Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
TERKEJUT


Sudah 2 jam lamanya, akhirnya Meli dan Stev sampai di sebuah cafe dengan pemandangan pantai yang sangat tenang..


******


"Wahh.. Bagus bangett, Stevv." ucap Meli dengan tatapan terpukau melihat pemadangannya di depannya.


"Kuyy, turun." ucap Stev segera keluar untuk membukakan pintu Meli.


"Sumpah Stevv, ini mimpi ya?" tanya Meli sambil mencubit pipi Stev.


"Ah, sakitt. Ini nyata oii, lu ga mimpi." ucap Stev meyakinkan Meli sambil menggandeng tangan Meli untuk memasuki cafe tersebut..


"Stev cafe ini pasti mahal bangett, mending kita main di pantai aja dehh." Ucap Meli yang berusaha melepas genggaman Stev.


"Nurut aja sama gua, ok." ucap Stev dengan senyuman hangatnya sambil mengelus kepala Meli dengan lembut.


Tampak sepasang pelayan sudah menyambut kedatangann mereka dan segera mengantar mereka keruangan VIP.


"Selamat sore tuan Stev, ruangan anda sudah kami siapkan." sambut salah satu pelayan dengan hormat.


"Baik, terimakasih. Bagaimana perkembamgan cafe selama ini?" tanya Stev dengan tegas kepada asistennya di cafe ini.


"Seperti rencana kita pak, usaha cafe ini berkembang sangat pesat dan banyak diminati." ucap asisten dengan detailnya.


"Apa ada keluhan lain?" tanya Stev dengan teliti.


"Untuk saat ini tidak ada, pak." ucap asisten tersebut.


Segera Stev mengajak Meli memasuki ruangan VIP yang sudah disiapkan.


"Wahh gila sehh, gua ga tau lagi harus ngomong apa Stev." ucap Meli yang melihat setiap sudut ruangan dengan norak.


"hahaha, buruan duduk." ucap Stev yang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum karena melihat tingkah lucu Meli yang terkesan norak.


"Stev, lu hebat banget sih. Gua bangga punya sahabat kaya lu." ucap Meli dengan tatapan berbinar - binar.


"Apaan deh, biasa aja kalee." ucap Stev membantah ucapan Meli.


~ Seketika berbagai hidangan makanan dan minumanpun diantar oleh beberapa pelayan.. Meli dan Stevpun segera menyantap makanan tersebut dengan bersemangat karena merasa lapar selama diperjalanan. Setelah itu, Stev mengajak Meli untuk bermain di pantai.


"Kenapa lu suka banget sama pantai sih?" tanya Stev yang memulai obrolan disaat keheningan.


"Iya sihh.." ucap Stev menyetujui pendapat Meli.


"Oiyaa, btw lu mau cerita apa?" tanya Meli dengan penasaran.


"Hmm, jadi gini. Gua harus kuliah di luar negri." ucap Stev dengan nada pelan agar Meli tidak terkejut.


"Hahh?! lu serius mau kuliah di luar negri, Stev?" tanya Meli dengan raut wajah yang tidak karuan.


"Iya, lu tenang dulu.. Lu kan tau impian gua selama ini, gua pengen kuliah di universitas yang selama ini gua impikan." ucap Stev sambil menenangkan Meli.


"Berapa lama?" tanya Meli dengan wajah cemberutnya.


"Menurut perkiraan gua paling lama sekitar 3 tahun, entah bisa lebih cepat atau lebih lama." ucap Stev


"Ya udah Stev, doa terbaik selalu beserta lu. Gua yakin lu bisa lulus dengan nilai terbaik. Jangan buat gua sama Rin kecewa." ucap Meli dengan pikiran dewasanya meski saat ini dia berusaha menahan sedihnya.


"Iyaa, Amin.. Gua ga bakal buat lu sama Rin kecewa. Makasih yaa." ucap Stev dengan penuh semangat.


"Iyaa, Rin udah tau?" tanya Meli.


"Hmm, mungkin besok gua baru bilang ke Rin sama Rei." ucap Stev.


"Oohh oke deh." ucap Meli yang masih tampak sedih mengingat kepergian Stev.


"Selama gua pergi, lu harus jaga diri. Kapanpun lu butuh bantuan, kabarin gua. Ok." ucap Stev sambil mengelus kepala Meli dengan lembut, sontak membuat tangisan Meli pecah.


"Hiks.. Hiks..Stev juga harus jaga diri di sana...Hiks.." ucap Meli sambil menangis dan memeluk Stev.


"Iya.. iyaa. Kalo lu nangis kaya gini, bisa - bisa gua ga jadi pergi kuliah." ucap Stev meledek Meli.


"Ga bolehh.. Hikss.. lu harus kuliah." ucap Meli yang masih menangis di pelukan Stev.


"Nah makanya ga boleh nangis, secepatnya gua bakal pulang kok." ucap Stev meyakinkan Meli.


"Janji?" ucap Meli dengan tatapan seriusnya.


"Iyaa." ucap Stev sambil mengacak - ngacak rambut Meli.


~ Melipun kembali tenang, kini mereka sedang asik menikmati pemandangan sunset di sore hari... Setelah menghabiskan 7 jam bersama Stev, Meli dan Stevpun sampai dirumah dengan selamat..