
Soo Yeong benar-benar belum bisa percaya dengan hal yang Ia alami tadi. Iya. Tentang pengakuan Ye Joon yang menyukainya. Dia memang tidak bisa membedakan apakah Ye Joon sedang bercanda atau serius. Tapi, terlepas dari itu semua yang terpenting sekarang adalah kebahagiaannya. Soal hasil akhir bisa dipikirkan nanti.
"Ma, rencananya kita akan piknik kemana saat liburan nanti? " kata Soo Yeong sembari membantu Mamanya menyiapkan makan malam.
"Kenapa kemarin tidak ikut kerumah Hyeon Ju kalau ujung-ujungnya penasaran begini? " jawabnya dengan nada sedikit meledek.
"Aku tak suka dengan perilaku Hyeon Ju Ma. " kali ini Mama Soo Yeong sedikit terkejut dengan ucapan anaknya itu. Bagaimana tidak, jarang sekali bahkan tidak pernah Soo Yeong berbicara tentang ketidaksukaannya pada Hyeon Ju. Biasanya Dia memilih diam dari pada banyak bicara.
"Sedang membicarakan apa? " Papa Soo Yeong tiba-tiba muncul dan penasaran dengan obrolan mereka.
"Aku ingin tahu kemana kita akan piknik Pa. Ye Joon bilang Dia akan ikut." jawab Soo Yeong.
"hmm. Suruh saja lusa kesini. Nanti kita berangkat bersama. " suruh Papa Soo Yeong.
Soo Yeong menurut dan mereka pun makan malam bersama.
- Pagi
"Pagi Soo Yeong.." sapa Ye Joon sambil menepuk pundak Soo Yeong yang sedang berjalan menuju kelas. Sontak saja Ia terkejut dengan hal itu.
"ihh. Ye Joon. Kamu mengagetkanku. Jail sekali sih. " Soo Yeong merajuk.
"Maaf. Maaf. Aku hanya bercanda. Lagian kenapa seterkejut itu sih. Sedang melamun ya. Atau sedang memikirkan aku? " kata Ye Joon kepedean.
Mendengar jawabannya, Soo Yeong hanya memutar bola matanya malas dan berjalan meninggalkan Ye Joon.
"Yak. Kenapa pergi begitu saja. Tunggu aku." Ye Joon sedikit berlari mengikutinya.
Bukan kesal, Soo Yeong hanya sedikit malu jika bertemu dengan Ye Joon. Pengakuannya kemarin sangat tiba-tiba. Hal itu mampu membuatnya salah tingkah. Wajar saja, karena itu adalah pertama kalinya.
Kelas dimulai seperti biasa dan juga berakhir tidak berbeda dengan hari-hari sebelumnya Sama saja. Tidak ada yang berubah.
Pelajaran hari ini berlalu cukup cepat,yaa memang tidak berjalan mulus karena Ye Joon sering mengganggu Soo Yeong dengan melemparkan bola-bola kertas kecil padanya.
"Soo Yeong, mau ku antar pulang? " ajak Ye Joon.
"Mau. "jawab Soo Yeong sedikit tersipu malu.
Saat mereka akan pergi meninggalkan ruang kelas, Jae Min menghampiri mereka.
"Soo Yeong,besok kan libur. Apa rencanamu? " tanya Jae Min.
"hmm. Ada acara keluarga. "jawabnya sambil tersenyum.
Ye Joon semakin kesal melihat kedekatan mereka. Apalagi jika teringat dengan kata-kata Jae Min waktu itu. Terlihat jelas jika Dia sedang mencoba mendekati Soo Yeong.
"Bersamaku juga. wlek. " potong Ye Joon sambil merangkul Soo Yeong dan menariknya pergi. Dia merasa sangat puas melihat ekspresi kesal Jae Min barusan.
Saat berjalan keluar tanpa sengaja mereka bertemu dengan Hyeon Ju. Menyadari hal itu, Ye Joon sigap berdiri dihadapan Soo Yeong seakan menjadikan tubuhnya sebagai benteng pertahanan. Tapi sikap Hyeon Ju berbeda, Dia hanya berlalu pergi dengan wajah datarnya. Dia masih merasa bersalah.
"Ada apa dengannya. Kenapa sikapnya aneh begitu? " tanya Soo Yeong penasaran.
"Karena ada aku tentunya. Dia pasti takut jika berhadapan denganku. Buktinya Dia pergi begitu saja. " jawab Ye Joon.
