Could It Be You?

Could It Be You?
8. Maaf


"Kita pulang sekarang? " ajak Ye Joon.


"Baiklah. " jawan Soo Yeong. Dia sedikit merasa bersalah pada Ye Joon karena tidak bisa memberi jawaban pada saat itu juga. Takut Ye Joon akan marah dan meninggalkannya. Cukup Hyeon Ju yang pergi Ye Joon jangan sampai.


Ye Joon berjalan menuju motornya, dan diikuti oleh Soo Yeong dibelakang. Soo Yeong sedang berfikir apakah Ye Joon sedang marah atau tidak. Pasalnya Dia tidak berbicara apapun. Soo Yeong jadi merasa canggung dan bingung harus mengajaknya berbicara atau tidak. Pikirannya sibuk menerka-nerka bagaimana perasaan Ye Joon sekarang hingga tidak sadar, Dia sudah tertinggal jauh oleh Ye Joon.


Ye Joon hanya menatap Soo Yeong yang sedang berjalan pelan yang entah pikirannya sudah sampai dimana. Dia menunggu tanpa ingin mengganggu lamunan Soo Yeong.


Soo Yeong tidak menyadari seberapa jauh Dia berjalan hingga tanpa sengaja menabrak Ye Joon yang sedang menunggunya.


"Aduh. " ucap Soo Yeong sambil mengelus-elus dahinya yang terbentur dada Ye Joon.


"Kamu itu sedang memikirkan apa? sampai-sampai tidak sadar menabrakku. " tanya Ye Joon dengan sedikit membungkukkan badannya agar bisa melihat wajah Soo Yeong.


"Maaf. " kata Soo Yeong malu. Wajahnya tertunduk karena tidak berani menatap Ye Joon.


"Sedang memikirkan aku? " tanya Ye Joon sambil menangkup wajah Soo Yeong dengan kedua tangannya.


"Kamu marah padaku? " kata Soo Yeong ragu.


Mendengar hal itu Ye Joon malah tersenyum lebar. Sungguh reaksi yang berbeda dari apa yang Soo Yeong pikirkan. Ye Joon menatapnya dan meyakinkan bahwa Dia sedang baik-baik saja.


"Aku tidak marah. Memaksakan perasaan orang bukanlah style ku. Jadi, pikirkanlah keputusanmu. Tidak perlu terburu-buru dan juga jangan dipaksakan. Turuti saja kata hatimu."


Soo Yeong mengangguk, mengisyaratkan bahwa Dia akan menuruti kata-kata Ye Joon.


Mereka pun melanjutkan kembali perjalanan pulangnya. Ya memang tidak banyak mengobrol ketimbang tadi, karena sangat sulit untuk bersikap biasa saja. Mereka masih canggung satu sama lain, walaupun bibir bicara tidak apa-apa tapi soal hati hanya masing-masing yang tahu.


Ketika sudah sampai didepan rumah Soo Yeong, mereka disambut dengan tatapan curiga kedua orang tua Soo Yeong.


"Halo Om, Tante. "sapa Ye Joon ramah. Sebenarnya sedikit takut dimarahi karena membuat Soo Yeong pulang terlalu larut.


"Papa sama Mama sedang apa disini? " tanya Soo Yeong.


"Menunggu anak kesayangan Papa yang pulang sangat terlambat tanpa mengabari. " jawab Papa Soo Yeong. Mamanya mengangguk-angguk mendukung perkataan suaminya itu.


"Kan tadi aku sudah mengirim pesan pada Papa." Soo Yeong mencoba membela diri.


Ye Joon hanya berdiam diri. Kini wajahnya sudah pucat pasi karena gugup.


Suasana menjadi hening.


"Hahaha. Iya iya. Papa dan Mama hanya bercanda. Kebetulan saja tadi dari rumah Hyeon Ju menyiapkan kebutuhan kita besok. Oh Iya, kamu Ye Joon ya? " kata Papanya sambil menunjuk kearah Ye Joon.


"Iya Om. " Ye Joon turun dari motornya dan bersalaman dengan orang tua Soo Yeong.


"Ayo masuk dulu. " ajak Mama Soo Yeong.


Ye Joon hanya menurutinya untuk memberikan kesan baik dihadapan orang tua dari gadis yang Ia sukai. Ya walaupun sedikit gugup tapi Dia mencoba menepis perasaan itu.


