Could It Be You?

Could It Be You?
21. Backstreet?


Hanya dengan hal sepele kekesalan Soo Yeong mulai mereda. Ye Joon juga tampak lebih baik, tidak bingung seperti tadi. Bingung harus berbuat apa.


Setelah selesai makan siang, Soo Yeong dan Ye Joon pergi meninggalkan kantin lalu berjalan bersama menuju kelas. Sedikit canggung memang, karena kesepakatan mereka untuk tidak mempublikasikan bahwa mereka sedang menjalin hubungan. Alhasil Ye Joon kesulitan untuk mendekati Soo Yeong.


"Hai, Soo Yeong. " sapa Jae Min yang berlari menyusul dua orang tadi. Matanya hanya tertuju pada wanita itu dan tidak menghiraukan keberadaan Ye Joon.


"Oh, Hai Jae Min. " balas Soo Yeong dan tidak ketinggalan senyum manisnya.


"Ehm. Bukan hanya Soo Yeong yang ada disini. " potong Ye Joon sebal. Jae Min tetap tak menghiraukannya.


"Ayo jalan kekelas lagi. " Jae Min tetap saja hanya mengajak Soo Yeong.


Merekapun jalan bertiga, yaa walaupun Ye Joon merasa begitu kesal. Tapi dia hanya bisa diam. Lalu saat melewati lapangan basket, Ye Joon memlilih untuk bermain sebentar.


"Kalian jalan saja dulu, Aku ingin bermain sebentar. " Ye Joon berjalan kesal menuju lapangan.


Melihat Ye Joon yang pergi begitu saja membuat Soo Yeong merasa bersalah. Dia tahu kalau Ye Joon sedang cemburu pada Jae Min. Tapi dia juga tidak bisa kalau harus diam saat Jae Min memberinya pertanyaan. Terkadang Ye Joon memang kekanakan.


"Yasudah. Ayo Soo Yeong kita lanjut kekelas dulu saja. " ajak Jae Min padanya sambil menarik lengan Soo Yeong.


"Tunggu sebentar. "Soo Yeong reflek melepaskan tangan Jae Min yang berusaha menariknya meninggalkan tempat itu. Dia sudah merasa bersalah saat Jae Min terus mengajaknya ngobrol tanpa menghiraukan Ye Joon. Dan sekarang? Kalau Ye Joon menlihat saat Jae Min berusaha menariknya mungkin akan menjadi lebih buruk.


"Aku ingin menonton Ye Joon bermain basket." kata Soo Yeong sembari menuruni anak tangga untuk menuju lapangan.


Dan walaupun menolak, Jae Min memilih untuk mengikuti kemauan Soo Yeong. Dia berjalan lunglai dibelakangnya. Benar-benar tidak bersemangat.


"waaahh. Ye Joon. Sudah tampan jago main basket lagi. uuuh Idaman sekali yaaa. " seru seorang wanita mungkin adik kelas yang sedang duduk didepan Soo Yeong.


"Iya nih. Sudah punya pacar belum ya. Sayang kalau dianggurin. " ucap lagi wanita disebelah adik kelas Soo Yeong tadi.


" Yaa sudah. Sana godain kalau berani. " kata wanita yang lainnya.


Mendengar kata-kata tersebut membuat Soo Yeong geram. Ingin sekali dia berteriak "DIA PACARKU !!" tapi hanya berhenti diujung lidahnya.Sesekali Ia meremas rok sekolah selututnya untuk menyalurkan kekesalan yang Dia rasakan. Matanya juga beberapa kali menatap sinis gerombolan wanita-wanita didepannya tadi. Argh. Menyebalkan.


"Soo Yeong kenapa? " tanya Jae Min yang menyadari tingkah Soo Yeong. Benar memang jika Jae Min menyukainya sejak awal mereka bertemu. Tapi hingga sekarang belum sempat menyatakan perasaannya karena Soo Yeong sangat pendiam pada waktu itu. Soo Yeong begitu tertutup.


"Tidak apa-apa Jae Min. " jawab Soo Yeong yang terkejut dengan perkataan Jae Min barusan. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan kekesalan dan keterkejutannya yang Ia rasakan.


Jae Min mengiyakan walaupun tak sepenuhnya percaya.


Selang beberapa saat gadis-gadis yang tadi bergosip tentang Ye Joon, salah satu dari mereka mulai berjalan menuju tengah lapangan dan menyodorkan sebotol minuman dingin pada Ye Joon. Ye Joon pun menerima takut-takut dengan sesekali melirik kearah Soo Yeong yang juga menatapnya tidak suka.


