
Mengingat jumlah murid kelas XII yang sangat banyak, mencapai 500 orang. Akhirnya sekolahpun memutuskan agar setiap kelas hanya membawa orang tua dari 2 murid sebagai perwakilan dari masing - masing kelas. Di kelas XII Akuntansi 3, sudah ada perwakilan dari orang tua Metta dan juga Indra. Sedangkan di kelas XII Teknik 1, sudah ada perwakilan dari orang tua Bernard dan juga Kezia.
*******
"Ihh apaan sih, kapan mau pergi dehh?" tanya Rin dengan wajah kesalnya karena menunggu Stev dan Rei yang menatap mereka dengan lama.
"Stevv... Reii..." panggil Meli yang membuat Stev dan Reipun tersadar.
"Ooo..i..yaaa, kuy pergii sekarang." ucap Stev dengan nada terpenggal karena masih terkejut dengan penampilan kedua sahabatnya.
Sebelum mereka berempat hendak pergi, merekapun berpamitan kepada orang tua Meli...
"Maa, paa.. Aku pergi dulu ya sama temen - temen." ucap Meli berpamitan dengan ibu dan ayahnya.
"Om, tantee. Rin pergi dulu ya, terima kasih om dan tante." ucap Rin dengan sopannya.
"Stev pamit ya om, tan." ucap Stev dengan sopan.
"Rei juga pamit ya Om dan tante." sahut Rei dengan sopan.
"Iyaa.. iyaaa.. hati - hati ya kalian. Tuhan memberkati." ucap kedua orang tua Meli dengan tersenyum bahagia.
Setibanya di Galaxy Dream.....
"Wahh nih hotel bagus amat yaa." ucap Rin dengan wajah gembiranyaa.
"Iya Rin, ternyata lebih bagus aslinya dari pada di gambar." sahut Meli dengan wajah gembiranya.
"Ini tuh hotel bintang 5, ya jelas mewah." ucap Rei menatap Rin dan Meli yang seperti orang norak.
"Kuyy masukk." ucap Stev sambil mengajak Meli, Rin dan juga Rei.
Merekapun segera mengisi absen.. Sesampainya di hallroom, banyak siswi perempuan yang berteriak histeris karena kedatangan Stev dan Rei dengan wajah tampan dan postur tubuh yang gagah dan juga seksi.. Tidak hanya siswi perempuan, siswa laki - lakipun juga sangat terpesona dengan kecantikan Meli dan juga Rin, sungguh terlihat seperti bidadari...
"Hmm. Makasih, Ris." ucap Rin dengan senyum polosnya. Rei yang melihat ada serigala di samping Rin, segera menarik lengan Rin dengan lembut sehingga berada di sisinya.
"Ada urusan apa sama cewe gua." ucap Rei dengan wajah kesalnya sontak hal itu membuat Rin terkejut. Karena Rin dan Rei sudah sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dari teman - teman sekolahnya. Namun tidak tau kenapa Rin sangat senang dengan sikap Rei yang melindunginya dan mengakui Rin sebagai pacarnya.
"Santuyy, bro. Cewe lu terlalu cantik, jadi jangan salahin gua buat tertarik sama dia." bisik Moris dengan tatapan sinisnya. Namun Rin mendegar apa yang Moris ucapkan.
"Udah - udah biarin aja dia. Aku cuman cintanya sama kamu kok." bisik Rin dengan tulusnya seketika membuat Rei meleleh dan membawa Rin pergi jauh dari serigala itu.
~ Meli dan Stev tidak menyadari apa yang terjadi dengan Rei dan juga Rin. Karena saat inipun Stev sibuk menghindar dari banyak perempuan yang mendekatinya dan meminta bantuan kepada Meli.
"Mell, tolongin gua dari cewe - cewe ituu.. Gua bakal beliin coklat segentong buat lu dah." ucap Stev dengan tatapan memohon yang sangat lucu kepada Meli.
"Iya, iyaa.." ucap Meli sambil memegang lengan Stev dengan manjanya, sontak membuat banyak perempuan terdiam melihat kedekatan Stev dan juga Meli.
~ Karena berhasil menghindar dari kerumunan fans Stev, membuat mereka tertawa puas dan menyadari bahwa Rei dan Rin sudah tidak ada di sampingnya.
"Mell, Rin sama Rei kemana?" tanya Stev dengan ekspresi terkejut.
"Lah iyaa, bukannya tadi di samping kita ya." ucap Meli dengan ekspresi terkejut juga.
"Ehh itu bukann." ucap Stev sambil menunjuk Rin dan juga Rei.
"Eh iya ituu, kuy samperinn.." ucap Meli sambil menuju Rin dan Rei dengan terburu - buru.
"Bro, lu kemana aja sii?" tanya Stev kesal karena Rei tiba - tiba pergi.
"Tadi noh ada serigala ngeganggu cewe gua, ya gua marah lah." ucap Rei dengan kesal.
"Hahaha, ngakakk.. Pasti si Moris." ucap Meli dengan tertawa ngakak.