Could It Be You?

Could It Be You?
Prolog


Kim Soo Yeong, penderita gangguan kecemasan yang disebabkan karena tragedinya dimasalalu. Semua berawal ketika Soo Yeong berumur 13 tahun. Dulu Dia adalah anak yang ceria dan pemberani, tapi itu bukan apa-apa ketika Ia menjadi korban penculikan dimasa itu.


Banyak hal yang harus Soo Yeong alami ketika diculik. Mulai dari kata-kata kasar yang dilontarkan si penculik hingga tamparan keras mendarat dipipinya.


"tolong lepaskan saya. Saya rindu papa mama.. "


Kata-kata itu yang selalu Soo Yeong ucapkan berharap si penculik berbaik hati melepaskannya. Tapi apakah itu mungkin? Tentu tidak, Dia malah mendapatkan banyak penyiksaan yang menyebabkan kesehatan psikisnya memburuk.


Hal itu terjadi bukan hanya satu dua hari saja. Bahkan hingga berminggu-minggu Dia tak kunjung dilepaskan.


*Dimana orang tuanya?


Mengapa tak kunjung menyelamatkan anaknya*?


Bukan. Bukan tak ingin menyelamatkan. Orang tua Soo Yeong sedang berusaha mengumpulkan uang tebusan yang penculik inginkan. Bahkan mereka harus meminjam uang pada adik mereka untuk menutup kekurangannya.


lalu bagaimana dengan polisi? apa mereka tidak melaporkannya?


Bukan juga seperti itu. Setiap penjahat selalu tak ingin berurusan dengan polisi. Mereka pasti melakukan banyak hal agar tidak ada campur tangan dengan instansi negara tersebut. Begitu juga dengan kasus ini, penculik itu mengancam akan menyakiti Soo Yeong jika mereka berani melapor. Orang tua Soo Yeong pun tak punya pilihan lain. Mereka begitu merindukan anaknya dan berharap Dia bisa kembali tanpa kurang apapun. Hal itulah yang membuat mereka memutuskan untuk mengabulkan berapapun yang penculik itu inginkan.


Dan ketikq uang tebusan terkumpul,mereka langsung menukarkannya dengan putri semata wayang mereka. Untung saja Soo Yeong masih bisa bertahan hidup walaupun psikisnya terganggu. Mereka pun hidup bersama kembali.


Tapi bukan hanya sampai disitu uang yang orang tua Soo Yeong pinjam pada Min Yu Gi, adik dari mamanya Soo Yeong adalah uang untuk pengobatan istrinya. Karena keterlambatan penanganan, istri Yu Gi meninggal dunia. Dan hal itu membuat Min Hyeon Ju, anak Yu Gi yang juga sepupu Soo Yeong membencinya. Dia beranggapan Soo Yeong lah penyebab ibunya meninggal.


Soo Yeong yang mendapatkan dampak buruk dari penculikan itu bertambah sedih ketika Hyeon Ju mulai menjauh. Bagaimana tidak, Hyeon Ju adalah sepupu dan juga teman terdekat Soo Yeong.


Ingatlah. Soo Yeong baru berusia 13 tahun kala itu. Umur yang belum cukup untuk mendapatkan serangan mental yang sangat besar. Dia menjadi sensitif dan mudah gelisah, Dia sering ketakutan yang entah apa penyebabnya. Dan karena hal itu, orang tua Soo Yeong memutuskan untuk membawanya ke Psikiater untuk melakukan pengobatan.


Dan selama 5 tahun berlalu Soo Yeong hidup dengan bantuan obat penenang. Karena obat itulah Ia bisa bersekolah seperti gadis pada umumnya. Kini Soo Yeong sudah SMA tapi bukan berarti Dia baik-baik saja. Dia menjadi pribadi yang tertutup dan pendiam untuk menyembunyikan apa yang Dia rasakan dari orang tuanya.


Sampai ketika ada seorang siswa pindahan bernama Han Ye Joon dikelasnya. Saat pertama kali Ye Joon melihat Soo Yeong, Dia menyimpan ketertarikan pada Soo Yeong. Banyak hal yang membuatnya penasaran dan ingin tau segala hal tentang perempuan itu.


Akan kah Soo Yeong mau membuka hatinya?


Dari sini lah dimulainya kisah manis mereka berdua. Segala usaha yang Ye Joon lakukan untuk menarik perhatian Soo Yeong dan sikap Soo Yeong yang berusaha menjauh tapi hatinya berkehendak lain.