Could It Be You?

Could It Be You?
16. Masa Lalu


"Yu Ri kembali lagi kesekolah? Sejak kapan? " tanya Ye Joon penasaran pasa Chan Sik. Benar, Dia cukup terkerjut. Bisa dilihat dari gelagatnya yang menjadi salah tingkah.


"Tidak lama setelah kamu pindah. Apa Dia tidak menemuimu atau mengabarimu lewat ponsel dan lainnya? " Chan Sik menjelaskan lagi.


"Ada apa ini Ye Joon. Kenapa setelah membahas Yu Ri, kamu jadi aneh. Bukankah kamu juga bilang sudah punya kekasih? Itu artinya kamu sudah bisa melupakannya kan?" ucap Kyung Seok yang menyadari Ye Joon sedang salah tingkah. Alhasil semua mata tertuju padanya.


"Kenapa kalian menatapku begitu. Hey, aku sudah bisa melupakan Yu Ri. Jangan lupa Dia lah yang tiba-tiba pergi dan tidak pernah memberi kabar. Memang ku akui sedikit sulit pada awalnya, tapi kini aku sudah terbiasa tanpanya. " Ye Joon menjelaskan.


- flashback on


Jadi Yu Ri adalah teman masa kecil Ye Joon. Dialah yang selalu menemani Ye Joon ketia Ia kesepian. Jangan lupa soal orang tuanya yang jarang memperhatikan Ye Joon.


Dulu waktu masuk SMP Ye Joon bisa dibilang sangat pemalu. Dan karena sedikit tertutup, Dia cukup kesulitan untuk berteman. Tapi hal berbeda terjadi ketika Yu Ri muncul dan mulai mendekatinya. Secara perlahan Ye Joon mulai bisa membuka diri, dan satu-satunya teman yang Ia miliki adalah Yu Ri.


Terkadang, ketika Ye Joon merasa kesepian berada dirumahnya sendiri karena orang tuanya terlalu sibuk bekerja, Yu Ri menemaninya dirumah. Hampir setiap hari Yu Ri datang. Hingga semakin lama Ye Joon semakin tergantung padanya. Pernah suatu hari saat Yu Ri tidak datang, Ye Joon merasa begitu sedih dan kesepian.


Apapun yang Ia hadapi, Yu Ri lah yang Ia butuhkan. Sama halnya dengan tidak bisa bersemangat ketika bukan Yu Ri yang menyemangatinya.


Semakin lama Ye Joon hanya peduli dengan Yu Ri, bahkan Dia tidak membutuhkan teman lain asalkan ada Yu Ri disampingnya. Begitulah besar pengaruh gadis itu pada kehidupan Ye Joon. Hal itu berlangsung hingga lulus SMP. Sampai-sampai ketika pilihan jurusan untuk SMA, Ye Joon terus saja mengikutinya.


Sampai saat Yu Ri tiba-tiba pindah sekolah dengan alasan harus ikut orang tuanya ke luar negeri. Padahal beberapa bulan sebelum itu, Ye Joon pernah menyatakan perasaannya padanya. Dan status mereka yang dulunya hanya sekedar teman kini menjadi "pacar".


Ye Joon merasa berat untuk melepas Yu Ri, karena Dia merasa hanya Yu Ri lah yang Ia punya. Harus bagaimana ketia Yu Ri tidak ada disampingnya lagi. Dia kalut karena kesepian. Hingga datanglah Chan Sik, Kyung Seok, dan Rye Weok dan menjadi teman dekat Ye Joon.


- flashback off


"Benarkah? " Rye Weok sedikit tidak mempercayai ucapan Ye Joon.


"Ya sudah. Aku pulang saja kalau masih terus begini." Ye Joon merajuk. Dia sedikit merasa tidak nyaman jika terus membahas Yu Ri. Karena kini hanya Soo Yeong lah yang menempati hatinya. Yu Ri? Dia hanya sebuah kisah masa lalu.


"Yak. Yak. Kenapa jadi kaya perempuan begini sih kamu? " Rye Weok berdiri.


"Hey, kalian sudah lah. Kita berkumpul untuk saling melepas rindu. Kenapa kalian malah bertengkar sih? " Chan Sik mencoba menengahi. Ye Joon dan Rye Weok terdiam menahan emosi mereka.


Mereka berempat mulai bersenang-senang kembali.


trring


Ponsel Ye Joon berdering menandakan ada pesan masuk. Tangannya mulai meraba-raba saku celananya.


"Baru saja selesai membereskan barang-barang piknik kemarin. Banyak yang harus dibersihkan. Ahh. Aku lelah sekali. Kamu sendiri sedang apa?. " bunyi pesan dari Soo Yeong.


