
Melihat Ye Joon yang sedang tertidur pulas, Soo Yeong menjadi tidak tega untuk membangunkannya. Mungkin Ye Joon terlalu lelah. Perjalanan dari kebun teh menuju villa sudah cukup jauh dan masih ditambah dengan menggendong Soo Yeong dipunggungnya. Pasti sangat melelahkan bagi Ye Joon.
"Hmm. Tidurlah Ye Joon. Maaf karena membuatmu kelelahan. " kata Soo Yeong sembari membetulkan selimut yang Ye Joon pakai agar melindunginya dengan sempurna. Ketika tertidur, wajah Ye Joon terlihat begitu tenang. Hal itu membuat Soo Yeong terpikirkan sesuatu. Yaa. Luka lebam diwajah Ye Joon waktu itu.
"Sepertinya lebam diwajahmu sudah sembuh. Dan sejak aku tau apa penyebabnya, aku menjadi penasaran akan bagaimana keluargamu. Bukankah yang dilakukan ayahmu terlalu berlebihan Ye Joon? Bagaimana bisa Dia memukulmu untuk alasan sesepele itu?" kata Soo Yeong pada Ye Joon yang sedang tertidur pulas. Ye Joon bahkan tidak bergeming.
"Soo Yeong, kenapa lama sekali? " teriak salah seorang dari ruang makan memanggilnya.
Mendengar teriakan itu, Soo Yeong bergegas keluar kamar dan membiarkan Ye Joon tidur tanpa gangguan.
"Kenapa sendirian? Mana Ye Joon? " tanya Papa Soo Yeong.
"Sudah tidur Pa. Pasti Dia sangat kelelahan. Aku jadi tidak tega membangunkannya. " kata Soo Yeong sembari duduk kembali dikursinya.
"Lihat, kamu itu sangat berat. Kamu yakin Ye Joon tertidur tapi tidak pingsan kan? Kasihan sekali Dia. " ledek Hyeon Ju.
Tapi Soo Yeong hanya diam tidak menjawab Hyeon Ju dan melanjutkan makannya. Ia sedang berpikir tentang apa yang bisa Ia lakukan untuk Ye Joon.
"Oh iya, katanya kalian punya tugas selama liburan. Kerjakan saja bersama setelah makan malam." perintah Papa Soo Yeong.
"Tugas? Kenapa aku tidak tahu? Sepertinya guru dikelasku tidak memberi tugas apapun. Atau aku yang terlewat? " ucap Hyeon Ju sambil memiringkan kepalanya, mengingat-ingat.
"Oh. Tapi Soo Yeong pernah menolak piknik karena ada banyak tugas.? " Papa Soo Yeong mengintrogasi.
"Kurasa memang tidak ada. Waah Soo Yeong begitukah caramu untuk menghindariku. " kata Hyeon Ju membuat semua orang menaruh perhatian pada Soo Yeong.
"Memang waktu itu ada seorang guru yang bilang akan memberi tugas. Tapi entahlah, kurasa Dia lupa. Hmm. Aku sudah selesai makan, aku akan ke kamar duluan. Pa, gantikan aku untuk membantu mama membersihkan ini semua ya. Aku lelah. Aku ingin tidur. " ujar Soo Yeong sembari berjalan menuju kamarnya. Entah kenapa Soo Yeong menjadi lesu dan tidak bersemangat. Tapi sepertinya karena sedang memikirkan Ye Joon.
Semua orang menatapnya curiga. Dan bertanya-tanya kenapa Soo Yeong menjadi pendiam.
Setelah acara makan malam selesai mereka kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat, begitupun Mama Soo Yeong.
"Sayang, ada apa? kenapa kamu seperti tidak bersemangat. Ada masalah? " tanya Mama Soo Yeong saat melihat anaknya yang belum tidur padahal tadi berpamitan ingin tidur duluan.
"Oh Mama. Tidak ada masalah Ma. Hanya... " jawab Soo Yeong.
"Hanya? " lanjut Mama Soo Yeong sambil berbaring disebelah Soo Yeong.
"Ma, Ye Joon sangat baik padaku. Tapi aku jadi khawatir tidak bisa membalas kebaikannya. Aku malah takut akan menyakitinya suatu saat nanti." Soo Yeong menjawab sambil memeluk Mama nya.
"Kenapa bisa terpikirkan tidak bisa membalas kebaikan Ye Joon? Lakukan saja. "ucap Mama Soo Yeong dan membalas pelukannya.