"Jadi kamu teman sekelasnya Soo Yeong ya? " Papa Soo Yeong mengintrogasi.


"Iya Om. Maaf kalau pulangnya sampai sesore ini. Tadi mampir ketaman disana sebentar." jawab Ye Joon gugup.


"Iya Tante. Soo Yeong orangnya cukup asik." Ye Joon menjawab sedapatnya. Otaknya menjadi lemot karena gugup.


Papa Soo Yeong diam sebentar dan mengamati luka lebam diwajah Ye Joon.


"Wajahmu kenapa? Bukan karena berkelahi dengan temanmu yang lain kan? " tanya Papa Soo Yeong blak-blak an.


Ye Joon bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin Ia menjawab karena ulah Ayahnya karena takut nanti mereka berpikir yang tidak-tidak. Dia diam sambil meminum minuman dihadapannya untuk menghilangkan rasa gugup pada dirinya.


"Karena urusan pribadinya Pa. Tapi bukan hal buruk seperti yang Papa bayangkan. " potong Soo Yeong sambil menuruni tangga.


"Oh iya Pa. Dia yang mau ikut piknik besok " tambahnya.


Ye Joon lega karena Soo Yeong telah menyelamatkannya saat ini. Dia pun merasa lebih tenang.


"Hmm. Iya iya. Besok jangan terlambat ya Ye Joon. Kita harus berangkat cukup pagi karena perjalanannya sedikit jauh. Sekitar jam 5 pagi lah. Bisa? " tanya Papa Soo Yeong sambil menyeruput kopinya.


"Baik Om. Kalau begitu saya ijin pulang karena belum berkemas. Supaya besok tidak terlambat." Ye Joon berpamitan.


"Ya sudah. Hati-hati dijalan. " jawab Papa Soo Yeong.


Soo Yeong menemaninya kedepan dan berterimakasih karena sudah mengantar pulang. Ye Joon pun melajukan motornya pergi.


- Ke esokan harinya.


Semua orang sibuk mengemas barang-barang yang mereka butuhkan. Papa Soo Yeong memanaskan mobil, Ayah Hyeon Ju mengangkut barang membawanya ke mobil dibantu Hyeon Ju. Begitupun Soo Yeong, Ia juga membantu Mamanya mengangkut barang. Sungguh pagi yang sibuk.


Setelah beberapa saat Ye Joon datang dan memakirkan motornya digarasi rumah Soo Yeong. Dia langsung menyapa dan Soo Yeong memperkenalkannya pada orang-orang yang ada disana.


Setelah dirasa sudah lengkap, mereka pun berangkat.


Perjalanan terasa sunyi karena Soo Yeong, Ye Joon dan Hyeon Ju merasa canggung satu sama lain untuk saling mengobrol. Mengetahui hal itu Papa Soo Yeong berinisiatif memutar musik agar suasananya tidak terlalu kaku.


Setelah 2 jam berkendara, mereka pun sampai ditujuan.


"Ah. Villa ini. " Soo Yeong masih ingat dengan villa milik Ayah Hyeon Ju tersebut. Masih teringat jelas, dulu waktu Soo Yeong dan Hyeon Ju kecil, mereka sering piknik disini. Mereka sering bermain dan berjalan-jalan dikebun teh yang tak jauh dari villa itu.


Mungkin orang tua mereka sengaja agar hubungan Soo Yeong dan Hyeon Ju membaik.


"Iya. Kamu ingat? Dulu kita sering liburan ditempat ini. Kamu juga ingat kan Hyeon Ju? " tanya Ayahnya pada Hyeon Ju yang sedang diam. Sepertinya Dia juga sedang mengingat-ingat masa kecilnya.


Hyeon Ju mengangguk, mengiyakan.


Mereka semua masuk dan membersihkan diri. Villa ini memiliki 3 kamar. Papa Soo Yeong dan Ayah Hyeon Ju sekamar, Soo Yeong dengan Mamanya, terakhir Hyeon Ju dengan Ye Joon.


Saat para orang tua sedang menyiapkan makanan. Soo Yeong pergi kekamar Ye Joon untuk mengajaknya makan. Ya walaupun sedikit ragu karena Hyeon Ju juga disana, Dia tetap pergi.


Tapi yang Dia temui disana hanya ada Hyeon Ju. Karena takut Hyeon Ju akan berbicara hal yang menyakitinya, Dia beranjak pergi. Namun Hyeon Ju menahannya.


"Maaf kan aku. "