
Semua perubahan yang Soo Yeong alami sekarang adalah berkat Ye Joon. Dia mau membuka diri pada orang lain dan menjadi lebih ceria, semua itu karena Ye Joon yang tak pernah menyerah mendekatinya walaupun tidak mendapatkan respon.
Bisa dibilang kalau Ye Joon lah yang mengetuk pintu hatinya. Jadi, pantas saja jika sekarang Soo Yeong tak bisa mengalihkan perhatiannya dari lelaki itu.
-
"Kenapa bisa seyakin itu,Ye Joon? " tanya Jae Min.
"Tentu saja. Entah apapun yang terjadi, aku tidak akan absen lagi. Cukup sekali saja. " Ye Joon menjawab dengan berapi-api.
"Ye Joon, apa boleh aku meminjam kamar mandi mu sebentar? " Soo Yeong memotong pembicaraan mereka.
"Boleh. Biar ahjumma yang mengantarmu. "
Soo Yeong pergi ke kamar mandi dan meninggalkan mereka berdua yang saling menatap tajam. Mata Ye Joon seperti akan memancarkan bola api sekarang. Jae Min tak kalah tajam, tatapannya setajam silet.
"Ye Joon, apa kamu takut saat kamu tidak ada aku akan mendekati Soo Yeong? " Ye Joon sedikit terkejut dengan pertanyaan dadakan itu. Bagaimana bisa Jae Min tahu isi pikirannya?.
"Memang benar. Aku sudah menyukainnya sejak dulu, bahkan saat kamu belum mengenalnya. Jadi kamu tidak perlu sampai seperti itu." Jae Min menambahkan.
Ye Joon menghela napas cukup berat mendengar pengakuan Jae Min.
"Kenapa kamu yakin sekali kalau Soo Yeong akan menyukaimu? " tanya Ye Joon sedikit kesal.
Jae Min hanya tersenyum sinis dan meminum minuman yang sudah disiapkan oleh ahjumma sedari tadi. Entah mengapa situasi sekarang menjadi sangat dingin.
Setelah beberapa saat Soo Yeongpun kembali.
"Jae Min, kurasa kita harus pulang sekarang. Papa akan khawatir jika aku pulang terlalu larut. " kata Soo Yeong.
"Eh Soo Yeong. Akan ku antar pakai motorku. Tapi tidak bisa jika mengantar Jae Min juga. Jae Min, karena kamu seorang laki-laki, kamu pasti berani pulang sendiri kan?. Soo Yeong biar aku yang antar. " kata Ye Joon sedikit kelabakan.
Jae Min hanya tersenyum kecut mendengar kata-kata Ye Joon barusan. Dia menyadari itu semua hanya lah akal bulus Ye Joon supaya Dia tidak bisa mendekati Soo Yeong. Tapi Dia tidak bisa mengelak lagi.
"Tentu, aku akan pulang sendiri. Soo Yeong, hati-hati ya." Jae Min berdiri dan berpamitan pulang.
Soo Yeong mengangguk.
"Ye Joon, kamu bisa mengantarku sekarang? " ajak Soo Yeong.
"Tentu. " Ye Joon bergegas mencari kunci motornya dan mengantar Soo Yeong.
Moment kemarin terulang lagi. Entah kenapa, tapi hanya karena hal sesepele itu jantung Soo Yeong berdegup lebih kencang dari biasanya. Disembunyikan wajahnya yang sudah memerah dibelakang punggung lebar Ye Joon. Lengannya semakin erat memeluk pinggang lelaki itu.
Melihat Soo Yeong yang seperti itu, Ye Joon hanya tersenyum dan menikmatinya. Dia berpura-pura tidak tahu dan sengaja melajukan motornya lebih pelan.
"Apa kamu dekat dengan Jae Min? " tanya Ye Joon tiba-tiba.
Karena terkerjut,Soo Yeong menjawab sedapatnya. "Tidak sedekat itu. "
"Tapi, Jae Min cukup baik. Dan ternyata memiliki teman itu menyenangkan. " tambahnya.
"huh. Itu semua karena aku tahu. " kata Ye Joon dalam hati.
"Oh iya, Ye Joon. Apa yang terjadi dengan wajahmu? " tanya Soo Yeong.
"Bukan hal yang serius. " jawab Ye Joon santai.
"Tapi sampai membuatmu tidak masuk sekolah? " Soo Yeong bertanya lagi.
