
Hyeon Ju dan Ye Joon pun masuk ke dalam ruangan tempat Soo Yeong dirawat.
“Hai Soo Yeong, bagaimana keadaanmu?” tanya Hyeon Ju.
“Sudah lebih baik. Mungkin hari ini sudah bisa pulang.” Jawab Orang Tuanya diiringi dengan senyum lega.
“Syukurlah.”
Mereka menghabiskan waktu sore dengan mengobrol dan tanpa sadar sudah hampir malam.
“Ye Joon ayo pulang.” Ajak Hyeon Ju.
“Aku masih ingin disini,” Ye Joon menolaknya.
“Sudahlah pulang saja, biarkan Soo Yeong istirahat. Lagipula kamu tidak dicari orang tuamu?” Hyeon Ju masih berusaha membujuknya.
“Tapi.....” Ye Joon kembali menolak tapi ucapannya terpotong karena dering ponselnya yang berbunyi. Mukanya seketika berubah ketika melihat siapa nama sang pemanggil yang tertera dilayar ponsel miliknya.
“Cha Yu Ri.”
“Dia lagi...” bisik Ye Joon pelan dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Hyeon Ju yang mengetahui gelagat aneh Ye Joonpun akhirnya mengikutinya keluar dan mendengarkan obrolan mereka.
“Ada apa lagi?” suara Ye Joon ketus.
“Kenapa kamu selalu bersikap dingin padaku sih? Kan aku hanya sekedar menghubugimu. Salah ??” tanya Yu Ri yang juga kesal karena Ye Joon terus saja cuek padanya.
“Kamu pasti sedang bersama wanita itu. Iya kan?” tambahnya.
“Katakan saja apa maumu.” Ye Joon tak berniat mengurangi nada ketusnya. Dia hanya heran, kenapa Yu Ri selalu saja menghubunginya saat Ia sedang bersama Soo Yeong.
“Aku ingin bertemu.” Ajaknya dari ujung telefon,
“Mau apa?” Ye Joon bertanya lagi.
“Yaaa hanya sekedar mengobrol. Sudah sangat lama sejak terakhir kali kita bicara ditaman waktu itu. Aku juga merindukanmu.” Kata Yu Ri.
“Hentikan Yu Ri. Kalau kamu masih saja bersikap seperti ini aku akan menutup telefonnya.” Ancam Ye Joon.
“Hih. Kenapa menyebalkan sekali sih. Kenapa sifatmu berubah padaku? Dulu kamu tidak seperti ini. Kamu selalu saja meminta bertemu dengan alasan rindu padaku, tapi sekarang jika aku ingin menemuimu saja kamu seolah mengindariku.” Ujar Yu Ri dengan nada kesalnya. Memang benar kini Dia kehilangan Ye Joon yang dulu.
“Yu Ri, dengarkan aku.....”
“Kalau kamu terus begini, aku tidak akan berhenti mengganggunya !!” ucapan Ye Joon terpotong karena Yu RI barusan.
“Jadi selama ini kamu yang melakukan itu semua? Semua paket yang Soo Yeong terima? Semua itu ulahmu? Bagaimana bisa kamu melakukan itu padanya.” Ye Joon benar-benar heran pada wanita itu.
“Aku sudah pernah bilang kalau kamu adalah milikku, dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh semua yang menjadi milikku. Termasuk wanita itu. Ye Joon, kau sudah paham dengan segala sifatku karena kita berteman sejak lama. Jadi seharusnya kamu tahu, aku bisa melakukan apa saja.” Kali ini Yu Ri lah yang memutus panggilan itu secara sepihak.
Ye Joon terdiam karena kehabisan kata.
“Siapa?” tanya Hyeon Ju yang sedari tadi menguping pembicaraan Ye Joon.
“Bukan, bukan siapa-siapa.” Walaupun mereka sudah sepakat untuk mencari tahu siapa pelaku dibalik semua hal yang menimpa Soo Yeong, tapi Ye Joon masih belum yakin untuk memberitahu mengenai Yu Ri pada Hyeon Ju.
“Aku mendengar semuanya.” Jawab Hyeon Ju serius.
“Dia pelakunya kan?” tambahnya.
Ye Joon masih diam enggan untuk menjawab.
“Aku harus pulang. Aku titip Soo Yeong, jaga Dia.” Hyeon Ju tidak sempat menyelesaikan kata-katanya karena Ye Joon memotong dan langsung pergi dari tempat itu. Bahkan Ia sampai tidak sempat menahannya.
