
"Selamat pagi, Soo Yeong. " sapa Jae Min yang sedang berjalan dibelakangnya. Soo Yeong pikir yang menyapanya adalah Ye Joon tapi ternyata bukan, Dia sedikit kecewa.
"Oh, Hai Jae Min, pagi. Tumben baru berangkat? Biasanya ketika aku baru sampai dikelas, kamu sudah disana. " balas Soo Yeong dengan sedikit menarik senyum paksa.
"Hari ini kurasa bus yang biasa aku tumpangi sedikit terlambat. Ayo jalan kekelas bersama. " ajak Jae Min. Soo Yeongpun menuruti.
Mereka pun berjalan bersama. Disela-sela perjalanan mereka, Jae Min membuka obrolan.
"Bagaimana liburanmu Soo Yeong. Apa menyenangkan? " tanya Jae Min.
"Tentu. Aku piknik dengan keluargaku dan keluarga Paman juga. Sangat menyenangkan karena jarang sekali kami bisa meluangkan waktu untuk bersama. " Soo Yeong menjelaskan dengan semangat.
"Apa Ye Joon benar-benar ikut? " tanya Jae Min lagi. Kini Dia menatapku lekat seolah-olah sedang menanti jawaban yang akan ku berikan.
"Hmm. Iya Kenapa? " Soo Yeong merasa penasaran dengan pertanyaan Jae Min barusan.
"Ah. Bukan apa-apa. " kata Jae Min sambil berjalan mendahului Soo Yeong dan meninggalkannya. Kini Soo Yeong berjalan sendirian.
"oh. Iya. Sebenarnya Ye Joon kemana sih? Kok belum terlihat juga. " cicit Soo Yeong pelan pada dirinya sendiri. Dan Ia pun lanjut jalan menuju kelas.
Sesampainya dikelas, Soo Yeong dikejutkan dengan sosok Ye Joon yang sudah duduk manis dan menyandarkan kepalanya diatas meja. Sedari tadi Soo Yeong mencarinya ternyata Dia sudah dikelas. Hal itu tak terpikirkan oleh nya.
"Apa Dia tidur? Entahlah. " gumam Soo Yeong dalam hati.
Ia lalu berjalan pelan menuju kursinya tanpa melepaskan pandangannya pada Ye Joon. Ah. Benar. Ye Joon tertidur rupanya. Soo Yeong lantas menaruh tas dan sengaja duduk dikursi dengan kasar, agar Ye Joon segera bangun. Pasalnya jam berlajar akan segera dimulai.
kllaakk
Bunyi kursi Soo Yeong terdengar keras hingga kesudut ruangan. Alhasil semua mata tertuju padanya tapi beda dengan Ye Joon. Ia masih saja tertidur pulas.
"Soo Yeong kenapa? Ada apa? Ada masalah? " Tanya Jae Min mewakili seluruh teman sekelasnya yang merasa terganggu dengan kelakuan Soo Yeong.
"Hehe. Maafkan aku. " kata Soo Yeong dengan tersenyum dan membungkukkan badannya sejenak untuk menunjukkan bahawa Dia benar-benar minta maaf.
Kini Dia sangat merasa malu akan apa yang barusan Ia lakukan. Sungguh bodoh. Tapi walaupun begitu, Ye Joon masih saja tetap pada posisinya. Tidak terbangun sedikitpun.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya. Apa semalam tidak tidur? Kenapa Ye Joon tampak begitu kelelahan?"
Banyak hal yang Soo Yeong pikirkan. Ia mencoba mencari-cari alasan yang pas, tapi tak juga ketemu. Hingga pada akhirnya Pak Choi memasuki kelas. Jae Min pun selaku ketua kelas, dengan sigap langsung membangunkan Ye Joon. Ye Joon akhirnya bangun. Kelaspun dimulai.
-skip
Soo Yeong berjalan cepat menuju kantin untuk makan siang. Sengaja memang agar Ye Joon sadar bahwa sekarang ini Soo Yeong sedang dalam proses ngambek padanya.
"Yakk. Soo Yeong, tunggu aku. Kenapa jalannya cepet banget sih.. Hei.. Soo Yeong..!! " panggil Ye Joon dari belakang tapi Soo Yeong tetap saja pada pendiriannya, pura-pura tidak mendengarkan. Soo Yeong berjalan terus ranpa melihat kebelakang.
Sesampainya dikantin Soo Yeong menaruh nampannya diatas meja yang biasa Ia tempati. Ye Joon pun datang.