Belum sempat Soo Yeong menjawab, Ye Joon sudah menepikan motornya dan berhenti didepan kursi yang terdapat dipinggir jalan. Lalu mengajak Soo Yeong untuk duduk disana. Soo Yeong hanya menurutinya.
"Ceritakan padaku. " pinta Ye Joon.
Soo Yeong menjadi ragu apakah harus menceritakannya atau tidak.
" Entahlah. Aku hanya merasa,kemarin perkataan Hyeon Ju sangat menyakiti ku. Lalu Aku menjadi sangat ketakutan dan sensitif. Kurasa penyakitku kambuh. " jawab Soo Yeong ragu.
Ye Joon terdiam dan secara tiba-tiba memeluk hangat Soo Yeong. Mendengar ceritanya, Dia merasa harus melindungi Soo Yeong apapun yang terjadi. Dia tak mau melihatnya tersakiti lagi.
"Ye Joon, apa yang kamu lakukan? " Soo Yeong sedikit terkejut.
"Aku akan melindungimu. Boleh? " tanya Ye Joon.
"Kenapa? Kamu selalu baik padaku dan membuatku bisa membuka diri pada orang lain. Lalu sekarang ingin melindungiku? Kamu.... "
"Aku menyukaimu Soo Yeong. Aku tidak mau melihatmu sakit. " potong Ye Joon.
Soo Yeong terdiam. Dia tidak bisa memberikan jawaban apapun,bibirnya kelu. Otaknya masih sibuk mengumpulkan data-data tentang kebaikan yang Ye Joon lakukan dan mencoba memantapkan diri untuk menerima rasa sukanya.
Dia memang memiliki sedikit rasa suka pada Ye Joon, tapi itu belum cukup sepadan dengan rasa suka yang Ye Joon berikan padanya. Dan merasa belum bisa menjanjikan akan membalas rasa suka itu.
"Aku tidak menuntutmu untuk membalasnya tapi ijinkan aku untuk selalu berada disampingmu dan melindungimu. Itu saja. " kata Ye Joon lagi.
"Ba-baiklah. " jawab Soo Yeong ragu. Walaupun otak dan hatinya tidak sejalan, tapi Dia memutuskan untuk menerimanya.
"Lalu ceritakan pada ku apa yanh terjadi padamu. " katanya lagi.
"Ayah memukulku karena aku memaksakan mereka untuk piknik dengan ku saat liburan nanti. Padahal aku hanya ingin mendapat kasih sayang mereka. " ucap Ye Joon sedih.
"Sudah jangan sedih. Kamu bisa ikut piknik denganku. Papa mengijinkan kalau kamu ingin ikut. Aku sudah membujuknya kemarin. " Soo Yeong mencoba menghibur.
"Benarkah? Wah, itu akan bagus. " kata Ye Joon penuh semangat. Senyum bahagianya terus menghiasi wajah tampannya.
Melihat Ye Joon sebahagia itu, tanpa sengaja Soo Yeong ikut tersenyum.
"Kalau begitu datanglah kerumahku saat liburan nanti dan kita akan berangkat bersama. " ajak Soo Yeong.
"Memang akan piknik dimana?" Ye Joon penasaran.
"Entahlah. Kemarin saat Papa dan Mama kerumah Hyeon Ju untuk membicarakan ini aku tidak ikut. Jadi aku tidak tahu." jawab Soo Yeong.
"Okey. Kabari saja jam berapa aku harus kerumahmu. Aku akan segera datang. Terimakasih ya. Soo Yeong,kita pulang sekarang? "
Soo Yeong mengangguk dan menaiki motor Ye Joon. Senyum manisnya tak bisa pudar ketika teringat saat Ye Joon bilang suka padanya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan tanpa saling mengobrol satu sama lain. Mereka masih sibuk dengan dunianya masing-masing.
"Oh iya, Ye Joon, kenapa kamu tadi tiba-tiba menanyakan soal Jae Min? " tanya Soo Yeong yang sedang menyenderkan kepalanya pada punggung Ye Joon.
"Bukan apa-apa. Kalian hanya terlihat sangat dekat. Aku merasa sedikit cemburu?." jawab Ye Joon.
Senyum Soo Yeong menjadi lebih lebar setelah mendengar kata "cemburu" yang barusan Ye Joon katakan. Dia bisa merasakan bahwa Ye Joon terlihat sangat menggemaskan ketika bersikap seperti itu.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.