Ye Joon semakin bingung harus bagaimana. Pasalnya pada awalnya Dia bermain basket karena kesal dengan kedekatan Soo Yeong dan Jae Min.Tapi sekarang malah dia sendiri yang membuat Soo Yeong kesal padanya. Perlahan Ia mencoba sedikit menjauh dari gadis itu.


"Kalau belum, Tae Hi juga cocok menjadi kekasihmu. " teriak gadis lain. Jung Tae Hi adalah gadis yang memberinya minuman tadi.


Sontak suasana menjadi riuh karena teriakan penonton lain yang menyetujuinya. Soo Yeong menjadi semakin marah, tapi Dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"wuu.. huuu. Pacaran. Pacaran. " sorak para penonton semakin ramai.


Tae Hi hanya senyam-senyum malu tanpa menyadari keadaan yang sebenarnya.


Dari kejauhan Hyeon Ju melihat kejadian itu dan berjalan menghampiri Soo Yeong. Dengan kasar Ia menarik lengan Soo Yeong dan memaksanya untuk pergi. Dia terlihat sangat marah. Ye Joon pun hanya menatap mereka heran.


Hyeon Ju menarik paksa Soo Yeong.


"Hyeon Ju lepaskan tanganku. Sakit. " ucap Soo Yeong.


Hyeon Ju menghentikan langkahnya kasar dan melepaskan tangannya. Tatapannya masih tidak berubah, terlihat kesal dan marah.


"Kamu kenapa sih Hyeon Ju? Kok aneh begitu.? "cicit Soo Yeong takut-takut.


"Sebenarnya apa sih yang kamu sukai dari Ye Joon? Sudah tidak menepati janji dan sekarang lihatlah. Dia hanya diam saja saat semua orang menyorakinya untuk menjalin kekasih dengan gadis lain. Apa Dia tidak pernah menghargai perasaanmu? " ujar Hyeon Ju marah. Sepertinya dia tidak suka jika ada yang menyakiti sepupunya itu.


"Ye Joon punya alasannya Hyeon Ju. Jangan membuat pemikiran yang aneh-aneh dulu. " Soo Yeong mencoba menjelaskan situasi.


"Apa? Alasan macam apa? Dia hanya perlu bilang kalau sudah punya kekasih yaitu kamu. Selesai. Tapi Ye Joon malah diam saja seperti sedang menikmati moment itu. " kata Hyeon Ju.


"Itu masalahnya. Aku sudah membuat kesepakatan dengannya untuk tidak menunjukkan pada semua orang kalau kami sedang berpacaran. Aku sedikit malu. " akhirnya Ia mengatakan pokok dari masalah itu. Hyeon Ju diam dan berpikir sebentar. Dia mencoba memahami.


"Tapi itu tidak masuk akal Soo Yeong. Kalau memang tidak ingin ada yang tau tentang hubungan kalian ya jangan memulainya. Karena hal itu hanya akan berujung saling menyakiti, seperti sekarang. " bantah Hyeon Ju.


"Lagipula apa sih yang membuatmu malu? Jangan terlalu memikirkan omongan orang lain. Jalani saja apa yang menurutmu bisa membuatmu senang. Kamu bebas melakukan apapun Soo Yeong. Ini hidupmu. Tidak ada yang berhak mengaturnya kecuali kamu sendiri. " tambahnya.


Soo Yeong terdiam karena semua yang Hyeon Ju katakan ada benarnya. Ia tidak menyadari bahwa kesepakatannya akan menyakiti Ye Joon. Dia merasa bersalah. Sesekali Ia melirik ke arah Ye Joon yang masih berada ditengah lapangan basket. Terlihat Dia sedang mengtakan sesuatu. Mungkin menolak Tae Hi. Mungkin.


"Kenapa? Ingin kembali kesana dan bilang kalau Ye Joon adalah milikmu? " tanya Hyeon Ju yang menyadari Soo Yeong sedang menatap Ye Joon dari kajuhan.


"Bukan. Bukan begitu. Aku sadar, sekarang Ye Joon pasti sedang bingung. Lalu soal itu, aku akan membicarakan dengan Ye Joon nanti. " ujar Soo Yeong.


"Lalu? "


"Bisa bantu Ye Joon pergi dari sana? Aku mohon Hyeon Ju. " pinta Soo Yeong.