
Walaupun mendengar Soo Yeong yang menolak digandengnya, Ye Joon bukan berarti mau melepaskan tangan Soo Yeong begitu saja. Dia merasa bodoamat dengan omongan siswa yang lain.
""Ye Joon..... " kata Soo Yeong singkat. Ia tidak langsung meneruskan kata-katanya, tapi berfikir sejenak. Haruskah Ia membicarakan soal komitmen mereka sekarang, atau nanti. Soo Yeong masih ragu. Disisi lain Ia ingin membebaskan Ye Joon untuk mempublikasikan hubungan mereka. Tapi juga tidak yakin itu keputusan yang terbaik atau tidak.
"Kenapa Soo Yeong? " tanya Ye Joon yang tidak mengerti apa mau Soo Yeong. Beberapa kali Ia ikut berfikir, menerka-nerka apa yang sedang gadis itu inginkan. Setelah beberapa saat Ye Joon menyadari sesuatu dan reflek melepas genggaman tangannya.
"Oh. Maaf kan aku Soo Yeong. Aku lupa kalau kamu tidak ingin semua orang tahu tentang hubungan kita. Aku reflek saja menggandeng tanganmu tadi. Aku tidak sengaja. " Ye Joon mencoba menjelaskan situasinya. Terkadang Ia memijat-mijat tengkuknya karena merasa bersalah pada Soo Yeong.
"Iya. Aku mengerti. Kita jalan biasa saja sampai dihalte ya. Soal itu kita bahas lagi nanti. " ucap Soo Yeong sembari tersenyum dan berjalan kembali. Ye Joon tentu saja mengikutinya dari belakang.
Sesampainya dihalte, disana sudah ada beberapa orang yang juga sedang menunggu. Tidak banyak memang, tapi bisa memenuhi tempat duduk di halte itu. Jadi Soo Yeong dan Ye Joon menunggu bus sambil berdiri.
"Ye Joon, aku boleh bertanya sesuatu? " Soo Yeong mencoba membuka obrolan karena sedari tadi hening tiada suara.
"Hmm. Boleh. Tanya apa? " kata Ye Joon.
"Menurutmu Tae Hi itu bagaimana? " Soo Yeong sedikit ragu untuk menanyakan hal itu.
"Dari segi apa dulu? " Ye Joon tak mengalihkan padangannya pada Soo Yeong, tapi sibuk memperhatikan mobil yang lalu lalang lewat didepannya.
"Apa Dia cantik? " tanya Soo Yeong.
"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu.? Jangan bilang kamu cemburu padanya. " tanya Ye Joon balik, kini pandangannya beralih pada Soo Yeong.
"Bukan. Hanya saja aku melihat kalau Tae Hi begitu menyukaimu. Dan kurasa Dia tidak akan berhenti menggodamu. Dia tidak akan menyerah. Mungkin saja kamu akan menyukainya suatu saat nanti. " ujar Soo Yeong.
"Hahaha. " tawa Ye Joon keras sampai semua orang menatapnya.
"Hihh. Kenapa malah tertawa sih? Jangan-jangan ucapanku benar? Iya? " Soo Yeong menjadi sebal dengan Ye Joon.
"Lalu apa suatu saat kamu akan menyukai Jae Min? " Ye Joon bertanya balik. Soo Yeong pun menjadi heran dengan pertanyaan randomnya. Mereka sedang membahas Tae Hi, tapi malah beralih menyerang Soo Yeong menggunakan Jae Min. Apa hubungannya?.
Saat Soo Yeong ingin bertanya tentang kejelasan ucapan Ye Joon barusan. Tiba-tiba bus yang mereka tunggu akhirnya datang. Soo Yeong pun mengurungkan niatnya dan bersiap menaiki bus. Akhirnya Ye Joon masuk dan mencari tempat duduk untuk mereka berdua. Mereka pun duduk di barisan kursi paling belakang.
Bus pun melaju lagi.
"Ye Joon apa maksudmu membawa-bawa Jae Min? Kita sedang membahas Te Hi, tapi kamu malah mengalihkan pembicaraan. "kata Soo Yeong setelah duduk dikursi yang kemudian juga disusul oleh Ye Joon.
"Apa kamu tidak menyadarinya?" tanya Ye Joon.
"Menyadari apa? " Soo Yeong semakin bingung.
"Jae Min menyukaimu!!! " ucap Ye Joon ketus sembari menghela nafas kasar.
"Lalu apa hubungannya denganku? Aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. " Soo Yeong tak kalah ketus.