"Aku tadi bosan dirumah dan teman-teman dari sekolahku dulu mengajak untuk berkumpul. " balas Ye Joon.


"Ahh. Jadi kamu sedang bersama teman-temanmu? Baiklah, bersenang-senanglah. Aku ingin istirahat sebentar. "


"Okey. Sampai jumpa disekolah besok. ❤ " Emot hati yang Ia kirim, membuatnya geli sendiri. Ini bukanlah style nya. Tapi entah kenapa ketika berurusan dengan Soo Yeong, Ia menjadi pribadi yang berbeda.


"Kekasihmu? " tanya Kyung So.


"Kapan-kapan perkenalkanlah pada kami. " pinta Kyung Seok.


"Iya. Iya. Lain kali. "


Karena waktu sudah lumayan sore. Ye Joon berpamitan pulang pada teman-temannya.


Ye Joon melajukan motornya kearah jalanan menuju pulang. Sepanjang perjalanan banyak hal yang Ia pikirkan. Mulai dari bagaimana nanti Ia menghadapi orang tuanya dirumah, pasalnya tadi terjadi ketegangan ketika Ye Joon pergi. Kali ini pukulan macam apa yang akan Ia terima.


Dan juga Yu Ri. Walaupun didepan teman-temannya Ye Joon tampak baik-baik saja, tapi otaknya berbeda. Hal itu mampu membuat pikiran Ye Joon berkecamuk. Tak bisa dipungkiri jika Yu Ri memliki pengaruh yang cukup besar pada hidupnya. Nyatanya melupakan Yu Ri dalam waktu sekejap itu tidak mudah. Sesekali Ia masih terpikirkan kenangannya bersama Yu Ri dulu. Lalu bagaimana? Sekarang Ia memiliki Soo Yeong. Soo Yeong juga berarti untuk Ye Joon. Sama pentingnya.


"Arrgh. Semua memusingkan. " ucap Ye Joon pada dirinya sendiri, kesal.


Saat perjalanan pulang ternyata Ye Joon melewati taman bermain anak-anak,dan memutuskan bermain sendirian disana. Matanya kini tertuju pada ayunan yang tidak berpenghuni itu. Lalu pikirannya kembali pada saat Ia menghabiskan waktu bersama Soo Yeong waktu itu. Terasa menyenangkan ketika mengingatnya lagi.


Ia lalu duduk pada ayunan, tempat Ia menyatakan perasaannya pada Soo Yeong dulu. Lucu memang, hingga membuat senyum Ye Joon tercipta diujung bibirnya.


"Ahh. Akan menyenangkan jika Soo Yeong juga disini. " ujarnya.


Seketika Ye Joon terpikirkan untuk mengundang Soo Yeong kemari. Karena taman ini memang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik sebuah pesan.


"Soo Yeong. Aku merindukanmu. " tulisnya. Lalu Ia mengirim pesan itu.


"Eh. Apa-apa an? Setiba-tiba itu? " balas Soo Yeong.


"Hufh. Padahal tinggal menjawab,Aku juga merindukanmu. Sesulit itukah? "


"Bagaimana bisa, baru tadi pagi kita bertemu. Mana mungkin bisa secepat itu kamu merindukanku. " balas Soo Yeong lagi.


"Eh. Aku serius ini. " Ye Joon kesal. Bibirnya mulai cemberut.


"ck. Iya Iya. Sekarang apa maumu? "


"Aku sedang ada ditaman dekat rumahmu. Bisa kesini sebentar? Rinduku tidak tertahankan. Aku ingin melihatmu. " pinta Ye Joon.


"Iya. Tapi aku tidak janji. Soalnya Papa masih diteras mengobrol dengan Paman Yu Gi. Pasti Ia akan bertanya macam-macam kalau aku keluar malam-malam begini. "


"Paman Yu Gi? " Ye Joon tidak paham.


"Oh Iya. Paman Yu Gi itu nama ayahnya Hyeon Ju. Aku lupa memberi tahumu. Pantas saja kemarin kamu hanya memanggilnya dengan sebutan Paman saja. Pokoknya aku tidak janji ya. Kalau telalu lama menunggu, kamu bisa pulang saja. "


Membaca pesan itu Ye Joon memutuskan untuk tetap menunggu sampai Soo Yeong datang. Bagaimana kalau nanti Soo Yeong datang tapi Ye Joon malah pulang. Kasian Soo Yeong.


Ye Joon menunggu dengan sabar hingga ada seseorang yang memanggil namanya.


"Ye Joon-ah? "


Ye Joon tersenyum mengira Soo Yeong datang dan berbalik setelah mendengar suara itu.Tapi setelah melihat orang yang memanggilnya, senyuman Ye Joon perlahan memudar.