“Ye Joon mana, pulang? Kenapa tidak bilang padaku? Lalu tadi siapa yang menelefon? Ibunya?” Soo Yeong menghujani Hyeon Ju dengan bebagai pertanyaan sesaat setelah melihatnya kembali masuk namun tanpa Ye Joon dibelakangnya.
“Iya. Tiba-tiba ada hal yang mengharuskannya pulang. Dia hanya menitip salam padaku, maaf katanya.” Hyeon Ju berbohong.
“Begitukah?” Soo Yeong terlihat sedih.
“Jangan sedih begitu, Dia juga menitipkan sesuatu untukmu.”
“Apa?”
Tanpa kata Hyeon Ju mendekat pada Soo Yeong dan memberinya pelukan hangat sembari membisikkan kata-kata tepat ditelinganya.
“Cepat sembuh ya....” katanya.
Mendengar ucapan Hyeon Ju barusan, wajah Soo Yeong memerah karena malu. Apa lagi ada orang tuanya yang menyaksikan pemandangan itu.
“Kamu senang?” tanya Hyeon Ju yang mulai melihat sebuah senyum mengambang diwajah Soo Yeong.
Soo Yeong mengangguk.
“Baiklah, cepatlah sembuh. Aku harus segera pulang. Kasihan Ayah dirumah sendirian.”
“Tidak ingin pulang bersama kami?” Papa Soo Yeong menawarkan tumpangan padanya, tapi Hyeon Ju menolak dengan alasan harus cepat sampai rumah. Padahal itu hanya sekedar alasan, Dia hanya ingin mencari tahu tentang sipenelfon Ye Joon tadi.
“Paman, Bibi, aku pulang dulu. Dahh Soo Yeong.” Pamit Hyeon Ju.
Dia berjalan cepat menuju halte, berharap Ye Joon belum mendapatkan bus dan Ia bisa mengikutinya.
Sesampainya disana, sesuai harapan Ye Joon belum naik bus. Dia masih menunggu. Lalu Hyeon Ju mengikutinya tanpa sepengetahuan Ye Joon.
Setelah beberapa saat bus pun datang dan melaju lagi setelah semua penumpang naik.
Tak berselang lama, Ye Joon akhirnya turun dari bus dan Hyeon Ju mengikutinya.
“Mau kemana Dia?” gumam Hyeon Ju karena melihat Ye Joon terus berjalan.
Hingga 10 menit dari halte, mereka akhinya sampai disebuah taman bermain yang sangat sepi. Karena memang sudah malam dan juga karena jalanan sekitar yang sangat sepi. Jarang sekali terlihat orang walau hanya sekedar lewat.
“Siapa wanita itu?” ucapnya pelan setelah melihat ada seorang wanita yang bisa bilang sedang menunggu kedatangan Ye Joon.
Terlihat jelas bagaimana wanita itu memperlakukan Ye Joon yang menghampirinya. Ia langsung memeluk Ye Joon erat bak seorang kekasih. Tapi Hyeon Ju tak langsung menghampiri dan menghajar Ye Joon yang kemungkinan besar sedang berselingkuh dibelakang Soo Yeong. Ia harus mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.
“Sial.” Hyeon Ju semakin kesal ketika melihat wanita itu terlihat sangat dekat dengan Ye Joon. Wanita itu bahkan terus memeluknya beberapa kali hingga memberi kecupan tapi Ye Joon masih saja tidak mengelak.
“Oohh. Jadi kamu buru-buru pergi karena harus menemui kekasihmu yang lain?” tanya Hyeon Ju yang akhirnya keluar dari tempat persembunyian karena sudah tidak tahan lagi melihat tingkah mereka berdua.
Ye Joon langsung berbalik setelah mendengar ucapan Hyeon Ju barusan. Matanya terbelalak lebar karena terkejut melihat Hyeon Ju yang mengetahui tentang Yu Ri.
“Bukan. Bukan begitu Hyeon Ju. Ini kesalah pahaman.” Ye Joon mencoba mengelak.
“Apanya yang salah paham? Bukannya aku memang kekasihmu?” Yu Ri menimpali hingga sukses membuat Ye Joon semakin terpojok.
“Bukan Hyeon Ju, Dia bukan kekasihku.” Ucap Ye Joon lagi.
“Lalu bisa kamu jelaskan kenapa kamu diam saja saat Dia memelukmu bahkan memberi kecupan dipipimu? Bukannya itu adalah hal yang bisa dilakukan oleh sepasang kekasih?” Hyeon Ju masih tidak percaya.