Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
KEKESALAN MELI


"Maaf pak, saya tidak bermaksud. Tapi bapak juga salah." ucap Meli yang terlihat kesal karna ucapan Lorenzo.


Lorenzopun segera melemparkan beberapa lembar uang di atas mejanya..


"Segitu kurang?" tanya Lorenzo dengan sombongnya.


"Hihh, ternyata orang kaya ga menjamin attitudenya ya. Jangan mentang - mentang saya orang miskin dan anda bisa seenaknya ngehina saya seperti ini. Dasar ga punya sopan santun!" ucap Meli dengan tatapan marahnya karena perlakuan Lorenzo.


"Ceklekk..." tiba - tiba pintupun terbuka dan seorang lelaki tinggi memasuki ruangan tersebut...


"Broo, dah sarapan belum? nih gua bawain buat lu." Tanya seorang lelaki tersebut sambil memberikan seporsi makanan kepada Lorenzo.


"Bisa ga sebelum masuk lu ketok dulu pintunya." ucap Lorenzo yang terlihat kesal.


Seketika lelaki tersebut baru menyadari kehadiran Meli yang sedari tadi melihat tingkahnya. Namun, Meli juga tidak mengenali lelaki itu karena ia membelakangi dirinya...


"Melii?" sapa lelaki itu yang tak lain adalah Richie saat ia hendak berbalik.


"Richie?" ucap Meli dengan sangat terkejut.


"Kok lu ada di sini?" tanya Richie segera menghampiri Meli.


"Iya, hari ini gua interview disini. Tapi apesnya, pagi - pagi udah ketemu sama orang kaya dia." ucap Meli sambil menunjuk Lorenzo dengan tatapan kesalnya.


"Hahaha, yaudah lu ikut gua aja sini." ucap Richie segera menarik tangan Meli dan segera meninggalkan ruangan Lorenzo. Melipun melewati Lorenzo dengan tatapan sinisnya.


"Unik juga tuh cewe." ucap Lorenzo sambil tersenyum sinis.


******


Richiepun membawa Meli keruangannya, setibanya di ruangan Richie....


"Maafin koko gua ya Mel. Dia emang kaya gitu, keliatan cuek dan sadis. Tapi aslinya ga gitu kok." ucap Richie yang berusaha menenangkan Meli.


"Jadi dia koko lu? berarti lu keluarga?" tanya Meli dengan sangat terkejut.


"I..yaa hehehe. Gua Lorenza Richie Jiang." ucap Richie sambil menundukkan kepala dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Daebakk... Ga nyangka gua, Rich." ucap Meli yang nampak terkagum melihat Richie.


"Hahaha, santai aja kalii." ucap Richie sambil tertawa.


"Btw, lu ngelamar jadi apa di sini ?" tanya Richie dengan penasaran.


"Siapa bilang? Lu keterima kok hari ini, tapi jadi asisten pribadi koko gua. Mau ga?" ucap Richie yang berusaha membantu Meli.


"Hah?! kan gua ngelamarnya jadi staff accounting bukan asisten pribadi si cowo ga sopan itu." ucap Meli dengan sangat kesal.


"Karna gua ga bisa bantuin lu kalo lu ngelamar jadi staff accounting. Tapi, gua bisa bantuin lu sebagai asisten pribadi koko gua. Gua yakin lu bisa bantuin koko gua Mel, gua percaya sama lu." ucap Richie dengan tatapan memohon.


"Duh kenapa pilihannya makin rumit sih. Disatu sisi gua ga mau jadi asistennya si cowo ga sopan itu. Tapi, dimana lagi gua harus cari kerja. Kalo gua nganggur terlalu lama, kesian mama sama papa." bisik Meli dalam hati.


~ Setelah lama berpikir, akhirnya dengan pikiran dan rencana yang matang. Melipun menyetujui pernyataan Richie...


"Yaudah, gua mau Rich." ucap Meli dengan sikap pasrahnya.


"Gua percaya sama lu Mel.. Lu pasti bisa ngerubah koko gua." ucap Richie yang meyakinkan Meli.


"Iyaa, Richiee." ucap Meli sambil tersenyum pasrah.


"Ok. Mulai besok jam 07.00 Wib, lu udah bisa dateng kesini. Nanti biar gua atur semua masalah." ucap Richie yang terlihat dewasa padahal umurnya masih sangat muda.


"Iya makasih ya Rich. Kalo gitu gua pulang dulu." ucap Meli sambil meninggalkan Richie.


*******


Sesampainya di rumah, Melipun segera mandi dan merapikan kamarnya. Setelah semuanya beres, Melipun menelepon Rin...


"Halo Rin." ucap Meli yang terdengar lesu.


"Halo Mel, kamu kenapa? Gimana tadi interviewnya, lolos ga?" tanya Rin dengan panik karna mendengar suara Meli.


"Ga tau Rin, aku juga bingung." ucap Meli sambil mengehal nafas.


"Lah emangnya kenapa? coba cerita sini." ucap Rin dengan perhatian.


"Aku bukannya jadi staff accounting, tapi malah jadi asisten pribadi CEO Jiang Group. Rin." ucap Meli yang terdengar pasrah.


~ Melipun menceritakan kejadian hari ini secara detail kepada Rin..


"Ooh gitu ceritanya. Hmm, apa si Lorenzo itu punya alesan tertentu Mel?" ucap Rin yang nampak bingung.


"Ga tau Rin, dia pikir semua bisa diatasi pake uang apa. Si Lorenzo itu beda banget sama adenya, Richie." ucap Meli sambil membandingkan.


"Sabar Mell, sabar.. Kamu harus tenang, besok hari pertama kamu kerja. Lakukan yang terbaik ya my bestiee❤." ucap Rin sambil menyemangati Meli.