, banyak kaum perempuan yang melihat Meli dengan tatapan irinya.
"Udah fix ini mah, ko Andre suka sama kamu Mel." ucap Rin dengan tatapan seriusnya sambil meledek Meli.
"Ga mungkin lah Rin, apalagi cowo kaya dia bisa suka sama aku" Ucap Meli sambil menghela nafasnya.
"Hmm.. kita liat aja nanti Mel, kita tunggu tingkah ka Andre selanjutnya" ucap Rin sambil memberikan senyum kepastiannya.
"Eh iya, Btw coklat 1 lagi yang kita bawa mau kasih ke sapa ya?" tanya Meli dengan ekspresi bingungnya.
"Hmm atau kita kasih ke Steven aja, Rin?" tanya Meli. Steven adalah teman dekat Meli dan Rin sewaktu SMP hingga sekarang. Sewaktu SMP, banyak yang mengganggu Stev karena dia adalah orang yang pendiam. Namun, Meli dan Rin yang merasa sangat kesal melihat Stev diganggu, segera membantu Stev dari gangguan orang - orang itu. Sejak saat itu, Stev memutuskan untuk melindungi dan berteman dengan Meli dan Rin hingga sekarang. Meskipun banyak kaum perempuan yang berusaha mendekatinya, namun Steven menolak mentah - mentah setiap ada perempuan yang mengutarakan isi hatinya, Steven lebih memilih untuk berada di sisi Meli dan Rin karena membuatnya nyaman.
"Ooiyaa, untuk bebeb kitaa nih. Tapi dia jadi panitia lomba baca puisi, Mel." ucap Rin
"Ok deh, nanti aja kita kasih ke dia." ucap Meli dengan bersemangat.
~ Bel selesai istirahatpun berbunyi, perlombaanpun segera berlanjut. Tak kerasa jam pun sudah menunjukkan pukul 14.00, sebentar lagi akan diumumkan pemenang lomba.
"Selamat siang, anak - anakku. Terima kasih kalian sudah berpartisipasi dalam kegiatan lomba ini" Ucap Ibu Susi selaku kepala sekolah sambil menyampaikan pidato singkatnya.
Pidato singkat dari bu Susi pun sudah berlangsung, kini pemenang lombapun akan segera diumumkan.
"Kembali lagi dengan kita, trio wek - wek. Di sini kita akan mengumumkan pemenang lomba dari fashion contest." ucap 3 orang selaku MC dari acara perlombaan.
"Pemenang juara 1 dari lomba fashion contest ialah Rin Alexsandra Tan dari kelas XII Akuntansi 3." ucap 3 orang MC yang menyambut dengan meriah kedatangan Rin.
"Terima kasih atas dukungan dari para juri, teman - teman dan juga Meli selaku sahabat yang selalu mendukung saya selama ini." ucap Rin dengan pidato singkatnya membuat Meli yang mendengarnya sangat terharu.
Selesai menyampaikan pidato sigkatnya, Rin pun menghampiri Meli yang menunggu kedatangannya...
"Selamat yaa sahabatkuu, emang paling the bestt dehh." ucap Meli sambil menyambut kedatangan Rin dengan penuh semangat.
"Makasih Meliii." ucap Rin sambil memberikan pelukan hangatnya kepada Meli.
"Ga peluk gua juga nih, dari tadi gua udah berdiri disini nih." ucap Steven dengan ekspresi kesal dan wajah lucunya.
"Uluu..uluu.. Sinii cayangg sinii." ucap Rin sambil memberikan pelukan kecil untuk merayu Steven yang tampak sangat lucu. Melipun ikut memeluk kedua sahabatnya itu, sehingga mereka bertiga nampak berpelukan.
"Stev, kita punya sesuatu nih buat lu." ucap Meli bersamaan dengan Rin sambil memberikan sebatang coklat untuk Stev.
"Weww, makasihh lho." ucap Stev dengan gaya coolnya, karena Stev memang lelaki cool dan juga kaku. Meli dan Rinpun tertawa ngakak melihat respon dari Stev, hingga mereka bertigapun tertawa bersama.
~ Acara perlombaan pada hari ini inipun sudah berakhir dan berjalan dengan lancar. Canda dan tawa dari persahabatan merekapun selalu memberikan warna setiap harinya.