Could It Be You?

Could It Be You?
27. Bohong


Sabtu


Hari ini adalah hari Soo Yeong dan Ye Joon belajar kelompok. Memang benar tadi yang awalnya beranggotakan 4 orang, kini hanya tinggal berdua. Tapi ya sudahlah. Setelah pulang sekolah, mereka akan belajar bedua ditaman dekat sekolah. Kebetulan cuaca hari ini sedang cerah.


“Aku fikir kita akan belajar dicafe atau semacamnya.” Kata Ye Joon sembari mengemas buku pelajarannya.


“Kenapa? Kamu tidak mau belajar ditaman?” tanya Soo Yeong santai lalu berdiri karena siap meninggalkan kelas.


“Ya sudah, aku akan belajar sendiri.” Tambahnya.


“Bukan begitu. Aku tidak masalah belajar dimanapun. Asalkan denganmu.” Hobi sekali Ye Joon merayu Soo Yeong.


“Ya sudah. Ayo.” Ajak Soo Yeong pada Ye Joon. Merekapun berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor Ye Joon lalu berangkat menuju taman.


Sesampainya ditaman, mereka segera mengluarkan buku-buku dan semua keperluan belajar disebuah meja dibawah pohon yang cukup rindang. Cukup untuk melindungi dari terik matahari.


“Mana materi yang kamu janjikan?” tanya Soo Yeong menagih janji Ye Joon.


Ye Joon lalu mengeluarkan sebuah buku catatan dari tasnya.


“Wahh. Lengkap juga. Dari mana kamu dapatkan buku catatan ini?” tanya Soo Yeong.


“Ohh ini milik temanku disekolah yang lama. Kupukir karena kita masih satu wilayah, materi pelajaran kita tidak akan jauh berbeda. Jadi aku coba meminjamnya.” Ye Joon menjelaskan singkat. Sebenarnya materi yang Ye Joon bawa, Ia dapatkan dari Kyung Seok.


“Ini bukan tidak jauh beda, tapi memang sama persis.” Kata Soo Yeong.


Mereka lalu belajar dengan tenang. Hingga beberapa saat kemudian seseorang menghampiri mereka berdua.


“Ye Joon ?” sapanya.


Mendengar suara itu Ia langsung mencari sumber suara yang barusan memanggil namanya.


“Oh, Rye Weok? Sedang apa kamu disini?” ternyata orang itu adalah Rye Weok temannya disekolah yang lama.


“Aku kebetulan saja lewat. Baru saja ketemuan dengan Chan Sik dan Kyung Seok dicafe biasa kita kumpul dulu. Oh, kamu sedang dengan temanmu? Siapa namanya?” tanya Rye Weok setelah menyadari jika Ye Joon sedang bersama seorang wanita.


“Hai, namaku Soo Yeong.” Soo Yeong memperkenalkan diri lalu Rye Weokpun tersenyum sebagai respon.


“Siapa? Kekasih barumu?” bisik Rye Weok pada Ye Joon. Seketika Ye Joon mengangguk pelan.


“Hai,namaku Rye Weok. Teman Ye Joon disekolah lamanya. Kami dulu cukup dekat, ada juga teman-teman kami yang lain. Ada Chan Sik dan juga Kyung Seok, pemilik buku catatan yang kamu bawa.” Ujarnya memperkenalkan diri. Raut mukanya menyebalkan seperti sedang menggoda Soo Yeong dan membuatnya tidak nyaman.


“Kuharap nanti kawan-kawan yang lain bisa berkenalan denganmu secara langsung. Pasalnya Ye Joon pernah bilang akan memperkenalkan kekasihnya pada kami.” Tambahnya.


Mengetahui Soo Yeong yang semakin merasa tidak nyaman dengan kelakuan temannya itu, Ye Joon langsung menarik Rye Weok menjauh.


“Hentikan.” Bisiknya pelan.


“Kenapa? Aku hanya memperkenalkan diri padanya. Salah ?” jawab Rye Weok.


“Apa kamu juga akan memperkenalkan wanita itu pada Yu Ri?” Rye Weok tiba-tiba memberikan pertanyaan yang pasti membuat Ye Joon kesal. Ye Joon langsung menarik krah Rye Weok , Dia marah.