"Apa aku terlihat begitu menyedihkan ketika penyakitku kambuh, Ma? Atau malah terlihat menakutkan? Apa aku bisa membahayakan Ye Joon ketika sedang tidak terkendali? " tanya Soo Yeong sedih. Yaa. Itulah ketakutannya selama ini. Soo Yeong menyadari bahwa sangat mudah membuat penyakitnya kambuh. Bahkan melihat kekerasan diluar sana yang tidak ada hubungannya dengan Soo Yeong,hal itu bisa membuatnya ketakutan. Sesepele itu.
"Tapi Mama lihat kamu terlihat baik-baik saja ketika bersama Ye Joon. Bukankah kamu merasa nyaman berada didekatnya? " tanya Mama Soo Yeong lagi.
"Iya, memang benar. Tapi Mama juga tahu, hanya karena hal sepele terkadang penyakitku bisa kambuh. " sanggah Soo Yeong.
- Pagi
Soo Yeong terbangun dari tidurnya dan mendapati sang Mama sudah tidak berada ditempat. Mungkin sedang menyiapkan makanan. Lalu Soo Yeong bergegas bangun dan membantu Mamanya. Tapi saat sampai dipintu dapur, Ia mendapati Ye Joon sedang membantu menyiapkan makanan.
"Wah, Ye Joon. Kamu sudah bangun,rajin sekali. " sapanya pada Ye Joon yanh sedang mencuci sayur diwastafel.
"Iya, lebih rajin ketimbang anak gadis mama yang baru bangun. " ledek Mamanya. Soo Yeong jadi sedikit malu.
"Hehe. Mau masak apa Ma? Aku juga ingin membantu. " ucap Soo Yeong.
Sikap Soo Yeong yang malu-malu membuat Ye Joon menjadi gemas karenanya. Rasanya ingin mencubit pipi Soo Yeong saat itu juga. Tapi sudah pasti Ia tahan karena ada Mama Soo Yeong juga disana.
"Mama mau masak bibimbab untuk sarapan dengan camilan yang lain. " kata Mama Soo Yeong.
Mereka bertiga lalu melanjutkan kegiatan masak memasak, agar bisa lebih cepat sarapan.
Setelah selesai sarapan para orang tua mengajak Soo Yeong, Ye Joon, dan Hyeon Ju untuk pergi kepasar terdekat membeli bahan-bahan yang mereka butuhkan. Karena nanti malam rencananya adalah acara barbeque. Dan juga besoknya saat perjalanan pulang, mereka akan mampir ketaman kota G dan berpiknik disana. Jadi hari ini mereka gunakan untuk mempersiapkan semuanya.
Untuk pergi ke pasar terdekat, tidak terlalu membutuhkan banyak waktu. Mereka hanya perlu berjalan beberapa menit dengan akses jalan yang cukup mudah.
Ketika sudah sampai dipasar, setiap orang ditugaskan membeli bahan sesuai dengan catatan yang diberikan. Dan mereka berpencar.
- Skip
"Wah, berbelanja dipasar sangat melelahkan. " keluh Soo Yeong dengan menjinjing dua kantong plastik dikanan kiri tangannya.
"Jangan berlebihan. Yang kamu bawa itu belum seberapa. Lihat punyaku. Sangat berat. " ucap Hyeon Ju sembari memperlihatkan kantong plastik yang Ia bawa pada Soo Yeong.
"Kamu kan lelaki. Lelaki harus jantan. Tidak boleh banyak mengeluh. Yakan Ye Joon? " Soo Yeong mencari pembelaan.
"Eh. Iya. " jawab Ye Joon sedapatnya karena terkejut dengan pertanyaan Soo Yeong yang tiba-tiba.
"Sama seperti saat Ye Joon menggendongmu kemarin? Sangat berat tapi tidak mengeluh? " Hyeon Ju mulai meledek. Dan Ye Joon hanya tersenyum karena sepemikiran dengannya.
"APAA??? " ucap Soo Yeong dengan nada kesal.
Melihat Soo Yeong yang sudah terbakar amarah, Hyeon Ju mulai berlari menyelamatkan diri.
"Yaaak. Min Hyeon Ju. BERHENTI!!! Awas saja kalau tertangkap, habislah kamu. " ancam Soo Yeong sembari mengejar Hyeon Ju yang sudah berlari agak jauh.
"Loh. Kok aku ditinggal. Soo Yeong tunggu aku. " Ye Joon juga berlari menyusul.
Para orang tua terkekeh karena melihat kelakuan lucu anak-anak mereka.