"Mungkin saja suatu saat nanti kamu akan menyukainya? " kata Ye Joon. Ia masih saja menatap lurus kedepan tanpa menoleh pada Soo Yeong.
"Tidak. Aku kan menyukaimu. " ucap Soo Yeong spontan. Ia malah jadi malu sendiri setelah mengucapkan kata-kata itu. Tangannya reflek menutup mulutnya.
Ye Joon tersenyum tipis.
"Begitupun jawabanku ketika kamu membahas soal Tae Hi tadi." kini Ia menatap Soo Yeong dalam dan melepaskan tangan yang membungkam mulutnya sendiri. Lalu mencubit lembut pipi Soo Yeong.
Ye Joon meraih tangan Soo Yeong dan menggandengnya erat. Soo Yeong tidak menolak, bahkan malah membalas genggaman itu tak kalah erat dan menatap Ye Joon dengan senyuman terbaiknya.
Ye Joon tidak membalas senyuman itu tapi malah menggeserkan badannya untuk membisikkan sesuatu pada Soo Yeong.
"Jangan tersenyum seperti itu. Karena aku jadi ingin memberimu kecupan diujung senyummu. " bisik Ye Joon pelan dan tersenyum nakal setelah berhasil mengucapkan kalimat itu.
Seketika senyum Soo Yeong menciut dan Ia memukul pelan bahu Ye Joon.
"Jangan sampai kamu berani melakukannya disini. " ucap Soo Yeong pelan.
"Lalu dimana?" Ye Joon semakin suka menggoda Soo Yeong.
Mendengar kalimat itu, Soo Yeong memutuskan untuk tidak menjawabnya. Ia memilih untuk menyenderkan kepalanya dibahu Ye Joon sebagai tanda jika Ia ingin mengakhiri obrolan tersebut. Ye Joon mengerti dan berakhir dengan kekehan kecil keluar dari mulutnya.
Lalu tanpa mereka sadari ternyata bus sudah sampai dihalte dekat rumah Soo Yeong. Mereka langsung buru-buru turun dan berjalan kaki menuju rumah Soo Yeong. Setelah sekitar 5 menit berjalan, mereka sudah sampai ditaman. Tempat mereka janji ketemu kemarin.
"Sudah sampai disini. Mau mampir dulu? " ajak Ye Joon. Sudah pasti yang mereka tuju adalah ayunan.Soo Yeong dan Ye Joon lalu beristirahat sebentar diayunan tersebut.
"Harusnya kita bertemu disini tadi malam. " ucap Soo Yeong singkat.
"Iya ya. Tapi kurasa kita memang ditakdirkan untuk bertemu. Lihatlah, walaupun semalam kita tidak bisa bertemu, sekarang kamu dan aku sudah berada disini. Berdua." kata Ye Joon santai.
"Iya, kamu benar. "
Beberapa saat setelah obrolan mereka selesai. Suasana menjadi hening. Ye Joon tak tau lagi harus membicarakan apa, Dia tidak punya ide. Begitupun Soo Yeong.
Lalu tiba-tiba...
ccup
Ye Joon mengecup pipi Soo Yeong.
Spontan Soo Yeong berdiri karena terkejut dengan apa yang Ye Joon lakukan. Walaupun Ia pernah memberi ciuman pada Ye Joon divilla waktu itu. Dia masih saja tidak terbiasa ketika Ye Joon melakukan hal itu tanpa persetujuannya.
"Ye Joon, jangan sembarangan. Kalau ada yang melihat bagaimana? " protes Soo Yeong.
Ye Joon terkekeh kecil lalu menghampiri Soo Yeong yang sedang berdiri dihadapannya.
"Iya. Iya. Aku minta maaf. " katanya sambil tak bisa menahan kekehannya.
"Ya sudah. Sekarang kamu pulang saja. Aku akan pulang sendiri dari sini. Kamu tahu rumahku sudah dekat kan. " ucap Soo Yeong.
"Kamu mengusirku? "
"Tidak. Bukan begitu. Lagipula ini kan sudah sore, jangan sampai kamu pulang terlalu larut. " Soo Yeong menjelaskan.
"Baiklah. Aku akan kembali kesekolah dan mengambil motorku lalu pulang. Sampai jumpa besok pagi yaaa. Dahh. " Ye Joon berpamitan dan berjalan meninggalkannya.
Setelah Ye Joon mulai tak terlihat,Soo Yeong bergegas pulang. Tapi dipertengahan perjalanan Ia berhenti dan baru ingat akan sesuatu.
"Yah. Aku lupa membicarakannya dengan Ye Joon. " guamamnya.