Soo Yeong yang melihat pemandangan tersebut langsung berdiri dan ingin mendekat untuk melerai mereka berdua.


“Ye Joon, kenapa?” tanyanya.


“Ingat. Jangan sampai kamu menyebut nama Yu Ri dihadapannya !!” ancam Ye Joon lalu melepaskan cengkramannya. Rye Weok tersenyum kecut setelah mendengar perkataan Ye Joon.


“Ye Joon ada apa? Kenapa kamu melakukan itu” tanya Soo Yeong khawatir.


“Tidak ada. Ayo pergi saja.” Ye Joon langsung menariknya pergi.


“Apa kamu tidak ingin memperkenalkan Soo Yeong padanya juga?” kata-kata Rye Weok langsung menghentikan langkah mereka berdua. Ye Joon semakin marah dan langsung berbalik memberikan pukulan keras diwajahnya. Soo Yeong hanya diam karena terkejut.


“Aku sudah memperingatkanmu. Sekali lagi kamu melakukannya, aku tidak akan melepaskanmu.” Kata Ye Joon pada Rye Weok yang sudah terjatuh karena pukulan itu.


Ye Joon kini benar-benar menarik Soo Yeong pergi dari taman dan mengantarnya pulang. Disepanjang perjalanan Soo yeong tidak berani bertanya apapun karena sedikit terkejut dan tidak menyangka Ye Joon bisa melakukan hal itu. Ia bahkan tidak melingkarkan lengannya diperut Ye Joon.


Menyadari hal itu, Ye Joon menghentikan motornya ditaman dekat rumah Soo Yeong. Dan mencoba mengajaknya bicara.


“Soo Yeong, maaf membuatmu terkejut.” Ucapnya singkat.


“Sebenarnya apa yang terjadi?. Apa yang dilakukannya sampai bisa membuatmu semarah itu?” Soo Yeong akhirnya buka suara.


“Aku hanya tidak suka Dia mengganggumu. Itu membuatku kesal.” Dan lagi, kebohongan Ye Joon ciptakan lagi untuk menyembunyikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Yu Ri.


“Seharusnya kamu tidak perlu sampai seperti itu. Aku memang sedikit terganggu pada awalnya, tapi aku mencoba tidak terlalu memikirkannya. Aku malah sedikit terkejut dengan reaksi yang kamu lakukan. Aku merasa itu terlalu berlebihan.” Ujar Soo Yeong yang entah karena terlalu polos atau bagaimana Dia selalu saja mudah percaya dengan apapun yang Ye Joon katakan


“Maaf ya kalau aku membuatmu terkejut. Aku tidak akan melakukannya lagi.” Ucap Ye Joon merasa bersalah. Tapi entah sampai kapan Dia akan terus menyembunyikan tentang Yu Ri pada Soo Yeong.


“Huh. Iya. Jangan lakukan itu lagi, aku takut melihatmu seperti itu. Aku juga takut kamu akan terluka.” Kata Soo Yeong sambil membenarkan jaket Ye Joon yang berantakan.


“Terimaksih ya, sudah memaafkanku. Ya sudah, ayo aku antar pulang sampai rumah.” Ajak Ye Joon.


“Tidak perlu Ye joon, rumahku sudah dekat. Aku bisa berjalan dari disini. Kamu pulang saja,lagipula sekarang sudah terlalu sore. Jangan sampai kamu sampai rumah terlalu larut.” Tolak Soo Yeong sambil tersenyum .


“Baiklah kalau itu maumu. Aku tidak bisa memaksa.” Kata Ye Joon.


“Boleh aku memelukmu sebentar?” tambahnya.


“Eh, disini? Jangan. Aku takut ada yang melihat.” Soo Yeong mencoba mengelak.


Tidak menghiraukan jawaban Soo Yeong, Ye Joon tanpa aba-aba langsung menariknya dan memeluknya singkat.


“Aku benar-benar minta maaf kalau membuatmu terkejut. Aku akan berusaha tidak melakukannya lagi.” Katanya dengan nada bersalah. Sebenarnya bukan itu yang membuatnya seperti itu, Ye Joon merasa bersalah karena terus berbohong jika menyangkut Yu Ri. Tidak tahu sampai kapan Dia akan seperti itu.


Soo Yeong yang pada awalnya memberontak, kini memilih untuk diam dan membalas pelukan itu.