
"Iya mbaa, justru saya yang bilang makasih karna udah boleh nyanyi di sini." ucap Meli dengan senyum manisnya.
"Mbaa, emang cafenya tutup jam berapa?" tanya Meli kepada seorang pelayan tersebut.
"Cafe ini tutup jam 21.00 Wib kakk." ucap seorang pelayan tersebut.
"Iya udah deh, sekarang saya mau pulang dulu." ucap Meli sambil bergegas pulang.
******
Keesokkan harinya, sesudah membereskan pekerjaan rumah dan membantu ibunya. Melipun segera pergi ke cafe pada sore hari...
"Ehh kakakk datang lagii." sapa 2 orang pelayan tersebut yang sangat menyambut kedatangan Meli.
"Iya dongg." ucap Meli dengan tersenyum ramah.
"Oiya, nama kakakk siapa?" tanya seorang pelayan tersebut.
"Panggil Meli aja, mba. Kalo mbaa?"ucap Meli sambil memperkenalkan diri.
"Saya Chika kak." ucap seorang pelayan yang bernama Chika.
"Kalo saya Salsa, kak." sahut seorang pelayan lagi yang bernama Salsa.
"Oo oke dehh, Salken ya mba Chika sama mba Salsa." ucap Meli dengan ramah.
~ Tidak kerasa sudah 3 jam lamanya Meli bernyanyi dan diselingi dengan istirahat. Tampak beberapa pembeli berdatangan dan terpukau dengan lagu - lagu yang dibawakan oleh Melii..
"Kakk.. Ehh Melii.. Tadi lagunya enak banget di dengernya." ucap Chika.
"Hehehe, makasih ya mba Chikaa." ucap Meli sambil tertawa.
"Mba, aku pulang dulu yaa." pamit Meli sambil bergegas pulang.
~ Seperti biasa, setiap harinya Melipun selalu pergi ke cafe untuk bernyanyi.. Tidak kerasa, hari ini Melipun harus pergi ke sekolah untuk cap 3 jari dan pengambilan ijazah... Sesampainya di sekolah....
"Melii, kangen bangett." ucap Rin yang tiba - tiba memeluk Meli dari belakang.
"Unchh, kangen jugaa nih sama kamu." ucap Meli yang membalas pelukan Rin. Meski setiap harinya mereka selalu chat dan juga telfonan, namun tetap saja mereka masih saling rindu.
"Padahal baru 1 minggu, tapi kerasa udah kaya 1 tahun." ucap Rin dengan tatapan berkaca - kaca.
"Iyaa nihh." ucap Meli dengan tatapan sedihnya.
Merekapun segera melanjutkan langkahnya menuju kelas..
"Btw, gimana hubungan kamu sama Rei?" tanya Meli sambil berjalan.
"Baik - baik aja kok, Mell. Aku juga udah mulai ngerti sama sifat dia." ucap Rin dengan senyum bahagianya.
"Syukur deh kalo kamu bahagia sama orang yang kamu cintai." ucap Meli dengan senyum leganya.
"Maacii cayangkuu." ucap Meli sambil tertawa.
~ Setelah menangani berbagai urusan mengenai ijazah, Meli dan Rinpun menuju ke kantin...
"Rinn, Stev mana yaa?" tanya Meli yang nampak bingung karna Stev tidak membaca - baca pesannya.
"Hmm, ga tau nih Mell. Rei juga mana sih." Ucap Rin yang nampak kesal karena Rei tidak menghubunginya.
"Melii, Rinn." panggil Stev dengan gaya tengilnya.
"Ih lu kemana aja sii. Gua chat ga dibaca- baca." ucap Meli dengan nada kesal.
"Tau nihh, ngeselinn." sahut Rin.
"Yaa maapp, Gua lagi sibuk akhir - akhir ini.. Selir - selirku kangen yaa." ledek Stev yang membuat kekesalan Meli dan Rin padam karena tingkah sahabatnya itu.
"Dih, kagaa!" ucap Meli dengan kerasnya.
"Yakinn nih?" tanya Stev sambil meledek Meli.
"YA!!." ucap Meli dengan keras.
"Eh btw Rinn, kata wali kelas tadi si Rei sakit noh." ucap Stev sambil memberitahu Rin.
"Hah?! serius lu Stev?" tanya Rin yang terlihat sangat panik.
"Iyaa, sini gua anterin ke rumah Rei." ucap Stev sambil mengajak Rin dan juga Meli.
"Ga usah Stev, gua bisa kokk.. Gua sendiri aja ke rumah Reii." ucap Rin sambil terburu - buru.
"Gapapa Rin bareng sama Stev. Kamu yakin emang pergi sendiri?" tanya Meli yang meyakinkan Rin.
"Yakin Mell.. Aku dateng ke rumah sendiri aja, makasih ya Stev infonya." ucap Rin.
"Hatii - hati ya sayangkuu." ucap Meli dengan perhatian.
"Tiatii Rin." sahut Stev.
"Maakasih yaa.. Bye gaess." ucap Rin sambil menuju parkiran untuk mengambil motornya.
"Rin panik banget yaa." ucap Meli yang masih melihat kepergian Rin.
"Iyalah, namanya juga dia sayang sama Rei. Kapan ya ada orang yang sepanik gitu ke gua." ucap Stev sambil tertawa.
"Nanti pasti ada, makanya jangan dingin + jutek mulu ke cewe, jomblokan." ucap Meli yang nampak kesal.
"Iyee ajaa dahh cari amann." ucap Stev sambil tertawa.