
Keesokan harinya... Setibanya di sekolah, Rin pun merasa terkejut dengan seseorang yang menabraknya..
******
Brukk.. "Aduhh.." ucap Rin dengan posisi terjatuh dan buku - buku yang berserakan di lantai.
"Duhh, sorry sorry." Ucap Rei dengan wajah paniknya karena dia sedang dikejar oleh seseorang yang mengganggunya dan belum menyadari bahwa yang baru dia tabrak adalah Rin. Segera dia membereskas buku - buku yang berserakan di lantai itu.
Rin yang melihat lelaki itu adalah Rei, langsung terkejut dan mengurungkan niatnya untuk mengoceh.
"Yaampunn, pagi - pagi gini gua udah dikasih cobaan aja. Duh pangeran tak berkudakuu." ucap Rin dalam hati.
"I..yaa gapapa kok." ucap Rin dengan wajah polosnya.
"Eh haii, kita ketemu lagi.. Serius lu gapapa ?" tanya Rei yang nampak senang dan juga khawatir dengan Rin.
"Iyaa, gapapaa." ucap Rin sambil berdiri dengan memberikan senyum manisnya.
"Gilaaa, tuh senyum manis bangett dahh. Kalo kaya gini kan jadi suka." ucap Rei dengan senyum tersipu malu.
"Woii, lu apain nih sahabat gua." ucap Stev yang tiba - tiba datang sambil menghampiri Rei dan juga Rin.
"Gua ga sengaja nabrak elahh." ucap Rei dengan wajah kesalnya kepada Stev.
"Rin, lu gapapakann ?" tanya Stev dengan begitu perhatian.
"Ooh.. Namanya ternyata Rin, cantik kaya orangnya." ucap Rei berbisik dalam hati.
"Rin, kenalin gua Rei." ucap Rei sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan.
"Oiya, gua Rin." ucap Rin memberikan balasan tangannya untuk berjabat tangan.
~ Meli yang baru saja sampai sekolah, melihat suasana tegang pada kedua sahabatnya. Seketika Meli langsung menghampiri Rin dan juga Stev...
"Dorr... Ada apa nihh?" tanya Meli dengan ekspresi penasaran.
"Itu Mell, ada yang lagi kenalan nihh sambil malu - malu." Ledek Stev sambil melihat Rin dan juga Rei.
"Oalahh... Pj sedang otw nii." ledek Meli dengan senyuman mautnya. PJ(Pajak Jadian)
"Apaan dehh, pagi - pagi udah ngaco aja." ucap Rin dengan wajah merahnya.
"Kuyy Mell, kita tinggalin aja dua pasangan bucin inii." ledek Stev sambil tertawa ngakak.
Bucin(Budak Cinta)
"Kuyy, baii sahabatkuu." ucap Meli sambil meledek Rin yang nampak kesal. Melipun segera mendekat ke sisi Stev dan jalan bersama menuju kelasnya masing - masing.
~ Suana saat itupun nampak tegang dan Reipun memutuskan untuk memulai pembicaraan...
"Hmm, Rin jurusan apa?" tanya Rei
"Rin jurusan akuntansi.. Kalo Rei?" tanya Rin walaupun dia sudah tau Rei sekelas dengan Stev.
"Oohh.. Oiya, btw salken yaa." ucap Rin dengan senyum manisnya.
Tanpa Rei sadari, 1 kalimatpun keluar dari mulut Rei tanpa pikir panjang....
"Manis.." ucap Rei tanpa dia sadari.
Rin yang terkejut sekaligus malu karena mendengat ucapan Rei, hanya bisa menjawab...
"Ma...kasih." ucap Rin dengan wajah merahnya sambil berlari menuju kelasnya.
"Astagaa, bodoh bangett guaa. Emang nih mulut ga bisa diajak kerja sama." ucap Rei sambil menyalahkan mulutnya karena tidak bisa diajak kerja sama.
*******
Setibanya di kelas, Melipun melihat jelas wajah Rin yang sangat merah karena tersipu malu..
"Hayoo, Reii ngapain aja tadii?" tanya Meli sambil meledek dan duduk di samping Rin.
"Astagaa Mell, Rei masa bilang aku manis." ucap Rin dengan wajah berseri - seri.
"Hahahaha, lucu banget sih orang lagi jatuh cinta." ucap Meli sambil tertawa ngakak melihat tingkah sahabatnya itu.
"Huhh, nanti kamu juga pasti ngerasain Mell." ucap Rin dengan tatapan mautnya.
"Iyaa dehh iyaa" ucap Meli yang mengalah karena pernyataan Rin.
~ Tak kerasa bel istirahatpun berbunyi, Rei segera menghampiri tempat duduk Stev yang tak kala itu sedang membereskan buku - bukunya.
"Broo..." panggil Rei sambil menghampiri Stev.
Stevpun menyadari apa maksud dari tingkah Rei yang seperti ini..
"Napa?" tanya Stev dengan wajah datarnya.
"Jangan judes - judes napee dahh." ucap Rei sambil membujuk Stev.
"Iyee..iyee, lu mau apaa?" tanya Stev dengan sikap ramahnya karena Rei adalah teman dekatnya di kelas dan juga di team basket.
"Bagi kontaknya Rin dong Stev.. Gua serius nii." ucap Rei dengan tatapan memohon dan juga serius.
Stev memang belum lama mengenal Rei. Tapi, Stev yakin bahwa Rei adalah lelaki baik - baik yang tidak gampang melirik perempuan lain dan juga memperlakukan perempuan dengan baik...
"Yaudah, nih id kontaknya. Awas lu berani nyakitin Rin! Kalo lu nyakitin dia, lu berurusan sama gua." ucap Stev dengan tatapan tajamnya sambil memberikan kontak Rin kepada Rei.
"Iyaa, gua janjii.. Ga bakal gua nyakitin orang yang gua sayang, bro." ucap Rei dengan tatapan seriusnya.
"Yoo, gua pegang janji lu." ucap Stev dengan nada bersahabat.
"Thanks broo." ucap Rei dengan tulus dan tatapan bersahabat.