Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
KENANGAN


Seperti biasa, siang hari ini sepulang sekolah Meli sudah berada di rumahnya. Meli yang sedang mengerjakan tugas sekolah, dengan gembira melihat kedatangan Nico dengan mainan yang dibawanya.


*******


"Meliii, aku bawakan sesuatu. Liat dehh" ucap Nico dengan memperlihatkan mainan yang dia bawa.


"Wah, mainan apa lagi nih." ucap Meli dengan senyum manisnya.


"Aku bawa robot kesayanganku, Mell." ucap Nico. Robot adalah mainan kesukaan dan kesayangan Nico, tapi dia tidak ragu untuk memberikannya kepada Meli dan juga kepada Jesi.


~ Meski Nico terkenal dengan sifatnya yang jutek dan cuek itu, membuat dia bersikap dingin dengan semua perempuan. Namun, di satu sisi, Meli tau betul apa yang dia rasakan dan sungguh dia mengenali Nico. Baginya Nico adalah seseorang yang memang tampak dingin, namun di satu sisi Nico adalah anak lelaki yang sangat perhatian dan juga hangat.


" Terima kasih Nico, selama ini kamu memberikan banyak mainanmu kepadaku." ucap Meli dengan memberikan senyum manisnya.


" Iyaa, Mell." ucap Nico dengan memberikan mainannya kepada Meli sambil melihat senyum manis Meli.


~ Saat itu, Meli tidak mengetahui bahwa mainan itu adalah hadiah terakhir yang dia terima dari Nico. Namun, pada saat itu Nico tidak memberi tahu kepada Meli bahwa dia akan segera pindah ke rumah barunya. Keesokkan harinya.....


Sepulang sekolah hingga sampai sorepun, Meli merasa bingung dan cemas karena Nico tidak datang kerumahnya sedikitpun. Sehingga Melu memutuskan untuk segera pergi ke rumah Nico.


"Nicoo.. Nicooo ini Melii." ucap Meli dengan nada keras sambil memanggil Nico di depan rumah Nico.


Merasa tidak ada jawaban dari dalam rumah Nico, Meli memutuskan untuk pergi ke rumah Anton. Setibanya di rumah Anton......


" Anton... Anton ini Melii." ucap Meli dengan ekspresi panik.


"Kenapa Mell? kok panik gitu?" tanya Anton dengan penasaran.


"Aku baru saja dari rumah Nico, tapi tidak ada satupun suara dari dalam rumahnya" ucap Meli dengan ekspresi sedih.


"Hmm, kudengar dia sudah pindah ke rumah barunya Mel." ucap Anton memberi penjelasan.


Meli yang merasa kecewa dan terkejut mendengar hal tersebut, membuat dia untuk segera pulang kerumahnya.


"Ooh gitu, makasih Anton." ucap Meli dengan tatapan sendu.


Sesampainya di rumah, Meli tidak tau apa yang harus dilakukan. Karena saat itu Meli belum diizinkan untuk mempunya Handphone sendiri, sehingga hal itu sangat sulit baginya.


********


9 tahun kemudian


Meli pun sudah mulai terbiasa menjalani hari - harinya tanpa kehadiran Nico disisinya. Ya, hari itu adalah hari terakhir dirinya bersama dengan Nico. Meski kejadian itu sudah 9 tahun lamanya, namun kabar tentang Nicopun masih tidak menunjukan keberadaannya. Tidak terasa saat ini Meli sudah berumur 14 tahun, dan siap menduduki bangku SMK.


"Woahh, besok adalah hari pertamaku sebagai siswi SMK." ucap Meli dengan ekspresi bahagia karena besok adalah hari pertama dia masuk sekolah dan bertemu dengan sahabatnya.


Keesokan harinya.....


"Ringg....ringg. Pukul 06.00 Wib, alarm Melipun berbunyi, dengan segera Meli terbangun dan bersiap - siap untuk bersekolah.


"Hmmm.. Semua sudah siap, apa lagi ya yang kurang?" pikir Meli sambil memeriksa barang - barang yang akan dibawanya. Tak kala disaat itupun, Meli juga mengirimi pesan kepada salah satu sahabatnya sebelum dia pergi ke sekolah.


Sesampainya di sekolah.....


"Meliiii, senang sekali kita satu sekolah lagii." ucap sahabat Meli yang bernama Rin.


"Rinnn.. Sungguh beruntung kita satu sekolah lagii." ucap Meli dengan ekspresi bahagia


~ Meli dan Rin adalah sahabat sedari mereka di jenjang SD. Rin adalah sahabat yang paling Meli percaya diantara teman - teman sekolah yang dia miliki. Dari dulu hingga sekarangpun, hanya Rin seorang yang selalu mendegar curhatan dan membantu Meli. Bahkan kenangan bersama Nicopun, Rin juga mengetahuinya secara detail.


Seminggupun berlaluu...


"Rinn, kamu bawa bekal apa hari ini?" tanya Meli


"Aku bawa nasi goreng, Mell. Kamu bawa apa?" tanya Rin


"Aku bawa rendang hari ini. Rin btw, rasanya aku sangat senang bisa 1 sekolah lagi sama kamu." ucap Meli dengan ekspresi bahagia.


"Aku juga Mell, sama kamu aja udah buat aku tenang sekaligus bahagia" ucap Rin dengan ekspresi bahagianya.


~ Persahabatan diantara kedua perempuan inipun, memberikan kesan setiap harinya dalam hidup mereka sehingga mereka saling menyayangi dan melindungi satu sama lain.