"ya ya ya. "
Ye Joon mengantar Soo Yeong dengan sepeda motornya. Sudah pasti mampir dulu ketempat lain baru setelah itu benar-benar mengantar pulang. Sudah kebiasaan.
"Kali ini mampir kemana? " kata Soo Yeong dengan nada bercanda.
"Wah. Sepertinya kamu ingin berlama-lama denganku ya. " Ye Joon kepedean. Karena kesal Soo Yeong mencubit kecil pinggang Ye Joon.
"Eh. " Soo Yeong mengurungkan niatnya untuk mencubit Ye Joon lebih keras. Dia khawatir akan dibalas, pasti rasanya sakit.
Ye Joon tersenyum
"Mampir disini sebentar ya. "ajak Ye Joon sambil menghentikan motornya disebuah taman bermain anak-anak.
"Kenapa disini? "
"Aku ingin bermain sebentar. "
Merekapun bermain bersama, ya walaupun tempat ini untuk anak-anak tapi mereka menikmatinya. Seperti bernostalgia.
Setelah lelah bermain mereka beristirhat di ayunan.
"Soo Yeong, apa kamu pernah memiliki pacar? " tanya Ye Joon tiba-tiba.
"Seingatku belum pernah. " jawab Soo Yeong
"Kalau.. "
"Kalau apa? "
"Kalau......Kalau.... Awas dikakimu ada ular" Ye Joon sengaja menaku-nakuti Soo Yeong, Dia sampai tertawa geli karena puas melihat wajah Soo Yeong yang ketakutan.
"Yaaak. Berhentilah menjailiku. " Soo Yeong kesal dan memukul pundak Ye Joon beberapa kali.
"Aku sudah memperingatkanmu, kalau kamu melakukannya lagi akan ku balas dengan caraku." Ye Joon tiba-tiba berdiri didepan Soo Yeong yang masih duduk dikursi ayunan.
Soo Yeong terdiam mendengar perkataan Ye Joon barusan.
Tangan Ye Joon memegang kursi ayunan yang dinaiki Soo Yeong lalu mendorongnya kebelakang tanpa dilepaskan.
"Ya Yak. Ye Joon hentikan. Ini terlalu tinggi. Hentikan!!! Kalau aku jatuh bagaimana? " Soo Yeong ketakutan dan reflek memukul bahu Ye Joon lagi.
"Wah. Kamu melakukannya lagi. " kata Ye Joon sambil mendorong ayunan lebih tinggi.
"Ok. Ok. Maafkan aku. Aku yang salah. Sekarang hentikan. "
Ye Joon semakin senang menggoda Soo Yeong, beberapa kali Dia menakut-nakutinya dengan berlagak melepaskan ayunan dan mendorongnya kebelakang lagi. Sungguh, hal itu sukses membuat Soo Yeong ketakutan dan memilih untuk memejamkan matanya.
Dan ketika wajah mereka saling berdekatan.
Cupp.
Ye Joon mencium singkat pipi Soo Yeong. Dan Ia reflek membulatkan matanya yang tadi terpejam. Soo Yeong kaget, wajahnya memerah,Ia sangat malu untuk menatap Ye Joon sekarang. Tapi Ye Joon seperti enggan untuk melepaskan Soo Yeong dan terus menatap wajahnya.
"Soo Yeong, jika sekarang aku memintamu untuk menjadi pacarku apa kamu akan menerimaku? " tanya Ye Joon tanpa melepas kan ayunan.
Soo Yeong terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Memiliki pacar adalah salah satu hal yang belum pernah Ia punya sebelumnya. Dia ingin menerima Ye Joon saat itu juga. Tapi bibirnya kelu tak mampu memberikan jawaban "iya". Bukan karena tak suka. Soo Yeong menyukai Ye Joon hanya saja Dia tidak yakin dengan keputusannya.
"Soo Yeong,kenapa diam? Sedang memikirkan kata-kata untuk menolakku? " tanya Ye Joon.
"Bukan. Bukan begitu. Hanya saja aku tidak bisa menjawab sekarang. Aku harus memikirkannya dengan matang. " jawab Sok Yeong ragu.
"Kenapa? Kamu takut aku akan menyakitimu? " tanya Ye Joon lagi.
"Bukan karena itu juga. Aku sudah bilang, kalau aku belum pernah berpacaran. Jadi kurasa memikirkannya terlebih dahulu ada lah hal yang terbaik. "
"Baiklah. Tentu kamu boleh memikirkannya dulu. Tidak perlu terlalu tergesa-gesa. Pikirkan matang-matang. " ucap Ye Joon sambil menurunkan kembali ayunan.