Destiny With My First Love

Destiny With My First Love
TERIMAKASIH ^^


"Nanti begitu bapak bangun, jangan lupa diminum ya pak. Minuman ini bagus untuk kesehatan bapak ^^." isi note yang ditulis oleh Meli.


Melipun segera bergegas pulang karna hari sudah sore...


*******


Pagi harinya Lorenzopun terbangun dan kepalanya terasa sangat pusing. Iapun tersadar dengan sebuah termos yang ada di sampingnya, segera ia membuka termos tersebut.


"Enak jugaa, siapa yang buatin ya." bisik Lorenzo sambil menghabiskan minuman tersebut.


Setelah Lorenzo menghabiskan minuman tersebut, iapun segera bersiap dan menuju dapur...


"Pagi, tuan mudaa. Hari ini mau sarapan apa, tuan?" tanya bibi kepada Lorenzo.


"Pagi bii.. Ga usah bi, saya mau langsung ke kantor." ucap Lorenzo.


"Baik, tuan." ucap bibi tersebut.


"Oiya bii. Minuman di atas, bibi yang buat ya?" tanya Lorenzo dengan penasaran.


"Bukan, tuan. Kemarin ada nona cantik datang ke sini, dia minta bibi buat siapkan berbagai bahan yang dia butuhin."


"Ooh ok, makasih ya bi." ucap Lorenzo sambil bergegas pergi menuju kantor.


Setibanya di kantor, Lorenzopun sudah melihat Meli yang sedari tadi menunggunya..


"Pagi pak." sapa Meli dengan senyum manisnya.


"Pagi." ucap Lorenzo dengan sikap dinginnya.


Melipun segera membuatkan teh panas untuk Lorenzo...


"Permisi pak, ini tehnya." ucap Meli sambil memberikan teh tersebut kepada Lorenzo.


"Iya makasih." ucap Lorenzo yang sangat jarang sekali Meli dengar.


"Tumben tau bilang makasih." bisik Meli dalam hati.


"Iya pak, oiya hari ini jadwalnya bapak meeting dengan clien a dan clien b." ucap Meli sambil mengingati Lorenzo.


"Baik. Btw, kamu yang buat minuman itu?" tanya Lorenzo sambil menatap Meli.


"I..ya pak." ucap Meli dengan gugup.


"Terimakasih, minumannya enak." ucap Lorenzo tanpa menatap Meli.


"Iya pak sama - sama, bagus deh kalo bapak suka." ucap Meli dengan senyum manisnya dan meninggalkan ruangan tersebut.


"Senyum itu, kenapa mirip sekali?" bisik Lorenzo sambil berpikir.


~ Tidak lama kemudian, Bellapun menghampiri Lorenzo..


"Iya aku juga." ucap Lorenzo sambil memeluk Bella.


"Kamu bisa ga temenin aku hari ini shopping?" tanya Bella dengan sikap manjanya.


"Maaf yang, kerjaan aku banyak banget. Kapan - kapan aja ya." ucap Lorenzo sambil berusaha membujuk Bella.


"huhh, ya udah deh." ucap Bella dengan wajah cemberutnya.


"Kapan - kapan ya yang." ucap Lorenzo dengan senyum manisnya.


"Iyaa yang. Aku pergi dulu yaa." ucap Bella sambil mengecup pipi Lorenzo dan meninggalkannya.


********


Setelah pulang kerja, Melipun berencana akan ke cafe nanti malam. Bukan untuk bernyanyi, melainkan ia ingin bertemu dengan Rin di cafe.


Setibanya di cafe...


"Meliii, yaampun udah lama banget ga ketemu kamuu." ucap Rin sambil memeluk Meli.


"Iyaa Rinn, kangen bangettt." ucap Meli sambil membalas pelukan Rin.


"Coba ada Stev, pasti seru dehh." ucap Rin yang tertiba ingat dengan Stev.


"Iya yaa, sepi juga ga ada dia. Eh btw, Rei kemana Rin? kok ga bareng sama kamu?" tanya Meli dengan penasaran.


"Dia lagi main futsal sama temen - temennya, Mel. Lagi pula hampir setiap hari aku sama dia mulu, sekarang giliran sama kamu." ucap Rin yang menatap Meli dengan sangat serius.


"Oh gituu, syukur dehh. Iya kali ini waktunya kita berdua." ucap Meli dengan tertawa bahagia.


"iyaaa. Btw, gimana kerjaan kamu di sana?" tanya Rin dengan perhatian.


"Hmm, sejauh ini sih mendingan Rin. Awalnya aku bener - bener ga bisa ngenalin si cowo ngeselin itu, tapi makin kesini dia keliatan unik." ucap Meli dengan tersenyum.


"Ehemm,, kamu suka sama dia?" tanya Rin sambil meledek Meli.


"Ya ga lahh Rinn, lagian dia juga udah punya pacar." ucap Meli sambil membantah ucapan Rin.


"Kalo belum punya pacar gimana?" tanya Rin yang berusaha membujuk Meli.


"Ga juga lahh." ucap Meli yang terlihat kesal.


"Terus apa yang buat dia unik?" tanya Rin dengan penasaran.


"Selama ini, aku ga pernah denger dia bilang makasih ke aku. Tapi hari ini, dia banyak bilang makasih ke aku dan itu buat aku gimana ya. Kaya ga sia - sia aja selama ini aku ngedidik dia." ucap Meli dengan tertawa bangga.


"Astogehh, aku kira apaan bebss. Semua orang itu bisa berubah beb, bahkan tingkah/ sifat merekapun bisa terlihat sepintas mirip sama kita kalo kita selalu dekat dengan mereka." ucap Rin sambil menjelaskan.