Could It Be You?

Could It Be You?
30. Siapa kamu sebenarnya?


Malam ini Soo yeong benar-benar tidak bisa tidur, Ia juga tidak bisa menikmati makan malam hari ini. Yang ada dikepalanya hanyalah siapa pengirim paket yang Ia terima dua hari terakhir. Hal itu terus saja mengusiknya.


Orang tua Soo Yeong sebenarnya menyadari gelagat anak semata wayangnya yang terlihat aneh, tapi Soo Yeong berusaha keras menyembunyikannya. Berlagak tidak apa-apa agar mereka tidak terlalu khawatir.


Kling


Ponsel Soo Yeong berbunyi lagi. Tapi seperti menjadi trauma untuknya, hanya sekedar membuka pesan saja bisa membuat Soo Yeong gelisah.


“Soo Yeong sedang apa? Aku benar-benar minta maaf tidak mengantarmu pulang tadi, bagaimana? Tidak terjadi apapun kan?”


Soo Yeong merasa lega setelah tahu Ye Joon lah yang mengirim pesan itu untuknya. Ia sempat panik jika mendapat pesan dari orang yang tidak Ia kenal lagi.


“Aku sedang bersiap tidur. Tadi kamu harus buru-buru pulang memang ada urusan apa? Sepenting itu kah?” balas Soo Yeong.


“Tadi ahjumma mengirimiku pesan, katanya Ibuku demam. Jadi aku langsung saja pulang. Walaupun kami tidak terlalu dekat, Dia tetap ibuku.” Jelas Ye Joon.


Soo Yeong ingin sekali mempercayai alasan yang Ye Joon berikan, tapi rasanya sulit. Tapi Ia tetap menutupi hal itu dari Ye Joon.


“Hmm. Begitu yaa. Lalu bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Soo Yeong.


“Sudah lebih baik. “


“Ye Joon, aku sudah mengantuk. Aku tidur sekarang yaa?” Soo Yeong memutuskan untuk berhenti menghubungi siapapun. Semakin lama Ia berinteraksi dengan orang-orang yang Ia curigai, rasa gelisahnya semakin mengganggu.


Rasa curiganya pada Ye Joon semakin menjadi-jadi hanya karena pesan terakhir yang Ia kirim tidak mendapat balasan. Padahal ia tidak tahu alasan yang sebenarnya kenapa Ye Joon tidak membalas pesannya. Pada saat seperti ini hal-hal yang sebenarnya sepele bisa membuat Soo Yeong sangat sensitif.


-


Pagi


“Soo Yeong sudah siang kok belum juga bangun? Ada apa denganmu beberapa hari ini?” tanya Mama Soo Yeong sembari membangunkannya yang sedang tertidur.


“Aku begadang Ma, sebentar lagi ujian jadi aku harus belajar lebih giat.” Jawab Soo Yeong dengan wajah ngantuknya.


“Jangan terlalu dipaksakan, sayang. Lakukan saja semampumu. Yang Papa dan Mama inginkan adalah kamu bisa belajar seperti teman-teman seumuranmu. Kami tidak ingin kamu kembali kemasa terpurukmu kemarin.” Ucapan Mamanya itu sedikit membuat Soo Yeong berpikiran untuk menceritakan masalahnya, tapi selalu Ia urungkan karena tidak yakin.


“Iya Ma, aku mandi dulu.”


Setelah selesai bersiap-siap, Ia berpamitan dengan orang tuanya lalu berangkat menuju halte. Terlihat Hyeon Ju sedang menunggunya diujung jalan. Soo Yeong pun berjalan lemas menghampirinya.


“Kamu sakit?” tanya Hyeon Ju setelah Soo Yeong berjalan disampingnya.


“Tidak, hanya sedikit lelah.” Jawab Soo Yeong singkat.


“Begitu ya, “ Hyeon Ju sedikit tidak yakin dengan yang dikatakan Soo Yeong tapi tak juga langsung Ia ungkapkan.


Mereka langsung naik setelah bus datang. Tapi untungnya hari ini tidak terjadi apapun. Setelah sampai, mereka turun dihalte terdekat lalu berjalan menuju sekolah.


Belum jauh Soo Yeong berjalan, rasa tidak nyamannya datang lagi. Seperti ada seseorang yang sedang mengawasinya dari jauh. Beberapa kali ia menoleh tapi tidak ada siapapun yang terlihat mencurigakan.


“Kenapa? Kamu terlihat gelisah?” tanya Hyeon Ju yang sudah curiga dari tadi.


