
Saat ini Melipun masih terdiam karna tingkah laku Lorenzo. Ia sangat terkejut melihat Lorenzo yang sedari tadi berada di sisinya dan menggenggam tangannya...
********
"Kamu mau apa?" tanya Lorenzo dengan perhatian.
"Gaa." ucap Meli sambil memalingkan wajahnya dari Lorenzo.
"Mell." panggil Lorenzo sambil memegang tangan Meli. Namun dengan cepat Meli melepaskan genggaman itu, karna ia kembali teringat dengan sikap dan perkataan kasar Lorenzo waktu itu..
"Aku tau aku salah." ucap Lorenzo yang masih berusaha membujuk Meli. Namun Meli masih tetap tidak meliriknya sama sekali...
"Liat aku sekarang Mel." ucap Lorenzo dengan sabarnya. Merasa tidak ada pergerakan dari Meli, dengan segera Lorenzo memeluk Meli dan meraih wajah manis Meli...
"Aku minta maaf, maaf karna selama ini ucapan dan sikap kasar aku ke kamu.." ucap Lorenzo dengan tulus sambil menatap Meli yang saat ini sedang melihatnya...
"Iya." ucap Meli sambil melepaskan pelukan Lorenzo. Seketika Lorenzo menariknya kembali dan langsung mengecup bibir kecil Meli yang terlihat pucat itu. Namun dengan segera Meli memalingkan wajahnya dari wajah Lorenzo saat ini, Lorenzopun merasa dan menyadari bahwa dirinya tidak diterima saat ini oleh Meli..
"Aku tau kamu ga bisa maafin aku, aku emang ga pantes untuk dimaafin." ucap Lorenzo yang kembali terduduk dengan lesu sambil menundukkan kepalanya..
"Aku mau tidur." ucap Meli berusaha mencari alasan untuk menghindar dari Lorenzo. Lorenzopun hanya mengangguk dan tetap terduduk di samping Meli.
"Ooh gini doang responnya?" tanya Meli berbisik dalam hati sambil berusaha untuk tertidur.
"Gutnait sayang." ucap Lorenzo segera mengecup kening Meli dan mengelus rambutnya dengan lembut. Tanpa Meli duga, ternyata beginilah sikap Nico yang selama ini ia rindukan.
*******
Keesokkannya Melipun terbangun dan melihat Nico tertidur di sofa dengan wajah yang sangat lelah..
"Kesian Nico, dia pasti cape banget jagain aku seharian." bisik Meli sambil memandangi wajah tampan Nico saat itu..
Melipun berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya, meskipun badannya masih terasa sakit.. Karena, saat itu ia hanya ingin menyelimuti Nico yang sedang tertidur...
Sewaktu Meli sudah berada di samping Nico, iapun segera menyelimuti Nico dengan selimut yang sudah ia bawa. Namun saat itu Nico menyadari keberadaan Meli di sampingnya sehingga membuat ia segera menarik Meli kedalam pelukannya..
"Brukk." Melipun terjatuh kedalam pelukan Nico hingga saat ini mereka berada dalam 1 sofa yang sama.
"Dimana sakitnya?" tanya Nico dengan paniknya.
"Udah ga sakit lagi." ucap Meli yang seketika luluh dengan tatapan Nico yang begitu perhatian.
"Plukk." sebuah kecupan bibir dari Nico mendarat ke bibir Meli dengan begitu cepat.
"Gutmorning sayang." ucap Nico sambil tersenyum manis kepada Meli sehingga membuat wajah Meli kini sangat merah karna merasa malu.
Nicopun membawa Meli kembali ke tempat tidurnya...
"Minum dulu ya." ucap Nico sambil membujuk Meli sehinggat membuat Meli untuk menganggukkan kepalanya.
"Kamu harus kerja." ucap Meli sambil menatap Nico.
"Kamu ga suka ya aku disini?" tanya Nico yang juga kini menatap Meli sehingga mereka berdua bertatapan.
"Kamu CEO Jiang Group, lebih baik kamu ngurusin perusahaan dari pada ngurusin aku di sini." ucap Meli sambil menatap kearah lain.
"Kalo di kantor, aku emang CEO. Tapi kalo di sini, aku milik kamu." ucap Nico segera meraih tangan Meli.
"Aku mau sendiri, tolong." ucap Meli sambil menatap Nico dengan serius.
"Ok, aku pergi sekarang. Tapi nanti aku bakal balik lagi." ucap Nico yang tampak sangat pasrah sambil berusaha meninggalkan ruangan tersebut..
Meli sangat menyadari betul bahwa saat ini Nico sudah berpacaran dengan perempuan lain, sehingga membuat Meli merasa marah setiap mendengar ucapan manis Nico.
*******
Setelah meninggalkan ruangan Meli, saat ini Nico masih terlihat sangat lesu dan juga tidak bersemangat.. Ia memutuskan menuju rumahnya untuk merapikan diri dan segera bergegas kembali kekantor.. Setibanya di ruangan Nico...
"Broo, napa lu lesu amat?" tanya Richie sambil menghampiri Nico disaat itu.
"Gapapa." ucap Nico
"Dah lah, gua tau lu lagi ada masalahkan. Cerita sini sama gua." ucap Richie yang sangat mengetahui sifat sang kakak.