Could It Be You?

Could It Be You?
17. Cha Yu Ri?


Ye Joon melihat orang yang memanggilnya dan itu membuat senyuman yang semula terukir kini perlahan memudar. Ia menjadi terkejut ketika mendapati Yu Ri yang sedang berdiri di ujung jalan sembari menatap kearahnya. Bahkan sesekali Yu Ri melambaikan tangannya pada Ye Joon.


"Ye Joon-ah" panggil Yu Ri lagi yang menyadari tidak mendapatkan respon seperti yang Dia inginkan. Ye Joon masih saja memaku diujung jalan. Dia hanya berdiri, menatapnya bengong.


Melihat hal itu Yu Ri memutuskan untuk menghampirinya. Melihat lebih dekat sebenarnya apa yang terjadi pada Ye Joon. Pasalnya Ye Joon hanya terdiam, seperti terkejut. Tidak seperti Ye Joon yang Ia tahu selama ini. Dulu ketika Yu Ri memanggilnya, dalam hitungan detik Ye Joon sudah berlari mendekat ke arahnya. Ada apa dengannya?.


"Ye Joon-ah? Kenapa tidak menjawabku. Bahkan aku tadi sudah melambaikan tangan ke arahmu. Tapi tak dibalas juga. " tanya Yu Ri yang kini sudah berada tepat di hadapan Ye Joon.


"Oh. Hai. Maaf, aku hanya terkejut tiba-tiba melihatmu disini. " jawab Ye Joon asal karena terkejut.


"Hmm. Oh Iya, apa yang sedang kamu lakukan disini? " tanya Yu Ri lagi.


Mendengar pertanyaan itu, otak Ye Joon langsung kembali sadar dan mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


"Sedang menunggu kedatangan kekasihku. " cicit Ye Joon dalam hati. Ia ingin menjawab begitu, hanya saja masih tertahan diujung lidahnya. Entahlah. Tapi Ye Joon rasa memberi tahu Yu Ri mengenai Soo Yeong sekarang belumlah saatnya. Ye Joon sendiri tidak tahu alasannya mengapa Ia memyembunyikan soal hubungan Dia dengan Soo Yeong.


Mungkin takut Yu Ri akan tersakiti?


Hey, bahkan Yu Ri tidak memikirkan bagaimana perasaan Ye Joon ketika Ia tiba-tiba pergi.


Atau Ye Joon masih sedikit memiliki rasa padanya?


Entahlah.


"Kenapa malah bengong sih? Kok kamu aneh sekali? " Yu Ri menyadari bahwa sekarang ini pikiran Ye Joon tidak pada tempatnya. Dan mencoba mengecek suhu tubuh Ye Joon dengan menyentuh dahinya. Takutnya Ye Joon sedang demam atau apapun itu.


"Ohh. Maafkan aku. Aku sedang banyak pikiran. " kata Ye Joon setelah sadar ketika punggung tangan Yu Ri menempel pada dahinya.


"Kamu dari mana saja? Tidak pernah terlihat? " tambah Ye Joon lagi mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"Ng.Maafkan aku Ye Joon karena meninggalkanmu tanpa mengabari sama sekali. Bahkan tidak menghubungimu beberapa hari setelahnya. Aku takut kamu akan membenciku. Makanya aku pergi tanpa memberi tahumu. Maaf yaa. " ucap Yu Ri sok manis mencoba merayu Ye Joon agar tidak marah padanya.


"Sudahlah. Tidak perlu membahas hal itu.Aku sudah melupakannya. " jawab Ye Joon.


Tapi Yu Ri merasa keanehan ketika mendengarkan jawaban Ye Joon. Dia bukan Ye Joon-nya yang dulu. Mana mungkin Ye Joon miliknya bisa tidak apa-apa ditinggalkan olehnya. Harusnya Dia langsung memeluk Yu Ri ketika melihatnya kembali sembari menanyakan apa alasan kepergiannya dengan nada khawatir. Tapi sekarang berbeda 180°. Ye Joon terkesan tak acuh padanya.