“Ah, bukan apa.” Soo Yeong mengelak.


Mendengar Soo Yeong yang terus menyembunyikan sesuatu darinya, Hyeon Ju langsung menghentikannya dan memaksa agar Dia berkata jujur.


“Jangan bohong. Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu. Katakan sa......” ucapa Hyeon Ju langsung terpotong karena Soo Yeong tiba-tiba berlari keaarah pepohonan.


“Kenapa? Ada apa?” tanyanya lagi tapi tidak mendapat jawaban karena Soo Yeong lebih tertarik dengan entah apa itu. Hyeon Ju lalu menghampirinya.


Pertanyaan Hyeon Ju barusan juga tidak mendapat respon, yang ada hanyalah Soo Yeong dengan wajah terkejutnya setelah melihat seseorang dari balik pepohonan.


Soo Yeong tampak pucat dan ketakutan, hal itu membuat Hyeon Ju semakin khawatir.


“Kenapa? Itu hanya Ye Joon.” Hyeon Ju berusaha menenangkannya.


Namun Soo Yeong masih saja ketakutan. Terlihat disana Ye Joon sedang berbicara dengan seorang lelaki berjaket hitam, orang yang mungkin saja sedang Ia cari. Kecurigaannya pada Ye Joon semakin kuat.


“Soo Yeong, kamu tidak apa-apa?” tanya Hyeon Ju saat Soo Yeong sudah mulai sadar.


“Oh? ....” Soo Yeong tidak meneruskan kata-katanya.


“Ceritakan padaku nanti, sekarang kita harus segera kesekolah. Kita akan mendapat hukuman lebih berat kalau terlambat 10 menit lebih.” Ajak Hyeon Ju.


Soo Yeong menurutinya dan sedikit berlari menuju sekolah. Tapi usaha mereka sia-sia karena sudah sangat terlambat. Alhasil mereka dihukum untuk berlari berkeliling lapangan basket 5 putaran.


“Ceritakan padaku!” pinta Hyeon Ju sambil berlari bersama Soo Yeong.


Soo Yeong menghela nafasnya pelan.


“Akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang. Ada saja yang mengganggu pikiranku.” Katanya jujur.


Disisi lain, Ye Joon memperhatikan mereka dari jendela kelas.


“Dimana Soo Yeong, kenapa belum terlihat?” tanya Pak Choi setelah selesai mengabsen.


“Terlambat Pak, sekarang sedang menjalani hukuman keliling lapangan basket.” Jae Min menjawab sebagai ketua kelas.


“Benarkah? Tumben sekali.” Pak Choi seperti tidak percaya.


Saat Pak Choi hendak keluar dari kelas. Ye Joon tiba-tiba berdiri dan berteriak memanggil nama Soo Yeong.


“Kenapa? Ada apa?” tanya Pak Choi spontan. Tapi Ye Joon tak langsung menjawab malah berlari keluar kelas dan mengabaikan Pak Choi yang sedari tadi memanggil namanya.


“Soo Yeong pingsan.” Kata salah seorang siswa yang duduk didekat jendela. Mendengar itu, Jae Min tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya tapi juga tidak bisa melakukan apapun.


“Semuanya tenang, Bapak akan mengurusnya. Jae Min titp teman-temanmu sekelas ya. “ ucap Pa Choi singkat lalu menghilang .


“Baik Pak.” Jawab Jae Min pasrah. Sebenarnya Ia juga ingin tahu bagaimana kondisi Soo Yeong, tapi harus bagaimana lagi.


Pelajaranpun dimulai tanpa Ye Joon dan Soo Yeong.


-


DiUKS


Ye Joon datang dengan nafasnya yang tersenal-sengal, disana sudah ada Guru BK yang bertanggung jawab karena Dia lah yang memberi hukuman. Juga ada Hyeon Ju sedang duduk disamping Soo Yeong yang sedang tidak sadarkan diri.


“Apa yang terjadi padanya?” tanya Ye Joon khawatir.


“Tidak apa-apa. Hanya kelelahan. Tidak perlu khawatir, kembalilag kekelasmu sekarang.” Jawab Guru BK itu dengan tenang agar Ye Joon juga ikut tenang.


Namun Hyeon Ju hanya memasang wajah kecut dan tidak berkeinginan untuk manjawab pertanyaan Ye Joon barusan.


“Sudah. Kembali saja kekelasmu. Soo Yeong biar aku yang menjaganya. Kamu tidak perlu khawatir.” Hyeon Ju akhirnya buka suara karena Ye Joon masih saja membangkang ingin tetap berada diUKS.