Soo Yeong masih diam tidak menjawab dan hanya meneruskan acara makan siangnya.
"Kamu marah padaku? "
"Hei Soo Yeong, kamu marah padaku? "
"Soo Yeong!!!! Apa kamu sedang marah padaku?" usaha yang Ye Joon lakukan dari tadi ternyata tidak membuahkan hasil.
Mata Soo Yeong terpejam dan helaan pelan keluar dari mulutnya. Perlahan Ia menjatuhkan tatapannya pada Ye Joon yang juga sedang menatapnya gusar.
"Aku ingin marah sebentar padamu !" kata Soo Yeong singkat. Ekspresinya datar.
"Loh. Tapi kenapa? Apa aku berbuat kesalahan? Jangan marah dong. Jelaskan saja apa salahku, akan kuperbaiki. Hm? " pinta Ye Joon pada Soo Yong yang sudah tak lagi menatapnya.
"ck" Soo Yeong kesal dan meletakkan sendoknya kasar.
"Kemana kamu semalam? Aku sudah menunggumu lama, tapi tak kunjung datang. Padahal kamu sendiri yang bilang sudah ditaman dan merindukanku. Setelah aku sampai ditaman malah tidak ada satu orangpun disana. Apa aku tidak boleh kecewa? " tambahnya.
"Maaf. Maaf kan aku Soo Yeong. Aku tidak bermaksud. Semalam aku memang sudah ada ditaman, tapi sesuatu terjadi yang mengharuskan aku pulang. " Ye Joon menjelaskan. Tangannya sesekali mencoba menggenggam tangan Soo Yeong, tapi tak diijinkan.
"Apa? " selidik Soo Yeong lagi.
"Baiklah. Akan kuceritakan. Sebenarnya kemarin malam, saat aku mengirimimu pesan, Aku memang sudah berada ditaman. Menunggumu. Tapi beberapa saat kemudian seseorang menghubungiku, kupikir itu kamu ternyata bukan. Teman masa kecilku yang sudah lama tak kujumpai datang kerumah, jadi aku buru-buru pulang. " Ye Joon mengarang cerita. Dia masih ragu apakah perlu menceritakan yang sebenarnya pada Soo Yeong. Ia takut akan menyakitinya.
"Siapa teman kecilmu itu? " Soo Yeong semakin tak sabaran.
"Yu Ri. Namanya Cha Yu Ri. Dia...... "
"Oh, jadi perempuan. " potong Soo Yeong dengan nada sebal. Ia mengalihkan padangannya dari Ye Joon dengan sedikit cemberut.
"Yak. Yak. Tunggu sebentar. " Ye Joon mencoba menenangkan Soo Yeong dengan menggenggam tangannya erat. Memang beberapa kali sang empu mencoba membebaskan tangannya tapi tidak bisa karena Ye Joon lebih kuat.
"Kamu kan tahu kalau aku sejak kecil tidak dekat dengan orang tuaku. Kamu juga paham apa alasannya. Harus kah ku katakan juga? Baiklah, aku akan katakan lagi. Orang tuaku menomorsatukan pekerjaan mereka, nomor dua uang, dan aku entah urutan keberapa. Huh. Aku dulu juga merasa kesepian Soo Yeong, tak ada yang menyadari keberadaanku. Tapi kemudian Yu Ri datang dan menemaniku hingga tumbuh dewasa. Hanya sebatas itu. Jadi apa kamu mengerti sekarang? " tambahnya. Ye Joon memasang wajah sedih agar Soo Yeong mengasihaninya.
"Harusnya kamu menghubungiku lagi. Jadi aku tidak perlu banyak berharap. " Soo Yeong masih sebal walaupun dalam hatinya mencoba mengerti keadaan Ye Joon.
"Iya. Iya. Aku minta maaf soal itu. Maaf ya. Sebagai gantinya hari ini akan ku antar pulang. Bagaimana? " ucap Ye Joon lembut. Sengaja agar Soo Yeong tak marah lagi padanya.
"Benarkah? Tapi aku tidak mau naik motormu. " kata Soo Yeong.
"Lalu? " Ye Joon memiringkan kepalanya heran.
"Aku harus mulai belajar tidak diantar jemput papa lagi. Aku bilang akan naik bus. Lalu papa mengijinkan, tapi Dia minta Hyeon Ju menemaniku. Bagaimana kalau kamu saja? " ujar Soo Yeong. Kini wajah cerianya sudah kembali.
"Hmm. Baiklah. " Ye Joon mengiyakan.