Tanpa sadar kini jemari Yu Ri mengepal keras karena merasa Ye Joon miliknya kini telah berubah. Apa yang membuatnya seperti ini? Kini otaknya berpikir keras mengenai hal itu. Lancang sekali orang itu membuat Ye Joon miliknya menjadi pribadi yang berbeda. Yang amat sangat berbeda dengan Dia yang dulu. Yu Ri sedang dalam keadaan marah yang luar biasa tapi Ia memlih untuk menutupinya dari Ye Joon. Dan mencari penyebabnya sendiri.


"Ada apa denganmu Yu Ri. Kenapa wajahmu terlihat memerah. " tanya Ye Joon lagi.


"Ah tidak apa-apa Ye Joon. " Yu Ri mencoba menyembunyikan rasa marahnya.


"Kamu tidak merindukanku Ye Joon? " tambah Yu Ri.


Ye Joon bukannya belum bisa move on dari Yu Ri. Hanya saja Ia terkejut karena kebingungan jika Yu Ri tahu tentng Soo Yeong. Pasti urusannya akan sedikit ribet.


"Kan. Benarkan. Kamu itu pasti rindu padaku kan? Pasti kan? Tadi aku pikir kamu sudah berubah, tapi ternyata tidak. " ucap Yu Ri sembari memeluk Ye Joon disaat yang sama. Ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan mengenai sesuatu yang Ye Joon sembunyikan padanya.


Ye Joon semakin terkejut dengan apa yang Yu Ri lakukan. Ia takut jika Soo Yeong akan tiba-tiba datang dan melihat hal ini. Pasti akan ada kesalah pahaman. Lalu Ia mencoba melepas pelukan itu.


"Sudah jangan begini. " ujar Ye Joon sembari mencoba melepaskan diri dari pelukan Yu Ri. Dan kembali duduk pada kursi ayuanan yanh tadi Ia duduki.


Yu Ri semakin tidak nyaman dengan Ye Joon yang tiba-tiba berubah. Lalu Ia mengikuti Ye Joon dengan duduk diayunan sebelahnya.


" Bagaimana kabarmu Ye Joon? " Yu Ri mencoba mencari celah.


"Seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja. "jawab Ye Joon singkat.


"Kamu tidak ingin tahu bagaimana kabarku? " Yu Ri mulai menuntut.


"Baiklah. Bagaimana kabarmu? " Ye Joon hanya menurutinya. Saat ini yang Ia khawatirkan hanyalah jika Soo Yeong tiba-tiba datang.


"Huuh. Aku tidak baik karena terlalu merindukanmu Ye Joon. " ujar Yu Ri membuat Ye Joon sedikit tidak nyaman.


"Kumohon jangan datang dulu Soo Yeong. Aku tak ingin kamu melihat aku dengannya. " kata Ye Joon dalam hati.


"Kenapa? Apa kelakuanku barusan membuatmu tidak nyaman. " Yu Ri mulai ceplas ceplos karena Ye Joon memberikan respon yang Ia artikan sangat aneh.


"Tidak. Bukan begitu " Ye Joon berhati-hati. Ia tak ingin membuat Yu Ri sakit hati, karena dulu Ia lah yang selalu ada disampingnya. Yang ada ketika Ia membutuhkan perhatian dari orang lain. Dalam cakupan bahwa Ye Joon memiliki hutang budi pada wanita itu.


"Lalu apa? "Yu Ri menuntut jawaban pasti pada Ye Joon. Matanya semakin erat menatap lelaki disampingnya itu.


"Aku awalnya berpikir sedang apa kamu disini. Seharusnya kan tidak. " Ye Joon mencari kesempatan untuk membuat Yu Ri meninggalkan tempat itu.


"Kenapa tidak? "


"Kan kamu baru saja pulang dari kepergianmu. Dan seharusnya kamu sedang berkumpul dengan keluargamu. Bukan malah pergi sendirian malam-malam begini. Kamu pasti lelah. " Ye Joon berusaha meyakinkannya.


"Ahh. Kamu pasti menkhawatirkanku yaa. Sudah tidak apa-apa. Aku tidak lelah kok. " kata Yu Ri sambil meraih lengan Ye Joon. Rupanya Yu Ri salah mengartikan perkataan Ye Joon.


"Pulanglah. Orang tuamu pasti sedang mencarimu." ucap Ye Joon sambil melepaskan tangan Yu Ri yang mencoba menggandengnnya.


"Antar aku pulang Ye Joon. " pinta Yu Ri dengan nada manja agar Ye Joon menuruti kemauannya.